Minggu, 05 Januari 2014

Goresan Pena Indah buat Ust. Sarbini dlm Tanggapannya atas Analisis ust Abdul Barr


(posted on 05 Rabiul Awal 1435 H)
Apa yg ditulis oleh akhuna abdul Barr kaisinda hafizahullah ternyata menggoyang singgasana Lukman.  Subhanallah, smua itu trjadi atas ijin Allah taala. Tulisan ini berusaha ditepis oleh sejumlah dai2 trkemuka yg merupakan tangan kanan lukman ba abduh di berbagai tempat di jawa. Wajarlah mrk goyang krn org yg paling brpengaruh diantara mrk yg diserang, yaitu lukman ba abduh.

Salah satu diantara yg goyang dan tak sabar ingin membantah ust. abdul Barr adalah seorg ust asal makassar, sulawesi selatan, yaitu ust. sarbini. Ia menorehkan sebuah tulisan ringkas dlm hal ini dg judul "Tanggapan Atas Sebuah Analisis Berkedok Ilmiah Bhw Lukman Ba 'Abduh Politikus Dakwah"

Tulisan ini sama dg tulisan2 sebelumnya yg brkomentar ttg ust. abdul Barr, shingga mudah bg kita memberinya tanggapan, insya Allah. Tulisan kami ini akan kami ramu dg bahasa santai agar smua ikhwah yg nimbrung dan ngebaca tulisan ini nggak tegang gitu. Kami jg akan menyajikannya dg format diskusi dg membawakan isi ucapan sarbini, lalu kami iringi dg tanggapan dan sanggahan sesuai kadarnya, bi idznillah. Agar kalian nggak penasaran, silakan aja ikut pembahasa berikut ini.
Ust. Sarbini brkata:
"Saya merasa terpanggil untuk menanggapi analisis saudara al-Ustadz ‘Abdul Barr yang menyimpulkan bahwa al-Ustadz Luqman Ba’abduh adalah politikus dakwah yang berbahaya dan perusak dakwah salafiyah. Analisis tersebut memang dipoles dengan dalil-dalil yang diterapkan kepada al-Ustadz Luqman Ba’abduh secara membabi buta. Karenanya, tidak salah –insya Allah – jika saya katakan berkedok ilmiah. Akan saya buktikan secara ilmiah – insya  Allah – bahwa hasil analisis itu meleset jauh dari hakikat yang sebenarnya".
Tanggapan:
1/ di saat trcorengnya dakwah salafiyah skrg ini, memang sdh sewajarnya ada diantara ust2 yg tahu hakikat penyimpangan lukman ba abduh untuk sdikit komentar. Krn jika ia didiamkan bicara dimana2, maka ia dan pengikutnya akan merasa di atas angin, tanpa teguran. Ia akan merasa tak terawasi. Dikiranya jika ust2 diam bhw mrk nggak memperhatikan sikap dan tindak-tanduknya. Disangkanya para ust2 nggak brdaya menghadapi segala prbuatannya. Mrk diam krn masih menginginkn prbaikan. Tp di kala mrk tak melihat hasil dr diamnya mrk dan lukman jg merajalela kemana2 menyebarkn brbagai tuduhan, maka trpanggillah ust abdul Barr untuk menulis sebuah teguran indah yg membawa hikmah bg kaum yg berakal.
2/ kami kira penilaian ust abdul Barr bukanlah penilaian yg mengelabui org. Cuma membuat marah sebagian org yg ada penyakit hatinya. Penilaian itu bukanlah sikap membabi buta. Smua beliau tlh pikirkn dlm jangka wkt lama. Andaikn beliau serampangan dan membabi buta, maka ust. abdul Barr, maka sdh lama beliau jelaskn. Cuma sikap membabi buta dr lukman membuat ghiroh beliau bangkit untuk menjelaskn secuil keadaan lukman.
3/ jika suatu prnyataan didasari dalil, mk itu memang dipoles, tp bukanlah polesan yg menipu dan berisi kedustaan. Ucapan sarbini di atas sebenarnya mengandung tendensi trsembunyi, yaitu ingin memberikn penilaian buruk kpd ust abdul Barr hafizahullah. Skrg masalahnya, benar nggak smua yg dinyatakan oleh ust abdul Barr? Kalo benar, ngapain ditolak dg brbagai siasat?! Dan nanti kita akan lihat bhw analisis ust abdul Barr nggak meleset dr kebenaran.

ust. sarbini brkata:
"Saya khawatir tulisan tersebut berefek membuat bingung sebagian salafiyyun yang tidak mengenal baik siapa al-Ustadz Luqman Ba’abduh, lantas berburuk sangka padanya. Sebaliknya berbaik sangka kepada ‘Abdul Barr dan  Dzul Qarnain. Yang jelas, yang paling senang dan bersyukur kepada saudara ‘Abdul Barr dengan tulisan tersebut adalah hizbiyyun. Saudara ‘Abdul Barr telah menguntungkan mereka dengan menyakiti salafiyyun".
Sanggahan:
1)      Trnyata ust sarbini jg ikut khawatir ya? Cuma kekhawatiran ini tak brdasar. Jika al haqq tampak ngapain kita takut?! Dg tulisan itu, smua pihak akan mengetahui hakikat dakwah lukman slama ini, dakwah yg tidak mengusung tujuan baik. akan tetapi ia hanya ingin mengarahkan org ikut kpd dirinya. siapa yg nurut, maka ia temannya. Tp siapa yg membangkang menurutnya, mk akan dicarikan kesalahan! Ini mah bukan dakwah ilallah, tp dakwah ilan nafsi.
2)      Kekhawatiran ini kenapa nggak muncul di saat sarbini dan kwn2 memunculkn fatwa yg tidak sesuai realita ttg diri ust dzulqornain, krn hanya ingin menjatuhkn kredibilitas saudaranya?
3)      Tulisan ust abdul Barr tidaklah membingungkn ahlus sunnah. Justru membuka mata mrk yg slama ini trtutup dg baik sangkanya mrk kpd lukman yg slama ini menampakkan dirinya sbg pahlawan ahlus sunnah. Sedang yg dibenci olehnya adalah hizbi, brmasalah, bunglon, brjalan di atas jalannya al halabi dlm hal makar. Padahal siapakah yg hakikatnya demikian?? Silakan jwb sendiri.
4)      Bila umat brbaik sangka kpd ust dzul dan ust abdul Barr selaku dai ahlus sunnah, ada apa dan memangnya kenapa. Marahkah kita jika beliau didengar byk org dlm memberi nasihat. Subhanallah, cobalah periksa diri. Ada apa ini?
5)      Tulisan ini tidaklah menguntungkn hizbiyyun, krn mrk melihat bhw ahlus sunnah saling menasihati dan nggak saling membiarkan dlm kemungkaran. Adapun sebagian org sakit, ya biarin aja. krn mrk jg biasa nyakitin org. Ibarat kata org: "Kalo nggak mau dicubit, ya jgn nyubit org!"
6)      Kalian tlh menjatuhkn martabat ust dzul di depan umat dimana2 dan terakhir dg fatwa, nah mengapa kalian nggak negur lukman ba abduh yg kasak-kusuk dlm hal ini, "Eh, yang jelas, yang paling senang dan bersyukur kepada saudara Lukman ba abduh dengan fatwa tersebut adalah hizbiyyun. Saudara Lukman ba abduh telah menguntungkan mereka dengan menyakiti salafiyyun". Cobalah sarbini sedikit brpikir dan jujur.
ust. Sarbini brkata:
Sekiranya saudara Abdul Barr mau membuka mata, memasang telinga, dan  membuka hati untuk mendengar keterangan para asatidzah lantas menyikapinya dengan inshaf (adil) tentulah dia akan mengetahui kebenaran tahdzir Imam jarh wat ta’dil terhadap Dzul Qarnain.Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (٤٦(
“Maka sesungguhnya bukan mata-mata mereka yang buta, tetapi hati-hati yang berc okol di dada itulah yang buta.” (Al-Hajj: 46)Sungguh sangat disayangkan kelancangan saudara Abdul Barr menorehkan penanya merangkai kalimat-kalimatnya untuk menjatuhkan kehormatan orang lain di hadapan umum kendati harus disertai dengan tuduhan dusta dan talbis bahkan menyisipkan adu domba antara asatidzah. Dia menghiasi fitnahnya dengan untaian dalil-dalil dan nukilan ucapan-ucapan ulama untuk menghantam al-ustadz Luqman Ba’abduh. Hal ini membuktikan kepada kita bahwa tidak setiap orang yang punya kemampuan menghafal dalil-dalil diberi taufiq untuk menerapkan dalil-dalil itu pada tempat yang semestinya.
Tanggapan:
1// Sebenarnya ust abdul Barr itu sdh lama memandang penuh haru dan kasihan dg dakwah salafiyah yg slama ini dicoreng dan dicemari oleh ulah ust. lukman ba abduh. Beliau telah melihat dan mendengar langsung mapun tak langsung sikap dan ulah ba abduh, sampai saking tak tenangnya hati beliau brsama lukman, akhirnya lari dr sekitar lukman dan slanjutnya brdakwah tanpa belenggu manusia. Lama kiranya kami mengharapkn ust sarbini, lukman ba abduh lainnya untuk  membuka hati membangun dakwah di atas ilmu dan ukhuwah di atas minhaj nubuwwah. namun mrk nggak menyambutnya. Sgala macam nasihat kami kerahkn untuk menyadarkn dia ttg kesalahannya. Tp ia malah menghindar dan menjauh dan senantiasa brburuk sangka tanpa alasan yg jelas. Masalah sdh dijelasin depan syekh rabee', namun ia msh brsikukuh dg kemauan sendiri tanpa bimbingan ulama.
2// Kami heran dg sikap lukman slama ini yg mentahdzir ust2 salaf tanpa hujjah dan nasihat kpd mereka. Sekiranya saudara lukman mau membuka mata, memasang telinga, dan  membuka hati untuk mendengar keterangan ust. dzul, abdul Mu'thi dan abdul Barr, lantas menyikapinya dengan inshaf (adil), tentulah lukman, cs akan mengetahui kesalahannya dlm menyikapi saudaranya. hanya sj ia tak melaksanakan tugasnya slaku saudara dan penasihat. Kalo ust dzul ada salah, knp disimpan di hati, dan tak disampaikn langsung kpdnya dg melakukan ziarah akhawiyah (kunjungan prsaudaraan) di atas minhaj nubuwwah? Justru lukman, cs menyampaikannya kemana2 dlm majelis dan dauroh2 yg ia isi.
3// Ayat yg dibawakan oleh ust yg mulia, amatlah cocok bg lukman yg slama ini hatinya tak melihat kesalahannya dlm menyikapi salafiyyun. Ia nggak ngerti gimana cara nasihati ahlus sunnah. Ia samakan dg ahlul bid'ah, bahkan mgk sj melebihi.
4// usaha beliau melalui tulisan dlm memberi teguran merupakan usaha yg amat brharga. Usaha yg menggambarkn hakikat realita yg ada slama ini, shingga tak benar bila beliau berdusta dan melakukan talbis sebagaimana yg akan kalian lihat buktinya. Adapun tuduhan ust sarbini, maka itu hanyalah luapan emosi yg akan kami tanggapi berikutnya insya Allah. Luapan emosi seperti bisa jd mengandung unsur adu domba antara ust abdul Barr dg ikhwah2, shingga mrk nggak mau lg mendengarkn kajian ust abdul Barr hafizahullah min makril la'abiin.
5// goresan pena beliau amatlah tepat mengenai sasarannya. Pertama beliau membawakan atsar dr Robiah bin Abi Abdir Rohman untuk menjelaskn kpd kita bhw di Indonesia ini ada sebagian ust suka brfatwa tanpa ilmu, krn sedikit pengalamannya, jelek jalan hidupnya, kotor hatinya, dan tidak dikenal atau asing di tengah para ulama, serta tidak memiliki pengenalan terhadap al-kitab dan as-sunnah serta atsar-atsar Salaf, dan tidak pula memberikan jawaban dengan baik.
Setelah itu ust. abdul Barr memberikan bukti yg amat gamblang ttg hal yg disinggung dlm atsar tsb, dg menyebutkn pengalaman (rapat Majalah As Syariah) yg dilihat oleh mata beliau, didengar oleh telinga beliau dan dipahami oleh hati beliau. Ma kadzabal fu'adu ma ro'aa.
Kedua, ust. abdul Barr membawakan ucapan ibnu abdil barr ttg hukum yg diterapkn pd manusia brdasarkn lahiriah org. Beliau membawakan hal ini krn seringnya beliau dan ust2 lainnya melihat lukman membaca maksud org dg membuat lawazim batil sebagaimana yg kami jelaskn dlm tulisan sebelumnya yg brjudul: "Meluruskn tanggapan tak berarti Lukman ba abduh saat Ia brkomentar ttg Bayan ust. Dzulqornain"
Disini anda lihat sendiri bhw beliau tidaklah dusta dan salah, bukan seperti yg dituduhkn oleh sarbini Abu abdillah al makassari.
5// Ucapan sarbini yg brgaris bawah telah diingkari oleh syekh Rabee sendiri, dan nggak usah dibesar2in. Baca dlm : http://pelita-sunnah.blogspot.com/2013/12/jangan-bersikap-ghuluw-kepadaku.html

þ     ust sarbini brkata:
"Tak ayal lagi, tulisan tersebut mengandung tahdzir (peringatan) agar salafiyyun menjauhi Luqman Ba’abduh sebagaimana ia telah menjauhinya. Ironisnya, di saat yang sama dia dekat dengan sebagian hizbiyyun bersama Dzul Qarnain dan Ja’far Shalih".
Sanggahan:
1.      Sarbini kenapa ia takut jika ust abdul Barr mentahdzir Lukman ba abduh, bukankah lukman jg mentahdzir ust dzul agar salafiyyun menjauh dr beliau?

2.      Ust. abdul Barr brsama hizbiyyun? Ah, rasanya aneh, jgn sampe ini sekedar tuduhan yg tak berlandaskn tatsabbut. Sebab ust abdul Barr tlh dituduh demikian, namun nyatanya tidak demikian, hanya salah paham, sebagaimana anda bs baca dlm tulisan beliau yg brjudul : "Meluruskan Sanggahan Ustadz Muhammad as Sawed", bs dilihat di : http://pelita-sunnah.blogspot.com/2013/12/meluruskan-sanggahan-ustadz-muhammad-as.html

3.      Ironisnya, di saat Lukman, sarbini, cs memasalahkn ust Dzul, dan lainnya, eh lukman, cs masih mengundang mrk dauroh di Jogja selama ini. Berarti kalian dekat dan duduk brsama dg manusia2 brmasalah.


þ     Sarbini brkata lg:
"Pada tanggapan singkat ini, akan kami tunjukkan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada analisis saudara ‘Abdul Barr.
1. Ucapan guru kami yang mulia asy-Syaikh ‘Abdurrahman al-‘Adeni –hafizhahullah- yang dinukil oleh saudara ‘Abdul Barr. Kata ‘Abdul Bar, “Sebelum saya kembali ke tanah air tercinta, Alhamdulillah, Allah berikan taufiq kepada saya untuk menyambangi guru kami asy-Syaikh Abdur Rahman Al Adeny –hafidhohulloh. Pada kesempatan itu, beliau bertanya tentang perihal dakwah di Indonesia. Kemudian beliau bertanya kepada saya, ‘Siapa sekarang orang yang menggantikan posisi Ja’far Umar Thalib dalam dakwah? Maka saya katakan,’Luqman Ba’abduh ya Syaikh’. Kemudian beliau berkata,
أنا أخشى علیه وھو لیس بذاك وإندونیسیا بلدة كبیرة فیها أمة كبیرة تحتاج إلى واحد قوي يحتفون حوله.
‘Aku mengkhawatirkan dirinya, karena dia tidak sepantas itu, sedangkan Indonesia adalah negeri yang besar, padanya terdapat umat yang besar, membutuhkan seorang yang kuat (dalam ilmu), (untuk) kaum muslimin merujuk kepadanya’."
Kemudian Sarbini al makassari memberikn tanggapan sambil brkata:
"Jika hal itu memang benar diucapkan oleh beliau -tetapi sulit dipercaya kebenarannya-, hal itu karena perhatian beliau terhadap dakwah salafiyah di negeri ini yang sangat berat untuk diemban. Mengenai beratnya tanggung jawab dakwah di negeri ini, hal itu pun disadari oleh al-Ustadz Luqman Ba’abduh sebagaimana pernah beliau ungkapkan. Kita semua menyadari hal itu, tetapi kita harus berbuat sesuatu untuk Islam dengan mengemban dakwah salafiyah ini dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Kuncinya adalah ta’awun di atas kebaikan dan ketaqwaan dengan penuh keikhlasan dan amanah, tidak diboncengi oleh misi dan kepentingan tertentu".
Tanggapan kami atas ust sarbini:
1.      Apa yg diutarakan oleh ust abdul Barr harus lbh kita dahulukn, krn kita nggak prnh ngenal beliau berdusta. Kalo salah, nah jelaskn dr sisi mana beliau salah!
2.      Dakwah memang berat, shingga membutuhkn masukan dr dai lain. Kalo smua dai hanya kembali kpd ijtihad dan pendapat lukman, maka tentunya ini bukanlah jalan yg trbaik. Hanya sj kita sesalkn lukman ini suka main tekan dai2 salaf yg jika ia punya pendapat. Jika tidak, maka ia nyikapi org. Padahal boleh jd ia belum brsikap krn menurutnya blm saatnya brsikap, sebab akan menimbulkn kerusakan yg lbh bsr dibanding maslahatnya. Intimidasi dan tekanan seperti ini masing2 ust yg prnh bermuamalah dg lukman tlh merasakannya, sprt ust abdul Barr, ust dzul, ust abdul Mu'thi, ust Naim Solo dll. Bahkan ust askari dan mgk jg msh ada yg lainnya dr kalangan mrk.
3.      Ust2 salaf telah berusaha keras siang dan malam mengemban dan menyebarkn dakwah salafiyah, namun smuanya bagaikan tenunan yg dirajut, lalu dilepaskn kembali dr pintalannya. Kemarin kita membangun dakwah salafiyyah dan merajut ukhuwah di atas minhajun nubuwwah, namun syg amat ada sbagian dai2 yg kembali melepaskn dan merusak smuanya dg tuduhan dan kecurigaan tanpa didasari nasihat. Langsung dikupas dlm dauroh2 yg slayaknya diisi dg ilmu akan tetapi diisi dg ghibah yg haram. Mana kemauan kita untuk ta’awun di atas kebaikan dan ketaqwaan dengan penuh keikhlasan dan amanah, tidak diboncengi oleh misi dan kepentingan tertentu. Sedikit ada celah menyudutkn ust dzul dan lainnya, maka mrk menyorotnya, mencatatnya, menyebarkannya dan menjadikannya bahan dauroh "ilmiah" tanpa sebelumnya dibalut dg nasihat dan kesabaran. Smua lhr dr sikap isti'jal (tergesa2). Sungguh ini adalah ta'awun yg sial. Barangsiapa yg membangun sebuah prsaudaraan di atas ta'awun sial ini, maka yakin seumur hidup ia tak akan memiliki saudara dan hasil dakwah yg bs diharap. Ia akan lbh byk merusak.

þ     Ust. sarbini brkata:
"Yang jadi masalah adalah ketika saudara ‘Abdul Barr menjadikan hal itu sebagai pegangan untuk lancang menvonis dengan mengatakan, “Dan ternyata setelah saya pulang ke Indonesia apa yang dikhawatirkan oleh asy-Syaikh AbdurRahman benar adanya. Ketika orang yang tidak berilmu berbicara tentang agama, maka dia akan sesat lagi menyesatkan”.
Bukankah ini berarti dia telah mengklaim bahwa dirinya dan Dzul Qarnain yang berada di atas shirathul mustaqim sehingga pantas bagi salafiyyun untuk mengikuti dan mengitari mereka?"
Sanggahan:
1# Ucapan ust abdul Barr ini sebenarnya nggak perlu dibesar2in. Itu adalah pemahaman yg lurus brdasarkn realita yg ada. Krn kita telah melihat bagaimana rusaknya dakwah lukman yg salah dlm menyikapi para dai salaf yg slama ini ia tahdzir dg trgesa2 tanpa nasihat prsaudaraan.
2# Seorg yg meyakini dirinya di atas al haqq brdasarkn dalil2 dan kaedah ilmiah, memang ia di atas shirathul mustaqim, insya Allah. Shingga salafiyyun memang slayaknya mengikuti mrk. Tp jgn disalahpahami lg bhw ust abdul Barr, mentazkiah diri lg. Hal ini pun bs kami balikkan kpd kalian: "Apakah di saat lukman merasa benar, berarti ia di atas shirathul mustaqim?" Kami heran dg ucapan sarbini ini.

þ     ust sarbini brkata:
"Ya subhanallah, kesesatan apa gerangan yang didakwahkan oleh saudara kami al-ustadz Luqman Ba’abduh?
Saudara ‘Abdul Barr lantas menyebutkan satu persatu hal-hal yang dianggapnya sebagai kesesatan-kesesatan al-ustadz Luqman, yang akan kita kaji bersama dengan penuh inshaf (adil) dan bijak, tanpa fanatik dan tendensius.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ … (١٣٥)
 “Wahai sekalian orang-orang yang beriman jadilah kalian orang-orang yang selalu menegakkan keadilan sebagai saksi-saksi karena Allah, meskipun atas diri kalian sendiri atau kedua orang tua dan karib kerabat” (An-Nisa’: 135)."
Sanggahan:
Pertanyaan sperti ini selayaknya tak diajukan oleh ust sarbini jika ia sdh mengetahui apa yg trjadi slama ini. Yg ia butuhkn adalah memutuskn sesuatu dg adil dan jujur. Dan nanti kita akan lihat sisi jujur tidaknya beliau dlm bersikap.
Selanjutnya ust sarbini brkata lg:
"Sebelumnya, kami ingin menerangkan terkait hal yang dinukil dari guru kami yang mulia, asy-Syaikh ‘Abdurrahman al-‘Adeni -jika nukilan tersebut dari beliau memang benar, tetapi sulit dipercaya kebenarannya.
Agar diketahui oleh semuanya, al-ustadz Luqman Ba’abduh tidaklah memosisikan dirinya sebagai rujukan dan ahli fatwa dalam dakwah ini, melainkan mengajak saudara-saudaranya dari kalangan asatidzah yang mulia untuk berkumpul dan memusyawarahkan dakwah dengan selalu merujuk kepada nasehat dan bimbingan ulama kibar. Beliau sangat menghargai pendapat dan usulan para asatidzah yang hadir, tidak otoriter memaksakan setiap idenya. Beliau sangat menyadari bahwa asatidzah yang bersamanya adalah thullabul ‘ilmi (para penuntut ilmu) murid-murid masyayikh kibar, seperti Muqbil al-Wadi’i,  Rabi’ al-Madkhali, ‘Ubaid al-Jabiri, Muhammad bin Hadi, ‘Abdullah al-Bukhari, dan lainnya."
Tanggapan:
1.      Prhatikan ust sarbini memberikan penilaian sebelum memberikan bukti. Smua ini untuk memberikan kesan bhw ust abdul Barr nggak benar dlm pengakuannya.
2.      Penilaian ust sarbini ttg Lukman ba abduh tidaklah tepat. Lukman ba abduh slama ini telah menempatkn dirinya sbg pimpinan para ust. Buktinya, jika ia tak diikuti dlm pendapat dan ijtihadnya dlm masail da'waiyah, maka ia akan marah, menyikapi, menekan org, dan memaksa org. Ulama sj dlm brfatwa nggak meng-ilzam (menekan) org. Tp lukman lain. Kisah jika kita mau sebut satu prsatu trlalu byk. Tp cukuplah pengabaran dr para ust2 kita dlm hal ini. Silakan lihat kisah2 itu dlm tulisan ust abdul Barr, ust. Abdul Mu'thi, jafar salih yg tlh kami rilis dlm blog ini.
3.      Sehingga tak benar jika dinyatakan oleh sarbini bhw Lukman ba abduh sangat menghargai pendapat dan usulan para asatidzah yang hadir, tidak otoriter memaksakan setiap idenya. Ini adalah penilaian yg nggak jujur. Kita lihat prtemuan di Bandung. Para ust dr kedua belah pihak telah hadir dr brbagai propinsi dan hadir jg kala itu syekh abdullah al mar'iy. Namun lukman ba abduh nggak mau keluar dr kamarnya. Padahal dipanggil brkali2, bahkan syekh ikut memanggilnya. Tp ia tak brgeming dg panggilan syekhnya. Inikah org yg menghargai pendapat ust2 lain, inikah menghargai syekh selaku guru dan org tuamu? Inikah yg dikatakan merujuk kpd ulama? Coba kita cari jawaban secara brjamaah!
4.      Jika lukman itu mengakui bhw bukan cuma dirinya sebagai murid dr para ulama, nah mengapa slama ini ia slalu memaksakan ijtihadnya? Mengapa hrs mengikuti langkahnya, walaupun itu salah?! Inikah pengakuan dan penghargaan kpd org lain?

al ustad yg mulia Sarbini brkata:
"Ternyata dengan perjalanan dakwah yang cukup panjang lebih sepuluh tahun lamanya, banyak hal yang telah diperbuat, dakwah salafiyah pun semakin meluas dan berkembang pesat dengan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di antara jasa al-ustadz Luqman Ba’abduh dan ustadz-ustadz yang bersamanya yang menunjukkan keseriusan dan perjuangan mereka untuk menjaga dan mengembangkan dakwah salafiyah di negeri ini adalah diadakannya daurah nasional setiap tahun bersama ulama. Hal ini tidak lepas dari andil besar dan kegetolan al-ustadz Luqman mengordinir para asatidzah untuk ta’awun menyukseskan daurah nasional tersebut. Bukankah itu bukti nyata bahwa salafiyyun hendak didekatkan dan diikat dengan ulama, bukan dengan dirinya?"
Tanggapan:
1.      nggak ada yg mengingkari bhw lukman ba abduh slama jg brdakwah sesuai kapasitasnya. Namun jgn dipahami bhw hanya dialah yg brdakwah dan jgn pula disangka bhw dialah yg paling byk jasanya dlm dakwah. Dakwah salafiyah di Jogja trselenggara dg sukses krn adanya ta'awun dg ust2 yg dipermasalahkan oleh ba abduh, semisalnya ust dzul, abdul Barr, abdul Mu'thi, naim, jauhari dll.
2.      Anggaplah bhw dakwah salafiyah tersebar di Indonesia. Tp ingat nggak ust sarbini, ttg sikap lukman yg gegabah dlm mentahdzir ust2 ahlus sunnah? Ini adalah keruskan besar yg telah menghancurkn ukhuwah di atas minhaj nubuwwah! Apakah ia mengira bhw yg meramaikan dan menyukseskn dakwah dan dauroh adalah anak2 didik Lukman, cs saja. Tidak! Ust2 lain yg ditahdzir pun punya anak2 didik yg ikut serta. Gimana kiranya jk gurunya ditahdzir, akankah mau hadir dan membantu jika hati hancur melihat gurunya ditahdzir tanpa alasan yg jelas, tanpa nasihat dan kesabaran?
3.      Mengordinir para asatidzah? Asatidzah siapa yg dimaksud? Jelas yg mau diatur menurutnya. Lantas siapa yg mengangkatnya sbg koordinator alias pengatur alias pemimpin dauroh. Smua ust salaf di Indonesia, bukan tentunya. Itu hanya inisiatif lukman cs, lalu diikuti oleh ust2 yg sejalan dgnya. Ust2 yg sjk dulu diprmasalahkn –kayak ust dzul dll- apa diajak, ya nggaklah. Skalipun ust2 yg dipermasalahkn nggak trlibat, mrk masih pro aktif mendukung dauroh Jogja, mendorong smua ikhwah, keluarga, handai taulan untuk hadir brsama. Ini menunjukkan bahwa para ust yg dipermasalahkn itu slama ini jg punya byk andil.
4.      Dauroh salafiah di Jogja diadakan oleh pihak lukman, cs, shingga yg menguasai jalannya dauroh, jelas mrk. Ini merupakan kesempatan emas bg mrk mendekati para masyayikh yg hadir untuk diberikan info dan berita seputar musykilah2 dakwah. Dauroh ini jelas brfungsi ganda: untuk menyebarkn ilmu dan untuk mencari pendekatan kpd masyayikh yg dtg agar mrk kelak membawa berita "segar" yg menguntungkn sbagian pihak. Ini sebenarnya rahasia umum di kalangan ust2. Walaupun byk yg nggak nyadari.
5.      Jd ust2 mau didekatkn sesuai maunya lukman ba abduh. Kalo nggak mau ya dijauhkan dan dicarikn fatwa agar ia jd sesat! Inikah mengikat dan mendekatkn para dai kpd ulama? Ini mendekatkan dan mengikat mrk dg Lukman ba abduh.
Kemudian ust sarbini brkata:
"Kita sepakat bahwa rujukan kita adalah al-Qur’an dan as-Sunnah menurut pemahaman salaful ummah, dengan bimbingan para ulama. Terkhusus tentang masalah dakwah dan fitnah, kami berprinsip bahwa harus dikembalikan kepada ulama kibar yang telah diakui ketokohannya di bidang ini, seperti asy-Syaikh Rabi’. Tidak setiap orang yang menyandang gelar sebagai syaikh mampu menangani urusan dakwah dengan berbagai fitnah besar yang menggoncangnya. Lihatlah betapa banyak ulama ahli hadits di masa terjadinya fitnah kaum Jahmiyah dengan “mihnah khalqi al-Qur’an (fitnah ujian untuk mengatakan bahwa Qur’an itu makhluk)”, tetapi dari sekian banyak ulama ahli hadits, al-Imam Ahmad yang terpilih sebagai pahlawan dan tokoh rujukannya. Demikian pula di masa ini, sejak zaman hidupnya tokoh-tokoh mujaddid yang digelari oleh asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab al-Wushabi sebagai imam empat (Ibnu Baz, al-Albani, al-‘Utsaimin, dan Muqbil al-Wadi’i), di kala itu al-walid asy-Syaikh Rabi’ telah tampil berperan membawa panji jarh wat ta’dil membantah ahlul bida’ wal ahwa’. Sekian banyak fitnah besar yang melanda dakwah ini, fitnah ‘Abdurrahman ‘Abdul Khaliq, fitnah Quthbiyyah, fitnah Sururiyah, fitnah Hasaniyah, fitnah Halabiyah, fitnah Hajuriyah, dan lainnya. Kita mendapati tokoh dan pahlawan terdepannya adalah asy-Syaikh Rabi’ bersama ulama kibar lainnya di Madinah, seperti asy-Syaikh ‘Ubaid al-Jabiri dan lainnya".
Tanggapan:
1.      Kita sepakat bhw masalah dakwah dan fitnah serta yg lainnya,  harus dikembalikan kepada ulama. Namun jgn sampai kita memanfaatkn ulama dlm sebuah tendensi hina untuk menjatuhkn saudara kita para ust salafi lainnya dg brsenjatakn fatwa. Kita memberikn berita yg tak sesuai dg realita, shingga fatwa ulama sejalan dg keinginan kita.
2.      Kita akui bhw seorg dai sebaiknya kembali kpd ahlul ilmi. Hanya perlu jg dipahami bhw jgn setiap saat dan setiap kasus kita melaporkn saudara kita ahlussunnah (dlm hal ini para dai) kpd ulama. Slama msh anda pintu dialog dan bercengkerama, maka tempuhlah jalan itu. Adakan pembicaraan dr hati ke hati. Nggak usah terus2an ngelapor kepada ulama. Yg kita ingkari pd lukman, cs, ia nggak mau brtemu dr hati ke hati dg penuh prsahabatan. Siapa sih yg nggak mau terima nasihat prsahabatan. Yg nggak bs diterima jk langsung main tahdzir, tanpa ada nasihat prsahabatan sebelumnya. Lukman ba abduh sj nggak terima jika digituin!
3.      Masalah fitnah dan dakwah boleh saja kita ajukan prkaranya jika sdh menempuh jln yg kami sebutkn pd poin sebelumnya. Akan tetapi perlu kami jelaskn bhw bukanlah keharusan fokus kpd satu ulama, boleh jg kpd yg lain. Krn boleh jd yg ini nggak, tp yg lain tahu dan tepat dlm menghukumi. Tinggal kejujuran yg dibutuhkn dlm hal seperti ini. Apakah kita mencari fatwa ikhlas krn ingin prbaikan, atau justru ingin mempertahankan prinsip yg salah slama ini.
4.      Setiap ulama punya kemampuan dlm mengkaji setiap prmasalahan. Mrk hanya membutuhkn data dan informasi. Setelah punya tashowwur (gambaran), mrk akan memutuskn dg ilmu, sbagaimana halnya di zaman Imam Ahmad, yg menjadi rujukan bukan cuma Imam Ahmad rohimahullah. Ada ulama lain yg brbicara. Hanya saja mrk diam krn menghormati Imam Ahmad. Bukankah di zaman itu ada sejumlah ulama yg disiksa sampai mati krn menyatakan bahwa Al Qur'an adalah kalamullah, bukan makhluk? Ulama2 itu hdp di brbagai tempat dan menjadi rujukan setiap kaum yg dekat dg mrk. Memang yg dikenal dlm sejarah bhw Imam Ahmadlah yg paling getol menentang aqidah Jahmiyyah tsb yg menyatakan bhw al Qur'an adalah makhluk. Tp bukan satu2nya rujukan di zaman itu. Krn zaman itu masih byk ulama. Mgk kalo di Baghdad dan sekitarnya ya, tapi di tempat lain? Kan ada ulama ahlus sunnah lainnya yg ikut brfatwa.
5.      Ulama kibar dan ulama shighor kami nggak th batasannya sampai dimana? Ibnu Abbas di masa Umar saat ditanya ttg tafsir suroh An-Nashr, maka beliau memberikn jawaban lbh tepat dibanding kibar (senior) ketika itu. Walaupun kita tak mengingkari bhw kibar lbh hati2 dan mgk lbh byk imu dan pengalamannya. Namun jgn sampai ucapan seperti ini menjadi pembendung bg kita untuk menolak ijtihad ulama lain yg msh kita anggap shighor. Semacam syekh Abdullah al Bukhori dan Abdullah al mar'iy, nggak boleh bg kita memandang remeh nasihat2 mrk yg terjun langsung melihat kondisi lapangan para dai salaf. Intinya, kita ahlus sunnah brpijak di atas al haqq (kebenaran) brdasarkn prinsip dan kaedah keilmuan dr penjelasan ulama salaf kita, entah kebenaran itu dr kibar, ataupun dr shighor. Wallohu A'lam bish showab.
6.      Kita akui bhw syekh Rabee' adalah salah satu ulama yg berperan membawa membantah ahlul bida’ wal ahwa’. Namun bukan berarti beliau satu2nya yg paling tahu. Syekh Al-Fawzan, Al Luhaidan, Ibnu Baaz, Ibnu Utsaimin, Albani, Abbad Al Badr dan lainnya. Memang syekh Rabee' memang paling byk brkomentar ttg firqoh2 sesat dan masa'il manhajiah. tapi bukan berarti bhw beliau yg paling paham. Kita lht saat munculnya manhaj irja' dr al halabi, siapa yg komentar duluan? Ya syekh Al Fawzan, Abdul aziz ar rojihi dan lainnya di Al Lajnah Ad Daimah, sementara wkt itu ulama lain msh diam, trmasuk syekh Rabee', krn kala itu setahu kami, al halabi msh biasa kunjung ke syekh rabee'. Ketika munculnya kasus teroris, siapa yg awal kali brkomentar, ya tentunya ulama2 tsb, trmasuk jg syekh Zaid Al Madkholi. Ketika munculnya fitnah di al jaza'ir, siapa yg brkomentar lbh dahulu? Ya syekh albani, abbad al badr, romadhoni dll. Di saat munculnya Farhan Al malikiy (penulis syiah) yg jahat, siapa yg menulis bantahan prtama dlm hal ini? Ya, syekh abbad dan ulama lainnya. Ketika munculnya kebiasaan pd sebagian salafiyyin yg suka mentahdzir salafi lain dan mengharuskn mrk satu sikap, siapa yg brbicara duluan? Tentu syekh Abbad. Jika mau sebutkn kasus perkasus, maka trlalu byk untuk dicatat. Jd, ulama2 kita yg lain pun hrs kita mintai nasihat, jgn fokus kpd satu org. Krn boleh jd yg satu ini salah, akhirnya kita pun salah. Nas'alullohal afiyah was salamah.
7.      Adapun Abdur Rohman Abdul Kholiq dan lainnya, memang yg bicara fokus dlm hal ini via ceramah dan tulisan adalah syekh Rabee'. Namun apakah ulama lain nggak tahu atau nggak ahli dlm mengatasi hal seperti ini, jelas nggaklah! Ada syekh albani kala itu, Muqbil, al Fauzan dll jg komentar dan brfatwa. Jd jgn dikesankan bhw syekh rabee' lah yg menjadi rujukan satu2nya dlm masalah dakwah dan manhajiah. Msh byk org2 tua kita dr kalangan ulama yg amat mumpuni dlm sgl ilmu.

þ     Ust Sarbini brkata:
"Lihatlah, bagaimana ulama besar sekaliber asy-Syaikh Rabi’ mempercayakan dakwah salafiyah di negeri ini untuk dijalankan oleh al-Ustadz  Luqman dan asatidzah yang bersamanya. Asy-Syaikh Hani pada salah satu kesempatannya di awal kedatangan beliau pada daurah yang lalu sempat mengatakan di hadapan kami, “Kalian adalah para mujaddid dakwah salafiyah di negeri ini dan kalian adalah tsiqat (orang-orang terpecaya) di sisi asy-Syaikh Rabi’. Oleh karena itu, asy-Syaikh Rabi’ mengamanahi saya agar datang kepada kalian untuk daurah di negeri ini.” Beliau juga menasehati kami agar terus berjuang dan tsabat (kokoh) di atas apa yang kami jalani, meskipun banyak musuh-musuh dakwah dan rintangan yang harus dihadapi. Jazahullahu khairal jaza’".
Sanggahan:
1.      Dakwah diemban dg ilmu. Jk seorg brilmu, maka wajibnya brdakwah ke jalan Allah, bukan kpd dirinya dan golongannya. Jd dakwah adalah mandat langsung dr Allah kpd org2 brilmu. Allah taala berfirman:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ  [النحل/125]
"Dakwahilah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."
Jd tugas dakwah itu adalah tugas bg setiap yg brilmu, bahkan tugas setiap muslim. Walaupun setiap org mengambil bagian yg sesuai dg kadar ilmunya.
2.      Dakwah salafiah bukanlah sebuah perusahaan yg harus dipimpin oleh satu org dan dikomando oleh satu org. Di Saudi saja nggak gitu, masing2 ulama dan ust brdakwah di wilayahnya tanpa dikomando oleh satu org. Lajnah Daimah sj jika brfatwa, maka fatwanya nggak ilzam (harus diikuti) bg setiap ulama. Krn itu hanyalah ijtihad, mgk benar atau mgk pula salah.
Jika maksud sarbini dg "memimpin dakwah" disini bhw Lukman ba abduh sj yg hrs diikuti trs, ditaati trs, dihormati slamanya, maka apa bedanya kita dg para hizbi yg membaiat pimpinannya untuk taat kpdnya?
Tapi jika maksudnya bhw ia adalah salah satu diantara dai salaf yg membimbing umat sebagaimana halnya dg ust lain, maka ini benar. Dlm dakwah tidak ada sistem komndo, kayak di Laskar Jihad dulu. Sistem seperti ini hrs dihapus.
3.      Syekh hani brkata demikian sesuai pandangan lahiriah beliau. Ia kan nggak tahu apa sj yg dilakukan oleh lukman ba abduh, cs dlm merusak dakwah dg sikap isti'jal (trgesa2)nya dlm mentahdzir, menghajr, dan menjauhi para dai salaf yg menyelisihi sikapnya atas nama nasihat. Ini bukanlah nasihat akan tetapi perusakan sendi-sendi ukhuwah ala minhajin nubuwwah. Sisi lain, trkadang seorg syekh hanya mujamalah dg kita agar kita lunak dlm mendengar nasihatnya.
4.      Penilaian beliau brbeda dg syekh2 lainnya, sprt syekh al bukhori dan abdullah al mar'iy. Setelah brtahun2 dtg dan menyaksikan carut marutnya dakwah salafiyah dan kacaunya prsaudaraan akibat ada sikap kurang hikmah dr lukman, cs, maka keduanya punya memiliki pandangan yg beda sebagaimana yg kami dgr dr beliau.
5.      Musuh2 dakwah salafiah di Indonesia memang byk! Hanya sj, jgn gampang mengeluarkn org dr barisan dakwah salafiah, lalu menghukumi mrk sbg ahli bid'ah atau hizbi yg pada gilirannya dianggap musuh2 dakwah. Padahal mrk bukan musuh, hanya kitalah yg keliru dlm menyikapi saudara kita sbg musuh.

þ     uts Sarbini al makassari brkata:
"Tidaklah kepercayaan itu datang begitu saja dari asy-Syaikh Rabi’, tetapi setelah beliau benar-benar mengetahui perjuangan al-Ustadz Luqman Ba’abduh dan asatidzah yang bersamanya dalam mengemban amanah dakwah salafiyah di negeri ini. Asy-Syaikh Rabi’ dan sy-Syaikh ‘Uba’id sangat menghargai perjuangan mereka dalam mengemban amanah dakwah ini. Buktinya, keluar fatwa dari kedua syaikh tersebut tentang Ahmad as-Surkati dan Ja’far ‘Umar Thalib (misalnya) berdasarkan laporan tertulis dari Luqman Ba’abduh dan asatidzah yang bersamanya tentang kedua tokoh mubtadi’ yang sesat itu".
Sanggahan:
1% Pengetahuan dan tashowwur syekh rabee' itu terbangun di atas info yg sampe kpd beliau. Jika info lukman ba abduh dan cs yg brsamanya adalah yg bagus2, jelas pandangannya bagus! Tp coba ajukan bbrp pelanggaran mrk dlm brsikap, seperti trgesa dlm menghukumi org, dan menyikapi org sebelum ada usaha nasihat dr hati ke hati dan dialog, justru menghindar, maka jelas jawabannya akan brbeda!
2% Penghargaan kedua syekh bukanhlah trkhusus hanya untuk lukman, cs. Sebab yg brdakwah ala manhajis salaf masih byk, bahkan mgk mrk lbh bagus, gesit, tak kenal siang-malam. Mrk brdakwah dg brbagai media, dg buletin, majalah, situs, twitter, what'sapp, dg lisan dan tulisan.
3% Adapun bukti yg dibawakan oleh ust sarbini, itu hanya sebagian dr usaha dakwah yg boleh jd pihak slain lukman pun sdh melakukannya. Hanya yg duluan sibuk dlm hal adalah ba abduh cs. Kemudian tidak brtanyanya para du'at tsb, bukan berarti bhw mrk nggak punya prhatian kedua org ini. Mgk sj mrk tak brtanya kpd ulama, krn kedua org tsb sdh dipandang jelas manhajnya. Saya pribadi punya kumpulan data dr ust dzul ttg ormas al-irsyad dan dai2nya. Disitu dijelaskn smua ttg kegiatan al irsyad yg menyimpang dan jg disinggung ttg ahmad surkati. Hanya sj data itu sdh hilang dr tangan kami. Silakan tanya sj ust dzul hafizahullah. Kalo jafar umar, ya masyhurlah penyimpangannya, biar nggak ditanyakan kita jg sdh tahu.

þ     Selanjutnya ust sarbini mengajukan bbrp pertanyaan untuk menguatkn bhw lukman ba abduh dan dai yg memihak kpdnya punya andil besar dlm dakwah. Dengarkn sarbini brkata:
"Di mana saudara ‘Abdul Barr dan Dzul Qarna’in ketika dahsyat-dahsyatnya fitnah Ja’far ‘Umar Thalib sang pendusta yang ingin kembali masuk ke dalam barisan salafiyyun? Di kala itu justru terlihat bahwa mereka terombang-ambingkan oleh tala’ub dan talawwun plus kedustaan-kedustaan Ja’far Umar Thalib".
Tanggapan:
1.      Terlihat atau ternilai? Smua ini adalah buruk sangka wahai ust! Kami yg dekat dg mrk tak mengenal dr sikap2 mrk. Mereka jg menyikapi jafar umar. Hanya sj sikap mrk tidaklah membabi buta dlm menyikapi jafar. Masih ada nasihat untuknya. Mrk tidaklah menutup pintu tobat bg jafar. Di saat jafar umar menulis pernyataan rujuknya, ust dzu dan lainnya tetap brsikap hati2 dan tidak langsung menjadikannya teman! Jafar umar adalah manusia yg butuh nasihat. jgnlah kita sbg dai sunnah yg membangun ukhuwah di atas minhajun nubuwah kemudian menutup tobat bg jafar umar tholib. Jgn kita ghuluw dlm menyikapinya, sebab diantara kalian jg ada dai2 yg dulu ikut Jafar, lalu diberi hidayah. Takutlah kita jgn sampe terkena hadits ini:
Dari Jundub rodhiallahu 'anhu:
: أن رسول الله صلى الله عليه و سلم حدث أن رجلا قال والله لا يغفر الله لفلان وإن الله تعالى قال من ذا الذي يتألى علي أن أغفر لفلان فإني قد غفرت لفلان وأحبطت عملك
"Bahwa Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bercerita bhw ada seseorg yg brkata: "Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan". Allah taala brfirman: "Siapakah yg brsumpah atasku bhw aku tidak akan memberikan ampunan kpd si fulan? Sungguh Aku telah memberikn ampunan bg si fulan dan Aku gugurkan amal2mu". Hr. Muslim dlm shohihnya (no 2621).
2.      Yg kami syukuri para ust yg disudutkn secara zhalim oleh ust sarbini, tidaklah terombang-ambing dg kasus Jafar umar. Buktinya, sampe hr ini mrk msh tegar, bukan krn tahdziran lukman cs, tp mrk memang org2 brilmu. Sehingga ust2 itu bukanlah kaum yg ikut menjadi tala'ub dan talawwun sebagaimana yg digambarkn oleh sebagian pihak secara tak adil.
3.      Bahkan dr dulu mrk memiliki sikap yg jelas dg jafar umar thalib. Tidakkah kalian mengingat jasa ust dzul saat melaporkan penyimpangan Laskar jihad yg dipimpin oleh Jafar umar dan Lukman ba abduh. Berkat prtolongan Allah dan usaha keras ust dzul dlm melaporkn penyimpangan Laskar, shingga keluarlah fatwa pembubaran Laskar Jihad. Dg jasa siapa? Ya ust dzul. Akhirnya bubarlah Laskar dan trbagilah pasukan ada yg brpihak jafar dan ada yg brpihak ke yg lain. Alhamdulillah ust dzul nggak memihak jafar dan yg menyimpang! Mauqif ust dzul dr dulu jelas!
Pertanyaan kedua yg diajukan oleh ust sarbini:
"Di mana ‘Abdul Barr dan Dzul Qarnain di saat fitnah Hajuriyah  menggoncang dakwah salafiyah di negeri ini yang menelan banyak korban dan menimbulkan kebingungan bersikap di kalangan salafiyyun? Di kala itu tampil Luqman Ba’abduh dan asatidzah yang bersamanya menghadapi fitnah tersebut dengan sekuat apa yang mereka miliki sampai hari ini, yang dengan sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala selamatkan dakwah salafiyah di negeri ini dari fitnah Hajuriyah yang membabi buta".
Tanggapan:
1.      Tunggu dan sabar wahai saudaraku. Begitu cepatkah anda mengambil kesimpulan bhw mrk diam lalu kalian nilai bhw mrk tak brsikap? Justru dg diamnya mrk menjadi pukulan keras bg kaum hajuriyyun. Itulah sikap yg dianjurkan oleh sebagian salaf agar kaum itu semakin sempit dadanya.
2.      Sikap diam yg diambil oleh para ust tsb di awal fitnah hajuriyyun, merupakan sikap brhati2 dan pelan, krn saat itu jg belum ada penjelasan dr ulama kita untuk menyikapi. Para ust masih mempelajari dan mengumpulkn data sambil menunggu bimbingan para masyayikh, trmasuk syekh rabee' hafizahullah, sbb kala itu syekh rabee' yg sendiri blm menampakkan sikap dan masih dlm rangka nasihat, siapa th Yahya al hajuri msh dapat. Namun tragisnya, lukman ba abduh, cs sdh brsikap layaknya ulama, padahal ulama sj blm menyikapi hajuriyyun. Parahnya lg, smua ust yg msh diam dan tidak satu sikap jg disikapi dan ditahdzir serta dipermasalahkan oleh mrk sampai hr ini sebagaimana yg anda lihat dlm pertanyaan dan pernyataan sarbini ini. Inikah sikap jujur kalian slalu kembali kpd ulama, kpd syekh rabee'. jd siapa sebenarnya yg tdk ikuti nasihat ulama? mrk (lukman, cs) tlh melangkahi ulama! Ini skaligus menjadi bukti autentik bhw lukman, cs trgesa2 dlm menyikapi org. Akhirnya trsulutlah api fitnah hajuriah yg lbh besar akibat mentahdzir mrk dg trgesa2 dlm majelis2 dan dauroh. akhirnya byk ikhwah yg smula jahil ttg hal itu akhirnya tahu dg pengetahuan yg masih samar2. Akibatnya mrk mencari tahu sendiri fitnah itu di internet dll. Hajuriyyun jg gesit nyebar berita. Andaikn mrk memberikan nasihat2 ringan sj kpd ikhwah dlm menghadapi fitnah, maka hasilnya tak separah skrg. Kita lihat di tempat2 para ust yg hati2 dlm brsikap, smisal ust dzul di makassar. Menurut info yg kami dr ust2 makassar dan jg kami langsung menyaksikan kota makassar, ikhwah mayoritasnya tenang menghadapi fitnah hajuriah. Yg trfitnah bs dihitung jari. Adapun di jawa dan sekitarnya, la haula wa laa quwata illa billa.
3.      Di saat dai2 lain belum brsikap, apakah benar kita menyikapi mrk? Jika kita menyikapi mrk dan mengharuskn mrk satu sikap dg kita, benarkh ini manhaj salaf? Jelas bukan!
4.      Kalo kita mau cari2 masalah, ya lukman pun bs kita gugat. Di makassar saat kami disana, muncul sebuah yayasan yg kini berubah menjadi ormas yg brnama "Wahdah Islamiah". Kami blm prnh mendengar lukman, cs mendengar mentahdzir mrk. sementara ust2 di makasar sdh lama mentahdzir mrk! Nah apakah lukman ba abduh yg belum menyikapi mrk, lantas kita boleh mempermasalahkn sikap lukman yg msh abstain? Jelas nggaklah! Nah demikian pula dg kasus hajuriyyun ini.
5.      Perlu kami infokan bhw para ust makasar dan lainnya sungguh tlh mentahdzir mrk dlm sebagian majelis, walaupun nggak sempat mrk daurohkan seperti lukman, tp itukan bukan keharusan. Yg jelas ikhwah di wilayah mrk sdh tahu hakikat mrk yg menyimpang! Smua ini mrk lakukan setelah lama brtanya kpd masyayikh dan keluarnya prnyataan sikap syekh rabee' dan ulama lainnya. Walhamdulillah.
Pertanyaan ketiga ust sarbini brkata:
"Sekarang, fenomena fitnah tamayyu’ (sikap lembek/condong) terhadap hizbiyah Turatsiyah, Hasaniyah, dan Halabiyah dengan corong radio Rodja. Di mana posisi kalian dalam fitnah ini? Atau justru tokoh-tokoh tamayyu’ itu adalah kalian, terkhusus ‘pahlawan kesiangan’  yang la’aab mutalawwin plus dusta-dustanya’ yang sangat mengancam kemurnian dakwah salafiyah di negeri ini?"
Sanggahan:
1.      Ini adalah syubhat yg sering dgr mrk pegangi dlm menyikapi ust2 lain. Mana bukti bhw mrk tamayyu' (lunak dan condong) kpd hizbiyah. Ust2 salaf lain cukup dikenal sikap mrk trhadap turotsiyyah, hasaniyah, halabiyah. Ust. dzul dlm bbrp majelisnya kami dgr mentahdzir Rodja, sampai beliau juga di tahdzir di Rodja. Apalagi dg sanggahan ilmiah beliau kpd firanda yg cukup akurat dan mampu mendiamkn firanda serta membabat syubhat2nya. Mana sikap tamayyu' beliau. Paling kalian bilang, tu lihat hubungannya dg jafar salih yg dekat dg org Rodja. Kami katakan bhw saat itu ust dzul msh dlm rangka nasihat sebagaimana syekh rabee nasihati yahya hajuri, tidak langsung disikapi. Kedua, alhamdulillah ust jafar salih telah rujuk dan brtobat dr sikapnya slama ini. silakan lihat di situs indah ini dg judul "Sikap dan Ajakan ust. jafar salih kpd ust Lukman ba baduh". [klik : http://pelita-sunnah.blogspot.com/2013/12/sikap-dan-ajakan-ust-jafar-salih-kpd.html ]
Terakhir sarbini brtanya:
"Di mana saudara ‘Abdul Barr saat Firanda menikam asy-Syaikh Rabi’ dengan tuduhan kejinya, di saat Luqman Ba’abduh yang dicelanya tampil membantahnya dan mematahkan taringnya dengan ilmiah?
Setelah menulis tanggapan ini, sampai kepada kami informasi terpecaya bahwa ternyata guru kami asy-Syaikh ‘Abdurrahman al-‘Adeni telah mendustakan penukilan tersebut, bahkan memuji al-Ustadz Luqman dan mendoakannya, walhamdulillah".
Tanggapan:
1.      Membantah seorg yg menyimpang di depan publik bukanlah kewajiban setiap org. krn boleh jd ia sdh mencukupkn diri dg bantahan ust yg lain, seperti bantahan ust dzul kpd firanda. Kalo gitu, kemana sarbini di saat ust2 lain membantah org2 sesat yg belum prnah dibantah oleh ust. sarbini secara meluas.
2.      Ust Abdul Barr bangkit membantah lukman, krn lukman sdh keterlaluan menjatuhkn seorg dai sunnah yg trhormat dg sgala usaha.
3.      Soal pendustaan itu tidaklah menjatuhkn kredibitas ust Abdul Barr, krn peristiwa yg sdh lama trjadi boleh saja ada kemungkinan syekh al adniy lupa, shingga masuklah ia dlm bab : "ma haddatsa wa nasiya" (org menceritakan sesuatu, lantas ia lupa).
Semoga dg penjelasan yg ringkas ini dpt memberikan pencerahan bg semua pihak. kami brmohon kpd Allah agar memberikan taufiq kpd smua asatidzah salaf.
* Catatan: Tulisan ini sebenarnya kami hendak simpan dan tidak dipublikasikn krn sdh ada bayan syekh Hani. Akan tetapi setelah kami pikir baik2, kayaknya tetap perlu ditampilkan demi meluruskn isu dan tulisan ust sarbini jg masih trpajang dan trcopas dimana2.
يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ [هود : 88]

2 Komentar:

Pada 6 Januari 2014 01.08 , Anonymous Burhanuddin - Mks mengatakan...

Alhamdulillah. Jazakallahu khoiran katsiro yaa ustadz atas pencerahannya

 
Pada 7 Januari 2014 05.40 , Blogger abu musa muslim alatsary mengatakan...

bayan yang bayyin. masya Allah...mudah2an hati2 yang keras itu menjadi lunak, telinga-telinga itu menjadi mendengar dan mata yang buta menjadi melihat. Dakwah memang akan butuh banyak pengorbanan ustadz, hanya mereka yang ikhlas dan jujur saja yang mau kembali kepada petunjukNya. Allahuma muqallibal qulub, tsabit qulubana 'ala diinik. Allahumma musharial qulub, shorrif qulubana 'ala tha'athik...

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda