Jumat, 27 Desember 2013

Nasihat Syekh Rabi bg Para Perusuh Dakwah Salafiyyah

(Posted on 23 Shofar 1435 H)
Kali ini kami akan mengankat nasihat indah syekh rabi hafizhohulloh ttg para perusuh dakwah salaf. Golongan ini hrs diwaspadai dan dikenali perangainya biar nggak ketularan. Amiiin

Syekh Rabi -hafizhahullah- brkata:

ونشأ أناس لا يفهمون السلفية على وجهها يزعم أحدهم أنه سلفي ثم لا تراه إلا وهو يقطع أوصال السلفية لسوء سلوكه وسوء المنهج أو المناهج السيئة التي انتشرت وتهدف إلى تفريق السلفيين وتمزيقهم

السلفية تحتاج إلى عقلاء تحتاج إلى رحماء تحتاج إلى حكماء تحتاج قبل ذلك إلى علماء فإذا كانت هذه الأمور ليست موجودة في السلفيين فأين تكون السلفية ؟ تضيع بارك الله فيكم

“Dan telah muncul (di tengah-tengah Salafiyin), orang-orang yang tidak memahami Salafiyah secara hakiki, tetapi setiap mereka menyangka bahwa ia seorang Salafi, kemudian engkau tidak melihatnya kecuali ia selalu memutuskan hubungan antara Salafiyin, karena kejelekan akhlaknya dan kejelekan manhajnya atau tersebarnya manhaj-manhaj yang jelek untuk memecah belah dan mencerai-beraikan Salafiyin.

Salafiyah membutuhkan orang-orang yang berakal, penyayang, memiliki hikmah, dan yang lebih penting, membutuhkan para ulama. Maka apabila perkara-perkara ini tidak ada di tengah-tengah Salafiyin, akan ke manakah Salafiyah? Akan hilang. Semoga Allah ta’ala memberkahi kalian".
Selesai nasihat beliau kami nukilkan dari situs : http://nasihatonline.wordpress.com/2012/09/09/jagalah-persatuan-dengan-akhlak-mulia-nasihat-al-allamah-asy-syaikh-rabi-bin-hadi-hafizhahullah-untuk-salafiyin/


Pelajaran penting dr Fatwa di atas:
  • Banyak orang yg mengaku di atas manhaj Salaf, namun hakikatnya ia jahil ttg manhaj agung ini. Karenanya, anda akan melihat org seperti ini, manhaj hanya sebatas di lidahnya, namun hatinya kosong ttg ilmu terhadap manhaj agung ini. Kalau mau beri contoh, banyak macamnya. 
Di zaman ini, ada kelompok ekstrim yg amat getol ngaku salafi. Namun ia front terdepan dlm memberontak, demo, dan menyebarkan aib pemerintah. Dgn alasan, kita kan bersikap seperti ini, karena ada fatwa. padahal kalo mau jujur, org yg melarang pun dr hal2 itu jg di atas fatwa, bahkan di atas manhaj salaf yg melarang kita memberontak, mengadakan jihad tanpa izin penguasa, demo, membeberkan aib penguasa.
  • Pengaku manhaj salaf ini, cirinya suka memutuskan hubungan dengan sesama salafiyyun dg berbagai macam intrik, provokasi, politisasi dan makar buruk bagi saudara-saudaranya. Kerjanya hanya menguntit dan meneropong segala sepak terjang saudaranya. Jika ada yg keliru dikit, nah kesempatan baginya meruntuhkan martabat saudaranya. Korban seperti ini sering kali dialami Ust. Dzulqornain dan ust2 salaf lainnya yang tidak sejalan dengannya.
Kadang juga bukan kekeliruan yg muncul dr saudaranya, hanya buruk sangka yang dianggap olehnya sbg kekeliruan, padahal kalo mau jujur bukan kekeliruan. Cuma krn kadang ia lemah akal, sampai ia menganggap kekeliruan.
Kekeliruan seperti ini lebih diperparah dg usaha membesar2kannya. Lebih jahat lagi tak ada nasihat sesama ahlus sunnah. Kalo ahli bid'ah sih, lain masalahnya!! Memang manhajnya beda. Tp kalau msh sesama pengikut dakwah salaf saling sikut, ini jelas kekeliruan dlm bersikap. 
Berapa byk org yg jauh dr manhaj salaf akibat kesalahan bersikap yg dilakukan oleh sebagian ust2 yg salah dlm bermanhaj. Dikiranya, jika ia di atas manhaj salaf, maka ia harus keras terus, tak ada tawar-menawar, biar tetangga yg baru belajar dakwah salaf, langsung disikapi. Ia menyangka bahwa semua org harus sama dg dirinya dlm segala hal, sehingga ia sering dianggap mau jadi penguasa. krn kalo ada ust salafi lain yg tak ikut maunya, maka ia carikan kesalahan!!
  • Tanda lain dari dai yg jahil ttg manhaj salaf ini, ia memiliki akhlaq buruk kpd sesama ust salafi, apalagi kpd kaum awam. Ucapan dan komentarnya amat jorok dan tak santun, seperti yg anda lihat pada situs mereka : www.tukpencarialhaq.com
Bagaimana tidak demikian, yg diangkat menjadi juru bicara mereka, seorg yg tak mengerti manhaj salaf. Ia hanya mampu membongkar data (aib) org lain (baik, pribadi, mau pun lainnya), lalu dihubungkan dg berbagai macam data untuk mengeluarkan sebuah kesimpulan bahwa si fulan adalah "hizbi"!! Berapa byk org menjadi hizbi -menurutnya- dg sekedar kumpulan data2 yg masih memiliki brbagai kemungkinan.
Selain itu, ia tak pernah menasihati saudaranya yg ia jatuhkan. Langsung sj ia jatuhkn tanpa nasihat, kaedah ilmiah, tanpa sabar dan berhati2. Siapa yg begini, maka ia pasti hizbi, tanpa melihat latar belakang dan sebab sebuah fakta yg ia lihat atau dengar. Jika manhaj begini ini dipelihara, maka semua org jadi hizbi!!
Lebih diperparah lagi jika org2 seperti ini diperkuat oleh org semacam Ust. Lukman ba abduh, Usamah Mahri, Askari, As-Sewed dan lainnya. Ia akan semakin di atas angin dlm bertindak buruk. Kalo ust lukman ba abduh paham manhaj dg benar, sepantasnya org yg pertama kali penting disikapi adalah org ini, bukan malah Ust Dzulqornain al makassariy -hafizhahullah wa ra'ahu-
  • Adanya keadaan dai-dai buruk akhlaknya, ditambah adanya pembawa manhaj buruk, akan semakin memperparah citra dakwah salafiah. akibatnya manusia tidak lagi mengenal manhaj salaf dg baik, bahkan byk diantara mereka yg futur dan menjauh dr manhaj yg agung ini.
Berakal, penyayang dan hikmah adalah tiga sifat yg harus dimiliki seorg dai salaf. Jika ini tak ada pada dirinya, lalu ia tak kembali kpd bimbingan ulama dg ikhlash dan jujur, maka ia akan lebih banyak merusak dakwah salaf dibanding membawa maslahat. Tipe dai gini nggak pantas jd dai dan pendidik umat, apalagi jd pemimpin mereka.
Peringatan :
Jika hal2 ini tak diperhatikan, maka Allah akan mencabut berkah dakwah dr kalangan ahlussunnah, sadar atau tidak, mau tak mau hrs demikian. Sebab semua ini adalah penyelisihan thdp sunnah Nabi -alaihish sholatu was salam-.
Bagi mereka yg menyelisihi manhaj yg agung ini, semoga bertobat kepada Allah sebelum waktu terlambat.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda