Sabtu, 20 Desember 2014

Mengungkap Makar Penganut Manhaj Standar Ganda (Bagian 1)


(Antara Membela Dan Menelanjangi Hani Buroik)
Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah Rabbul 'Aalamin, salam dan shalawat atas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam beserta keluarga dan para Shahabatnya.
Allah Jalla Jalaluhu berfirman:

.فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِك

َ"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu" [Ali Imran/3 : 159]



Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ ) رواه البخاري (39) ومسلم (2816)

"Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat". (HR. Al-Bukhariy no. 39, Muslim no. 2816).

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar lalu menyeru dengan suara yang lantang:

يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لَا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ“

"Wahai sekalian orang yang hanya berislam dengan lisannya namun keimanan belum tertancap di dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan pula kalian memperolok mereka, dan jangan pula kalian menelusuri.mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, dan barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 dan At-Tirmizi no. 2032)

"Manhaj Standar Ganda" yang dilakoni oleh ustadz Luqman Ba'abduh cs semakin hari semakin terang benderang, dan semakin banyak kaum muslimin terkhusus Salafiyyun yang mengetahui dan menyadari makar yang mereka lancarkan terhadap dakwah Salafiyyah dan dai-dainya.
Sikap ekstrem yang mereka terapkan terhadap saudara-saudara mereka kini ibarat "senjata makan tuan", akhirnya mereka sendiri yang membongkar dan menelanjangi diri sendiri dengan kesalahan-kesalahan yang dahulu mereka cela habis-habisan.
Setelah terungkapnya jati diri Hani Buroik (seorang dai asal Yaman yang dielu-elukan oleh ustadz Luqman Ba'abduh cs), kini mereka berusaha untuk membela walaupun tanpa mereka sadari telah menelanjangi diri sendiri, selengkapnya mari kita simak penjelasannya.
Dalam rangka membela Hani Buroik, muqollid setia ustadz Luqman Ba'abduh merilis dalam situs fitnah mereka bernama "Miratsul Anbiya" sebagai berikut:

"MENEPIS TUDUHAN DUSTA terhadap ASY-SYAIKH HANI hafizhahullah


Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh
Hayyakumullah, wahai saudara-saudaraku semuanya.
Terkait dengan apa yang dinukil oleh "al-Akh" dari asy-Syaikh Hani bin Braik, bahwa beliau tidak ada kaitannya dengan "al-Jum'iyyah al-Khairiyyah li Tahfizh al-Qur'an al-Karim" (Perkumpulan Sosial Tahfizh al-Qur'an al-Karim).
Aku katakan - dan Allah menyaksikan atas ucapanku - :
"Syaikhuna Hani hafizhahullah TELAH BENAR DALAM HAL INI.
Aku bekerja di lembaga "Tahfizh al-Qur'an" tersebut di propinsi itu, di salah satu perkumpulannya. Asy-Syaikh Hani datang ke propinsi pada bulan Sya'ban tahun 1433 H, yakni dua tahun setengah yang lalu. Beliau datang membawa anak-anaknya agar dididik menghafal al-Qur'an di perkumpulan yang kebetulan aku bekerja di situ. Perkumpulan tersebut mayoritasnya adalah awam, tidak mengerti apa-apa.
Asy-Syaikh Hani menyampaikan sekian kali muhadharah, sehingga masyarakat awam dan lainnya mengambil faidah dari ilmu dan dakwah asy-Syaikh Hani. Beliau mensyarah "Umdatul Ahkam", "al-Baiquniyyah", dan lainnya. Beliau juga ada dars harian di masjidnya, dars tentang aqidah dan fiqh. Di antara yang turut hadir dalam dars beliau adalah Kepala Lembaga Wakaf Propinsi.
Jadi, asy-Syaikh Hani hafizhahullah adalah sebagaimana yang beliau katakan, TIDAK TERMASUK ORANG YANG BEKERJA DI JUM'IYYAH. Namun beliau DIPANGGIL untuk memberikan muhadharah dan durus, serta dars "al-Qaidah an-Nuraniyyah" (tuntunan belajar membaca al-Qur'an, pen) untuk para pengajar halaqah-halaqah Talqin di Jum'iyyah.
Asy-Syaikh Hani - barakallahu fihi - seorang yang senantiasa memberikan faidah terhadap orang yang salah. Di Propinsi tersebut tidak ada 'ulama. Setiap orang yang meminta fatwa, maka dikirimlah (permintaannya) kepada asy-Syaikh Hani
Di Propinsi banyak tersebar Paham Takfir di tengah-tengah para pemuda. Maka asy-Syaikh Hani MEMERANGI paham tersebut dalam khutbah-khutbah dan durusnya. Hingga sebagian para pemuda pun mengerti bahwa paham tersebut menyimpang. Aku kumpulkan orang yang ingin mendebat beliau dari kalangan para khatib pripinsi. Lalu dikatakan kepada mereka bahwa telah disiapkan waktu untuk bertemu dengan asy-Syaikh Hani, supaya kalian mengetahui al-Haq.
Asy-Syaikh Hani juga ada khutbah-khutbah tentang pemikiran tersebut, bisa Anda dapatkan di Miratsul Anbiya (ar.miraath.net)
Juga, yang aku ketahui tentang asy-Syaikh Hani - dan aku adalah salah seorang murid dekat beliau - Bahwa beliau (asy-Syaikh Hani) tidaklah berbicara, tidak keluar, dan tidak pula masuk, kecuali bedasarkan MUSYAWARAH dengan KIBARUL 'ULAMA, seperti asy-Syaikh Rabi, dan asy-Syaikh 'Ubaid. Sampai-sampai urusan safar-safarnya juga di bawah MUSYAWARAH dengan para 'ulama tersebut. Demikian pula durus beliau di luar Saudi, beliau diutus oleh asy-Syaikh Al-'Allamah Rabi. Ini cukup sebagai kebanggaan bagi beliau, yaitu bahwa beliau BERJALAN BERSAMA 'ULAMA KIBAR.
Benarlah asy-Syaikh dalam apa yang beliau ucapkan, bahwa Jum'iyyah tersebut di bawah Kementrian Wakaf. Demikian, wallahu a'lam.
Kalau seandainya pada asy-Syaikh Hani ada sikap basa-basi, atau senang duduk dengan para hibiyyin, serta bersikap lembek seperti kata mereka, niscaya akan aku jelaskan.
Aku adalah seorang salafy yang paling dekat dengan beliau. Beliau mengajarkan kepadaku untuk tidak ta'ashhub kepada tokoh, bahkan aku harus mengucapkan al-Haq walaupun terhadap diriku sendiri.
Asy-Syaikh Hani benar-benar TERPISAH dari mereka. Beliau sejak Shubuh hingga Isya berada di maktabahnya, berkutat dengan kitab-kitab, dan computer di masjidnya. Terkadang beliau kembali ke rumah ba'da zhuhur hingga 'Ashar, namun seringnya tidak pulang.
Inilah yang aku ketahui. Allah sebagai saksi.
Washallahumma wa sallam 'ala Nabiyyina Muhammad. Mohon maaf jika terlalu panjang dan susunan kalimatnya tidak teratur.
Saudara kalian
Mahmud bin Hasan La'mam
17 Shafar 1436 H
WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia." ~Selesai penukilan~
[http://miratsul-anbiya.net/…/menepis-tuduhan-dusta-terhada…/]

Pencerahan:

InsyaAllah kami akan menjelaskan beberapa syubhat yang terkandung dalam artikel di atas, semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.


Pendahuluan


"al-Jum'iyyah al-Khairiyyah li Tahfizh al-Qur'an al-Karim" (Perkumpulan Sosial Tahfizh al-Qur'an al-Karim) adalah Jum'iyyah yang getol menyebarkan pemikiran ikhwanul Muslimin yang sangat diperangi oleh Luqman Ba'abduh cs dalam banyak tulisan dan ceramah mereka.
Jika kita masuk ke dalam situs Jum'iyyah ini, maka kita akan mendapati muhadhoroh terbaru ulama mereka seperti
a. 'Aidh Al-Qorniy
b. Salman Al-'Audah dan selain mereka.....
lihat di sini: http://www.qksh.org.sa

lihat rekaman dauroh, durus dan foto-foto 'Aid Al-Qorniy, Salman Al-'Audah dan lain-lain dalam website resmi mereka di sini:http://www.qksh.org.sa/index.php

1. Syubhat Pertama:

Hani Buroik tidak memiliki hubungan dengan "al-Jum'iyyah al-Khairiyyah li Tahfizh al-Qur'an al-Karim" (Perkumpulan Sosial Tahfizh al-Qur'an al-Karim)

Perhatikan dengan baik kalimat ini:

" asy-Syaikh Hani hafizhahullah adalah sebagaimana yang beliau katakan, TIDAK TERMASUK ORANG YANG BEKERJA DI JUM'IYYAH. Namun beliau DIPANGGIL untuk memberikan muhadharah dan durus"

Bantahan:

Apakah jika seorang tidak bekerja di Jum'iyyah itu secara otmatis ia tidak memiliki hubungan dengan Jum'iyyah tersebut? Bukankah Ali Hasan Al-Halabiy yang kalian cerca habis-habisan itu juga tidak bekerja di Jum'iyyah Ihya A-Turots? tapi tetap dikatakan bahwasanya ia bersama mereka?
Ternyata mengisi pengajian dan memenuhi panggilan Jum'iyyah yang antusias mempromosikan dai-dai ikhwanul Muslimin itu boleh ya? Kenapa selama ini ustadz Luqman Ba'abduh cs sangat ekstrem mempermasalahkannya? giliran Hani Buroik berbuat seperti itu kok berubah menjadi boleh-boleh saja? bahkan dirilis dalam situs resmi mereka "Miratsul Anbiya"?

Demikian pula ketika ustadz Luqman Ba'abduh mengisi pengajian di MEDIU Malaysia dan barengan dengan ustadz Fathul Bari (dai muda partai politik UMNO Malaysia), kok boleh-boleh saja?
Kenapa Asatidzah lain yang kontra dengan ustadz Luqman Ba'abduh cs selalu diintai dan dijatuhkan martabatnya ketika mengisi pengajian yang panitianya dipermasalahkan oleh ustadz Luqman Ba'abduh cs?
Sungguh menakjubkan standar ganda ustadz Luqman Ba'abduh cs!
Anehnya, muqollid ustadz Luqman Ba'abduh masih saja memberikan udzur dan membela ustadz Luqman Ba'abduh mati-matian!
Sungguh hebat pencucian otak yang dilakukan oleh ustadz Luqman Ba'abduh cs ini! Luar biasa!

Tentu para pembaca masih ingat dengan "kaidah burung" Ustadz Afifuddin yang ia terapkan kepada Prof DR Asy-Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr -hafidzahullah- yang mengisi di "Radio Rodja" kan???

Jika kita pinjem kaidah burung yang digunakan oleh ustadz Afifuddin ini, maka kita juga bisa mengatakan:
"Hani Buroik bersama ikhwanul muslimin, karena tidaklah burung itu hinggap melainkan bersama dengan yang sejenisnya"

Berangkat dari sini, bererti ustadz Luqman Ba'abduh cs punya hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan sangat cocok dengan kekhawatiran Asy-Syaikh Robi -hafidzahullah- tentang ustadz Luqman Ba'abduh bahwa ia adalah "penyusup" dari Ikhwanul Muslimin.
Jika Salafiyyun kembali melihat dengan teliti, ucapan Asy-Syaikh Robi -hafidzahullah- tentang diri Ustadz Dzulqornain -hafidzahullah- bersumber dari Hani Buroik, dan hingga detik ini Salafiyyun masih belum mendapatkan penjelasan dari ustadz Luqman Ba'abduh cs tentang konteks pertanyaan atau pernyataan yang mereka ajukan kepada Asy-Syaikh Robi -hafidzahullah-, hingga detik ini masih misteri!
Kasus fitnah di Yaman juga melalui Hani Buroik sehingga tujuh ulama Yaman mentahdzirnya.
Apakah masih ada lagi talbis setelah talbis ini???
La hawla wa laa quwwata illa billah!

2. Syubhat Kedua:
Dengarkan alasan dan toleransi yang mereka berikan kepada Hani Buroik:

" Di Propinsi banyak tersebar Paham Takfir di tengah-tengah para pemuda. Maka asy-Syaikh Hani MEMERANGI paham tersebut dalam khutbah-khutbah dan durusnya. Hingga sebagian para pemuda pun mengerti bahwa paham tersebut menyimpang. Aku kumpulkan orang yang ingin mendebat beliau dari kalangan para khatib pripinsi. Lalu dikatakan kepada mereka bahwa telah disiapkan waktu untuk bertemu dengan asy-Syaikh Hani, supaya kalian mengetahui al-Haq.
Asy-Syaikh Hani juga ada khutbah-khutbah pemikiran tersebut, bisa Anda dapatkan di Miratsu tentang l Anbiya (ar.miraath.net)"

Tanggapan:

Apakah Al-Ustadz Dzulqornain dan asatidzah -yang uatadz Luqman Ba'abduh cs jatuhkan martabatnya- tidak memerangi paham takfir di Indonesia ini? Apakah di Indonesia ini tidak ada paham takfir? belum lagi jika kita melihat paham-paham yang menyimpang dari kalangan liberal, Shufiyyah, Syi'ah dan lain-lain. Kenapa Ustadz Dzuqornain tidak diberikan udzur sebagaimana kalian (wahai ustadz Luqman Ba'abduh cs) memberikan udzur dan toleransi kepada Hani Buroik?
Cukuplah karya-karya Ustadz Dzulqornain hafidzahullah menjadi bukti konkrit bahwa beliau memerangi paham takfir di Indonesia, demikian pula ceramah, durus dan khutbah beliau yang menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang dai yang mengajak kepada Al-Quran dan As-Sunnah di atas pemahaman para ulama Salaf.
Lihatlah betapa liciknya mereka memberikan udzur kepada Hani Buroik dan mencarikan untuknya seribu satu alasan agar kaum muslimin kembali menerima Hani Buroik yang telah ditahdzir oleh tujuh ulama Yaman.

3. Syubhat Ketiga:

"Juga, yang aku ketahui tentang asy-Syaikh Hani - dan aku adalah salah seorang murid dekat beliau - Bahwa beliau (asy-Syaikh Hani) tidaklah berbicara, tidak keluar, dan tidak pula masuk, kecuali bedasarkan MUSYAWARAH dengan KIBARUL 'ULAMA, seperti asy-Syaikh Rabi, dan asy-Syaikh 'Ubaid. Sampai-sampai urusan safar-safarnya juga di bawah MUSYAWARAH dengan para 'ulama tersebut. Demikian pula durus beliau di luar Saudi, beliau diutus oleh asy-Syaikh Al-'Allamah Rabi. Ini cukup sebagai kebanggaan bagi beliau, yaitu bahwa beliau BERJALAN BERSAMA 'ULAMA KIBAR."

Bantahan:

1. Memang sepak terjang ustadz Luqman Ba'abduh dkk di Indonesia sangat lucu dan memalukan, perhatikanlah isi syubhat ketiga ini dengan baik. Mereka menerima mentah-mentah pujian dari murid Hani Buroik, berapa banyak murid-murid Ustadz Dzulqornain hafidzahullah yang membela beliau? tapi kenapa ustadz Luqman Ba'abduh cs tidak menerima pembelaan itu?

2. Jika rekomendasi murid Hani Buroik ini bisa diterima oleh ustadz Luqman Ba'abduh cs, maka sudah tentu lebih pantas jika seorang guru yang merekomendasi muridnya kan?

Kita ambil permisalan tentang kasus Ustadz Dzulqornain hafidzahullah, beliau direkomendasi oleh Al-'Allamah Asy-Syaikh DR. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah, tapi kenapa ustadz Luqman Ba'abduh tidak menerimanya? bahkan terus-menerus menyudutkan dan menjatuhkan kehormatan Ustadz Dzulqornain -hafidzahullah-, benar-benar standar ganda yang sangat menjijikkan!

Di sisi lain, siapa murid Hani Buroik ini? siapa Mahmud bin Hasan La'mam ini? siapa yang mengenalnya? bukankah ustadz Luqman Ba'abduh cs tidak mau menerima ilmu dari orang yang majhul? tiba-tiba saja nama Hasan bin La'mam ini muncul membela sosok Hani Buroik yang telah ditahdzir oleh tujuh ulama Yaman? dan kebetulan mencocoki hawa nafsu ustadz Luqman Ba'abduh cs, maka langsung saja mereka posting di website fitnah mereka.

Kenapa Mahmud bin Hasan La'mam ini begitu bersemangat membersihkan nama Hani Buroik dari Jum'iyyah tersebut?
Ini menunjukkan bahwa Jum'iyyah ini bermasalah, jika tidak bermasalah kenapa Hani Buroik harus berlepas diri dan membersihkan namanya melalui muridnya ini?
Pada Saat yang sama, kenapa ustadz Luqman Ba'abduh cs menerima kabar dan ilmu dari orang yang jelas-jelas mengakui kalau dirinya bekerja di Jum'yyah ini? Ke mana "kaidah burung" yang selama ini mereka kampanyekan?
Dari sini juga kita bisa ketahui bahwa Hani Buroik gagal mendidik muridnya agar menjadi "salafy sejati", karena muridnya masih saja bekerja di Jum'iyyah yang bekerjasama dengan tokoh Ikhwanul Muslimin, bahkan Hani Buroik gagal mendidik anaknya karena rela dan ridho anaknya di gembleng dan didik dibawah asuhan Jum'iyyah yang bekerjasama dengan tokoh Ikhwanul Muslimin.

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana sepak terjang Yahya Al-Hajury dan pengikutnya, di mana bermunculan orang-orang majhul dari kalangan pengikutnya yang membelanya. Pada hari ini, ustadz Luqman Ba'absuh cs pun mewarisi perbuatan ini. Na'udzubillah.

Sungguh menakjubkan kelicikan mereka, semoga Allah Ta'aala membongkar makar mereka. Allahul Musta'aan.

4. Syubhat Keempat:

"Benarlah asy-Syaikh dalam apa yang beliau ucapkan, bahwa Jum'iyyah tersebut di bawah Kementrian Wakaf. Demikian, wallahu a'lam."

Bantahan:

Oh begitu ya? Lantas kenapa ustadz Luqman Ba'abduh mentahdzir dan melarang untuk sekolah di LIPIA? Bukankah LIPIA adalah lembaga resmi pemerintah Arab Saudi? Bahkan ada ulama yang merekomendasi untuk belajar di LIPIA, tapi kenapa ustadz Luqman Ba'abduh tetap melarangnya?

Alasan ustadz Luqman Ba'abduh adalah;

"di LIPIA itu bercampur baur antara Salafy dan non Salafy, bahkan ada di antara dosennya yang terpengaruh dengan paham Ikhwanul Muslimin"

Ane katakan:

Demkian pula dengan Jum'iyyah tempat Hani Buroik bergaul dan mengisi dauroh, Jum'iyyah tersebut getol mengkampanyekan paham Ikhwanul Muslimin, tapi kenapa mereka (ustadz Luqman Ba'abduh cs)tidak bersikap dengan sikap yang sama?

Manhaj Standar Ganda yang sangat jelas dan gamblang, hanya orang-orang tertipu yang tidak mampu melihatnya.

5. Syubhat Kelima:

"Kalau seandainya pada asy-Syaikh Hani ada sikap basa-basi, atau senang duduk dengan para hibiyyin, serta bersikap lembek seperti kata mereka, niscaya akan aku jelaskan."

Bantahan:

Kalau Hani Buroik tidak bersikap basa-basi atau tidak duduk dengan para hizbiyyin serta tidak bersikap lembek, kenapa Hani Buroik masih saja bekerjasama dengan hizbiyyin?
Fakta menerangkan dan menunjukkan bahwa Hani Buroik bekerjasama dengan Jum'iyyah -yang berkerjasama dengan hizbiyyin- untuk mengisi dauroh atau muhadhoroh di tempat mereka, kenapa masih saja disangkal dengan kebodohan seperti itu?

Bahkan Hani Buroik termasuk orang penting dalam Jum'iyyah tersebut, bahkan dia yang membuka dauroh yang diadakan oleh Jum'iyyah tersebut, bagi para pembaca yang ingin tahu betapa pentingnya Hani Buroik dalam Jum'iyyah ini, silahkan klik di sini:http://www.qksh.org.sa/news.php?action=

6. Syubhat Keenam:

"Aku adalah seorang salafy yang paling dekat dengan beliau. Beliau mengajarkan kepadaku untuk tidak ta'ashhub kepada tokoh, bahkan aku harus mengucapkan al-Haq walaupun terhadap diriku sendiri."

Tanggapan:

Jika seandainya Ane Tedo Hartono mengatakan:

"Aku adalah seorang salafy yang dekat dengan beliau (Ustadz Dzulqornain). Beliau mengajarkan kepadaku untuk tidak ta'ashshub kepada tokoh, bahkan Aku harus mengucapkan al-haq walaupun terhadap diriku sendiri."

Apakah ustadz Luqman Ba'abduh cs akan berlapang dada menerima hujjah yang Ane sampaikan ini?
Apakah ustadz Luqman Ba'abduh cs akan berhenti memata-matai dan mendzolimi ustadz Dzulqornain dan asatidzah yang bersamanya -hafidzahumullah-?

Semoga Allah memberikan kita semua taufiq ke jalan yang benar dan berani menyuarakan kebenaran walaupun harus menyelisihi keinginan dan hawa nafsu ustadz Luqman Ba'abduh -hadaahullahu-.

Allahumma Aamiin.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين


Abu Abdillah Tedo Hartono,
MM, MAS-PSH
16 Desember 2014

Link Artikel : https://www.facebook.com/thalibul.ilmi.31 

Label:

7 Komentar:

Pada 20 Desember 2014 12.10 , Anonymous Abu Muhammad mengatakan...

Maaf numpang komen mas, kalo standart ganda sy sudah tahu dari dulu, hujah mereka (yang mengaku paling sejati) itu kalo di baca anak kecil memang bagus, tapi kalo di baca orang dewasa ketawa-ketawa mulu, habis lucu sich yeh, malah kadang2 ga nyambung sama kritikan yang dateng...hujahnya pada tabrakan ama kelakuannye, sebenarnya banyak yang pada ga cocok sama metode dakwahnya yang dikit-dikit tahdzir, cuma pada menjaga ukhuwah aje, jadi pada diem, kalo di ladenin ntar tambah ancur dakwah Ahlussunnah dech.

 
Pada 21 Desember 2014 17.47 , Blogger Dias Afaf mengatakan...

bismillah..............

ana punya pikiran gimana klu lukman dan si jonggos abdul ghofur al fittan ini di praperadilan aja .........
ana bisa datangkan pengacara ko buat menghabiskan mereka

 
Pada 21 Desember 2014 21.37 , Anonymous Abu Muhammad mengatakan...

Waduh, jangan akhi, nanti kasian mad'unya pada kabur, merannanti bisa2merana, karena dakwah mereka mirip dakwahnya Ikhwanul Muslimin, kalo ngga mau ngikuti mereka, (yg mengaku sejati) ustadz-nya pada manyun, bentar lagi kan bikin parte, yang ngga ikut parte gue mubtadi...(senyummanis)

 
Pada 22 Desember 2014 01.56 , Anonymous Anonim mengatakan...

Nanti Allah yang akan mengadili mereka cepat atau lambat jika mereka ngak kunjung bertaubat atas kemaksiatannya. Siksaan Allah lebih pedih dari pada memenjarakan mereka.

 
Pada 22 Desember 2014 05.45 , Blogger sronto junior mengatakan...

klo saya dari dulu netral, tapi memang bayak kjanggalan2 pd dakwah yg diusung spt MSG, dan yg paling mgkn tidak disadari adl sistem komando yg seolah seperti dicuci otak, ,,saya pernah ikut LJ,,ini mirip2..asatidz yg lain pd takut pd komandannya....naudzubillah smg jgn ada yg memberi ucapan selamat datang laskar jihad gaya baru, ,loe ga ikut gue loe gue sikat...gimana ga keder asatidz lain, pdhl hati mrk juga mgkn mnntang tp karena mnjga ukhuwah..tp tidak adil donk klo tujuannya mjg ukhuwah tp asatidz ikut bicara spt komandannya...jerat2 taqlid..

 
Pada 22 Desember 2014 16.36 , Anonymous Anonim mengatakan...

Apa itu singkatan MM MAS-PSH di belakang nama abang Tedo Hartono?

 
Pada 22 Desember 2014 23.36 , Blogger Dias Afaf mengatakan...

saya rasa mereka emang ngga boleh di kasih hati lah........harus di hajar dengan cara di praperadilan bahkan hrs sampe ke penjara biar diam dan tau kehidupan yang keras secara fisik .....jangan cuma ngomonya aja yang menyakitkan hati tapi coba badannya kita sakiti .....ana jamin mereka itu semuanya banci .......jasadnya laki2 hatinya pengecut abis

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda