Jumat, 17 Januari 2014

Adil Menghukumi, Jujur Mengabarkan


(posted on 16 Robiul awal 1435 H)
Dua sifat yg amat diperlukn di saat mendengarkn dan menerapkn berita adalah sifat adil dan sifat jujur. Kapan pun seseorg menyampaikan berita, maka ia hrs brlaku jujur. Kalo nggak jujur, maka org menuduhnya dusta!

Demikian pula jika memerintahkn sesuatu dan memutuskan prkara diantara manusia, maka sewajarnya brsikap adil. Jika tidak, maka manusia akan menuduhnya curang.
Ini adalah salah satu manhaj yg hrs dipegangi oleh setiap dai yg menjadi teladan di kalangan manusia. Jika ia brbuat dan brucap, maka ia hrs menjaga kejujuran, sebagaimana halnya jika memerintahkn sesuatu, maka hrs adil diantara manusia.
Sebuah sikap yg salah jika seseorg menuntut org lain untuk tidak melakukan suatu prbuatan, sementara ia sendiri yg melanggar. Kita ambilkn contoh di lapangan, ada seorg dai yg ngaku salafi tulen melarang org lain berhubungan dg hizbi, sementara ia sendiri punya kawan hizbi. Ia melarang org lain memberontak dan demo, sdg ia sendiri pd wkt lain melakukan dua hal itu!
Dua sifat tersebut (adil dan jujur) merupakan sifat yg seyogianya menghiasi diri seorg dai. Dalam memutuskn dan menghukumi sesuatu, maka ia adil, walaupun org yg ia hukumi adalah kerabat atau teman dekatnya.
Demikian pula ia menyampaikan berita kpd masyarakat dan syekh, jg dai dituntut untuk jujur dlm sikap dan ucapannya.
Dua sifat mulia inilah yg menghiasi kalamulloh (al Qur'an), shingga ia menjadi pedoman hidup yg trbaik, sebab di dalamnya tidak ada kecurangan dan kedustaan. Alloh taala brfirman:
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ  [الأنعام : 115]
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui".
al Hafizh ibnu Katsir rohimahulloh brkata:
فكل ما أخبر به فحق لا مرية فيه ولا شك، وكل ما أمر به فهو العدل الذي لا عدل سواه
"Segala apa yg Allah kabarkn adalah benar, tak ada keraguan dan syak pdnya. Segala apa yg Dia perintahkn, maka ia adalah keadilan yg tdk ada lg keadilan selainnya". (Tafsir Ibn Katsir 3 : 322)
Inilah dua sifat dan ciri Kitabulloh, di dalamnya dipenuhi dg hukum yg adil dan berita yg benar, tdk ada di dalamnya kedustaan, kebatilan dan keraguan!
Subhanalloh, andaikn dua sifat ini ada pd salafiyyun, yakin –insya Allah- smua problema akan teratasi dg baik. Namun di saat dua sifat ini dilalaikan atau salah satu diantara keduanya ditinggalkn, maka tunggulah musibah brkepanjangan akan terus melanda biduk dakwah salafiyyah.
Trkadang sebagian dai, menuntut dai lain brsikap adil, namun ia sendiri tdk adil sebagaimana halnya ia sering menuntut dai lain brlaku jujur, sementara ia sendiri nggak jujur dlm menyikapi saudaranya selaku dai tsb!
Ia ingin dinasihati saat melakukan kesalahan, namun ia sendiri tak menasihati saudaranya saat trjatuh dlm kesalahan, lalu selanjutnya sebarkn aibnya. Ia brkhayal org lain brlaku lembut kpdnya dan tidak mentahdzirnya, namun ia sendiri nggak lembut thdp saudaranya dr kalangan dai lain yg semanhaj dgnya, bahkan ia tahdzir habis2an sampai kehormatan dai tsb habis!
Alloh azza wajalla brfirman:
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ  [البقرة : 44]
"Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kalian melupakan (kewajiban) dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" (Suroh al Baqoroh : 44)
Bahtera dakwah salafiyah jika kehilangan salah satu atau kedua sifat ini, maka ia akan kandas di jalan, wal iyadzu billah.
Seorg dai yg ngaku salafi jika dakwahnya lepas dr dua sifat ini, maka dakwahnya bukanlah dakwah di atas sunnah. Ia telah menyelisihi sunnah Rosul shollallohu 'alaihi wasallam.
Kaab bin Ujroh rodhiallohu anhu brkata:
خرج علينا رسول الله صلى الله عليه و سلم ونحن تسعة فقال: إنه ستكون بعدي أمراء من صدقهم بكذبهم وأعانهم على ظلمهم فليس مني ولست منه وليس بوارد علي الحوض ومن لم يصدقهم بكذبهم ولم يعنهم على ظلمهم فهو مني وأنا منه وهو وارد علي الحوض
"Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam pernah keluar kpd kami, sdg kami sembilan org. Kemudian beliau brsabda:
"Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin; barangsiapa yg membenarkn mereka dlm kedustaan mereka, dan membantu mereka atas kezalimannya, maka ia bukan termasuk (golongan)ku dan aku bukan pula trmasuk (golongan)nya, dan ia tidak akan dtg kpdku di telaga. Siapa sj yg tidak membenarkan mereka dlm hal kedustaan mereka dan tidak membantu mereka atas kezalimannya, maka ia termasuk (golongan)ku dan aku pun trmasuk (golongan)nya, dan ia akan dtg kpdku di telaga." (HR an Nasaiy dlm sunan-nya no 4207- dinyatakan shohih oleh albani rohimahulloh dlm Shohih Sunan an Nasaiy)
Dlm riwayat lain, Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam brsabda:
سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لَا يَفْعَلُونَ، فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَنْ يَرِدَ عَلَيَّ الْحَوْضَ
"Akan ada pd kalian bbrp pemimpin yg memerintahkn kalian dg sesuatu yg ia tidak kerjakn…" (HR Ahmad 2 : 95 dr Ibnu Umar rodhiallohu anhuma- dinyatakn shohih oleh Syuaib al arnauth)
Dijelaskn oleh sebagian ulama bhw maksudnya : para pemimpin itu memerintahkn bawahannya -secara riya dan sum'ah- untuk melakukan keadilan dan kejujuran, sementara itu ia sendiri yg dusta dan curang atas mrk!
Jika kasus seperti ini menimpa para dai, dimana ia memerintahkn manusia (santri atau yg lainnya) untuk brsikap jujur dan adil, namun ia sendiri suka dusta dan curang dlm menghukumi dai salafi lainnya, maka ia masuk dlm makna hadits tsb. Sikap sprt ini trgolong riya dan sum'ah!
Seorg dai yg tidak membangun dakwahnya di atas keadilan dan kejujuran brsikap atau brucap, maka dakwahnya telah melenceng dr sunnah Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam!
Hal ini penting kami ingatkn sebab di zaman kita ini ada sebagian dai yg suka curang dlm brsikap dan suka dusta demi mencapai tujuan. Dai seperti ini tdk segan2 berdusta di depan syekh.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda