Sabtu, 16 Mei 2015

Mengusut Istilah dan Gelar "Watsiqoh Lovers" yg Didengang-dengungkan oleh Luqmaniyun

Hasil gambar untuk gambar gedung runtuh Ahad, 28 Rojab 1436 H - 17 Mei 2015 M
Belakangan ini muncul istilah yg dipopulerkan oleh situs pencari bangkai usungan Jama'ah Luqmaniyah Ba'abduhiyah. seperti kebiasaan buruk mereka, sukanya mencari-cari jalan untuk mengesankan org yg mrk benci sebagai org yg sesat. Tapi sdh menjadi sunnatulloh bhw setiap pengusung kebatilan –semisal mrk-, Alloh tdk akan membiarkannya, kcuali Allo balikkan makar mrk ke dada mrk, tanpa mrk sadari. Brbuat makar sdh menjadi pekerjaan sehari2 jama'ah Luqmaniyun/Luqmaniyyah Ba'abduhiyah, sebagaimana kelakukan kaum sesat sebelumnya.
Alloh ta'ala brfirman:
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِين
"Mereka itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Suroh Ali Imroon : 54)
Makar busuk yg dilancarkn oleh Luqmaniyun atas ahlussunnah (ulama & tholabah) dalam merendahkan dan merusak kedudukn mrk, akan mengenai diri mrk sendiri.
Alloh Jalla Jalaluh brfirman:
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
"Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya (makar) dalam negeri itu. Dan mereka tidak berbuat makar (memperdayakan), melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya." (Suroh Al An'aam, ayat : 123)
Luqmaniyun kini mrk merasa aman dg segala makar yg mrk lancarkn atas ahlussunnah. Tp ketahuilah, smua itu trjadi krn hilangnya rasa takut dlm hati mrk, shingga mrk pun mrasa aman trhadap makar Allah. Biarkanlah mrk kini bebas menulis dan menebar benih kedustaan, makar dan kebencian kpd ahlul haq (ahlussunnah waljamaah). Luqmaniyun tdk sadar bhw smua makar2 mrk merupakn pintu besar bagi datangnya gelombang kerugian dunia dan akhirat.
Alloh subhanahu wa ta'ala brfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
"Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari makar Allah, kecuali orang-orang yang merugi." (Suroh Al A'roof, ayat : 99)
Istana Kecongkakan dan keangkuhan yg kini dibangun oleh Luqman ba'Abduh dan para pengikutnya akan runtuh sebagaimana yg trjadi pada masa Laskar Jihad, dimana Jafar Umar Thalib membangun istana kecongkakan. Tapi Alloh brkehendak lain, Alloh runtuhkn sampai istananya sampai ke dasarnya. Demikianlah yg dialami oleh setiap pembangun keangkuhan dan angkara murka.
Alloh jelaskan dlm firman-Nya:
قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka Telah mengadakan makar, Maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari." (Suroh An Nahl, ayat 26)
Menghadapi makar Luqmaniyun yg begitu gencar di media sosial, tdk ada pegangan bg ahlussunnah dlm menghadapinya –setelah memohon pertolongan dr Allah-, mlainkan bersabar atas tajamnya lisan-lisan mrk dlm menjatuhkn ulama dan para dai sunnah yg mrk benci. Hasbunallohu wani'mal wakil.
Kesabaran adalah pegangan kita di kala makar merundung, sbagaimana yg diajarkn oleh Allah dlm Kitab-Nya:
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (127) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (128)
"Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (Suroh An Nahl, ayat : 127-128)

Makar2 kejam yg dilancarkan oleh Luqmaniyun tidaklah akan merendahkan sesuatu yg tinggi. Sebab izzah (kemuliaan) itu bukan ada di tangan mrk, tapi smuanya ada di Tangan Alloh.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan makar (rencana jahat) mereka akan hancur." (Suroh Fathir, ayat : 10)

Saudara-saudaraku ahlussunnah, salah satu makar yang dilancarkn oleh Luqmaniyun, menyematkan istilah buruk kpd ahlussunnah yg mereka benci trkait kasus watsiqoh 'perjanjian' yg ditanda tangani oleh ulama sunnah di Yaman yg brnama Syekh Al Imam –hafizohulloh wa baroka fi umrih- dg Hutsi, dimana isi prjanjian mengandung kebatilan yg trpaksa ditanda tangani oleh beliau demi menjaga darah kaum muslimin –khususnya para tholabah beliau- dr tangan2 bengis kaum Syiah Hutsi.

Sejak ditanda tanganinya watsiqoh itu, maka ulama dlm menilainya trbagi dlm dua madzhab:
1.     Madzhab yg menyalahkn Syekh Al Imam sepenuhnya dan tdk memberi udzur bg beliau.
2.     Madzahab yg tidak sepenuhnya menyalahkn beliau. Mrk menganggap bhw isi watsiqoh batil, tp ada udzur bg beliau. krn beliau dlm keadaan trdesak tanpa daya.

Luqmaniyun yg ada penyakit di hatinya, mati-matian membela pendapat pertama dan menyalahkan Syekh Al Imam, bahkan sebagian ust2 mrk sdh menvonis Syekh Al Imam sbg mubtadi' (ahli bid'ah) dan sungguh vonis akan kembali kpd mrk. Bahkan ada lg yg menambahi embel2 yg dibangun di atas kedustaan bhw Syekh Al Imam adalah mubtadi' ikhwani. (lihat faktanya disini: http://tukpencarialhaq.com/?s=mubtadi%27+ikhwani )
Tp tunggu saja mrk yg akan jadi ikhwani, bi idzinillah!! Tanda-tandanya semakin hari smakin jelas sbagaimana yg prnh disinyalir oleh Syekh Robi' pada diri pimpinan sekte mereka yg brnama Luqman ba'Abduh, "Ikhwani Penyusup".
Sungguh mrk ini tidak menghargai perbedaan ijtihad para ulama yg brselisih di dalamnya. Padahal byk juga ulama yg mendukung pendapat dan madzhab kedua, seperti Syekh Washiyyulloh, dan para ulama Yaman –selain Syekh Al Imam- serta ulama2 lainnya yg tdk sempat kami sebutkn.
Luqmaniyun dg sikapnya yg brlebihan memusuhi org yg memilih pendapat dan madzhab kedua, dg tidak sadar jatuh dalam at ta'shshub adz dzamim (fanatik yg trcela) yg dahulu pernah diperangi oleh Syekh Robi' hafizohulloh dlm kitabnya yg brjudul "At Ta'ashshub Adz Dzamim".

Nah, makar selanjutnya, siapa yg tidak mendukung pendapat pertama, maka mereka gelari secara batil pihak tsb dg istilah "Watsiqoh Lovers". (lihat buktinya di link ini: http://tukpencarialhaq.com/?s=lovers )

Penyematan istilah dan gelar ini merupakan makar busuk Luqmaniyun dlm menjatuhkn ulama dan para dai sunnah yg tdk sejalan dg mrk. Tp ketahuilah bhw itu adalah istana makar yg lemah, selemah sarang laba2.

Justru kalau jika kita mau mencermati istilah "Watsiqoh Lovers" (Para Pencinta Watsiqoh 'Perjanjian') yg merupakan makar dan senjata makan tuan, maka di dalamnya terdapat beberapa konsekuensi yg pahit yg akan mengenai diri mereka:
1.     Istilah ini telah menetapkn bahwa selain Luqmaniyun yg tdk sependapat dg mrk dlm hal ini (entah itu ulama atau tholabah) adalah pencinta watsiqoh yg mengandung kebatilan dan kekafiran!! Kasarnya menuduh org lain pencinta kebatilan dan kekafiran. Laa hawla walaa quwata illa billah..
Ini merupakan tuduhan yang mengarah kpd takfir (pengkafiran) terhadap ahlussunnah, bahkan kami takut jika hal itu sdh terhitung takfir!! Tuduhan ini akan mereka pertanggung jawabkan di sisi Alloh ta'ala. Tuduhan ini akan menelurkan perkara berikutnya:
2.     Mereka  telah berdusta atas nama para ulama dan ustadz2 ahlussunnah. Sebab tuduhan ini memberikn kesan bhw pihak yg memegang pendapat kedua mencintai kebatilan dan kekafiran yg trkandung dalam watsiqoh. Padahal sungguh para ulama dan dai sunnah yg memegang pendapat kedua –sekalipun memberikan udzur bg Syekh Al Imam-, namun mereka tidaklah sampai sama skali meridhoi, apalagi mencintai kebatilan dan kekafiran.
3.     Dengan tuduhan ini, Luqmaniyun menggambarkn kpd masyarakat dunia bahwa pihak yg menyelisihi mrk dr kalangan org2 yg memegang pendapat kedua adalah orang2 yg mencintai kebatilan dan kekafiran. Ini merupakan kedustaan di hadapan publik yg mrk tdk sadari!!

Disini anda akan melihat betapa liciknya Luqmaniyun yg suka menggelari saudara2nya dr kalangan ulama dan dai sunnah dengan sesuatu yg tdk ada pada mrk. Sungguh perbuatan mrk ini memilukan hati dan menyakitkan perasaan setiap org beriman.
Allah jalla tsana'uh brfirman:
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (Suroh Al Ahzab, ayat : 58)

Sungguh ini adalah akhlaq buruk yg tdk boleh dipelihara, apalagi ia merasa dirinya ustadz al jarh wat ta'dil. Kebiasaan brdusta tanpa sadar mrk (Luqmaniyun) lakukan. Ini akibat dosa-dosa mrk kpd para pewaris para nabi 'ulama'. Org yg biasa dusta seperti ini tdk layak ucapannya diambil.
Imam Darul Hijroh, Malik Al Ashbahy –rohimahulloh- brkata:
لا يؤخذ الْعِلْمَ مِنْ أَرْبَعَةٍ : سَفِيهٍ مُعْلَنٍ بِالسَّفَهِ ، وَصَاحِبِ هَوًى ، وَرَجُلٍ كَذَّابٍ فِي أَحَادِيثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لَا يُتَّهَمُ فِي الْحَدِيثِ ، وَرَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَعِبَادَةٌ وَصَلَاحٌ لَا يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ
"Ilmu tdk boleh diambil dr empat org: org bodoh yg menampakkan kebodohannya, shohibu hawa (ahli bid'ah), org yg suka dusta dlm ucapan2 manusia –walaupun ia tdk trtuduh dusta (dlm meriwayatkn hadits) dan seorg yg memiliki keutamaan dan ibadah serta kesholihan, (tapi) ia tdk tahu apa yg ia ceritakan."
(Atsar Riwayat Abu Bakr Ad Dinawary dalam Al Mujalasah (no. 1891 & 3053), Al Fasawy dlm Al Ma'rifah wat Tarikh (1/684, dan Ibnu Abdil Barr dalam At Tamhid (1/66), dll. )

Sebagian sifat ini ada pd Luqmaniyun, khususnya mereka yg mengelola situs pencari bangkai yg menjadi rujukan kaum yg mengklaim diri mrk sbg "Salafy Sejati", namun sejatinya mrk jauh dr jalan para salaf.
Lihatlah ucapan dan gelar yg mereka buat "Watsiqoh Lovers", sbg bukti atas kedustaan mrk.
Terkhusus Abdul Ghofur Al Malanji alias Purwito yg diberikan kebebasan oleh Luqman ba Abduh, cs. untuk berbicara dalam bab al jarh wat ta'dil, dg bebasnya si Purwito ini membuat brbagai artikel yg menggambarkn dirinya sbg ustadz al jarhu wat ta'dil. Padahal bahasa arob sj nggak becus. Orgnya nggak ngerti ilmu agama dg baik, tapi diberi ruang untuk bicara dlm bab tsb, yg ulama sj nggak smuanya masuk dlm bab tsb. Dr tulisan2nya tampak skali bhw org ini nggak ngerti manhaj, cuman pandai aja nyambung berita dan fakta. Kalo skedar nyambung berita dan fakta, maka setiap org mampu dan dengan mudahnya kita menjatuhkn setiap org yg kita ingin jatuhkn kehormatannya.
Salah satu kebodohan org ini, lisannya tajam kpd ulama dan dai2 sunnah, tanpa memperhatikn adab2 sunnah dlm memuliakan ulama. Smua ulama yg tdk sejalan dg ulama yg ia agungkan, maka ia dianggap menyelisihi ulama kibar, dan pada gilirannya menyelisihi al haq. Setelah itu, ia semakin mantapkn kejahilannya dg membawakan sebagian atsar atau hujjah yg sepantasnya ia terapkn pd ahli bid'ah, tp ia terapkn dg gegabah pada ulama dan dai sunnah. Musibah di atas musibah.

Dengan jujur, kami ingin bertanya kpd Luqman ba'abduh: "Pernahkah anda melaporkan dan memberikan data lengkap tentang tulisan2 Purwito kpd Syekh Robi', tulisan2nya yg dipenuhi dg gelar2 penghinaan, ejekan, sindirin, kecaman bengis kpd para ulama kibar yg antum percayai? Pernahkan anda ajukan lafazh2 dan shighoh jarh-nya kpd ulama kibar?
Dg kata lain, apakah tulisan2 Purwito sdh diridhoi oleh seorg ulama kibar? Jangan sampai anda mngelu-elukan slogan "kembali kpd ulama kibar", namun perbuatan kalian tdk mendapat rekomendasi dr mrk setelah mrk periksa dan teliti.

NB : ttg slogan "kembali kpd ulama kibar", fihi ma fihi.






3 Komentar:

Pada 17 Mei 2015 00.55 , Anonymous Anonim mengatakan...

Semoga Alloh memberikan mereka petunjuk dan segera bertaubat.

 
Pada 17 Mei 2015 02.18 , Anonymous Anonim mengatakan...

.........Dr tulisan2nya tampak skali bhw org ini ngerti manhaj, cuman pandai aja nyambung berita dan fakta....

mungkin harus diralat akh, harusnya GA NGERTI MANHAJ...baarakallahufiik

 
Pada 18 Mei 2015 07.58 , Blogger Pelita Hati mengatakan...

Kalimat tsb sdh kami ralat. Jazakumullohu khoiron atas perhatiannya. Wassalam.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda