Jumat, 18 September 2015

Berita Ngawur tentang Hani bin Buroik yg Katanya Ditawari sbg Pejabat

Ada sebuah berita yang amat menggelitik telinga saya, berita bahwa Syekh Hani bin Buroik ditawari jadi pejabat. Berikut beritanya dari situs sampah tukpencarialhaq, asuhan Ust. Luqman Ba 'Abduh :
"KETIKA SYAIKH HANI DITAWARI JABATAN SEBAGAI GUBERNUR ADEN
(SALAFIYUN BERJIHAD UNTUK AGAMA ALLAH, MEREKA TIDAK MENCARI JABATAN)
Saat ini, Asy-Syaikh al-Mujaahid Haniy bin Breik sedang berada di #Riyadh. Ditawarkan kepada beliau jabatan Gubernur Aden, namun beliau tetap bersikukuh pada pendiriannya, yaitu menolak berbagai jabatan. Dan proses musyawarah masih terus berjalan." (http://tukpencarialhaq.com/2015/09/14/ketika-syaikh-hani-ditawari-jabatan-sebagai-gubernur-aden-salafiyun-berjihad-untuk-agama-allah-mereka-tidak-mencari-jabatan/ )

Muncul sebuah pertanyaan, "Akankah orang ini mendapatkan tawaran jabatan, tanpa menempuh jalannya?"


Jawabnya: tdk mungkin ia akan mendapatkan tawaran jabatan itu –sekiranya memang berita itu benar-, sebab orang yang mendapatkan tawaran jabatan di zaman penuh fitnah ini, pasti mereka yang biasa bergesekan dengan fitnah. Lihatlah skarang Syekh Hani brgampangan duduk bersama dg para politikus. (http://thullab-yaman.blogspot.co.id/2015/09/parodi-al-mujaahid-hani-bin-buraik-3.html )

Boleh jadi ia mendapatkan tawaran itu –kalo beritanya benar- karena selama ia banyak bergaul dg para pencinta dunia dari kalangan para politikus dan hizbiyun yang dikenal hebat dalam mencari jabatan dan menjilat di hadapan manusia. Apalagi Syekh Hani belakangan ini mulai berani duduk2 bersama para dai IM (Ikhwanul Muslimin). Tahulah IM itu adalah pergerakan politik berlabel agama. Katanya sih "ikhlash", tapi ujung2nya dunia.

Ada apa dengan duduknya Syekh Hani bersama dg para politikus?! Pasti ada udang di balik batu!! Katanya, harus jauh dr hizbiyah dan ikhlash tidak mencari jabatan. Lah, syekh Hani kok duduk bersama mereka. Dasar MSG (Manhaj Standar Ganda). Lantas ia cari apa disana?

Jika ada yg berceloteh, "Apa salahnya syekh Hani duduk tuk menasehati mereka?"

Kami jawab,
"Lantas kenapa kalian tidak mau duduk menasehati ahlussunnah yg kalian tuduh sgb MLM?"

Orang yg jelas2 hizbi, masih diharapkan kebaikannya, sementara saudaranya yg belum tentu hizbi, eh malah dijauhi. Dasar MSG.

Tanbih :

Salah Terjemah
Di dalam situs sampah, milik Luqman ba Abduh tsb, diberitakan begini:
"Saat ini, Asy-Syaikh al-Mujaahid Haniy bin Breik sedang berada di #Riyadh. Ditawarkan kepada beliau jabatan Gubernur Aden, namun beliau tetap bersikukuh pada pendiriannya, yaitu menolak berbagai jabatan. Dan proses musyawarah masih terus berjalan."

Perhatikan kata yg bergaris bawah, yakni kata Gubernur. Sementara dalam naskah aslinya tertulis muhafizh (محافظ). Kalau diterjemahkan dengan benar, maka maknanya bukan "gubernur", tapi maknanya adalah wali kota atau bupati.

Ini menunjukkan bahwa si penerjemah nggak ngerti bahasa Arab, tapi "super sibuk" dengan fitnah. Alangkah baiknya si Penulis belajar bahasa Arab dengan baik.

Bergampangan dengan Foto
Hani Burek dalam beberapa momen dengan santainya ia berfoto ria. Anda pasti masih ingat peristiwa awal terbongkarnya si "Mujahid" Hani Burek yang berfoto ria bersama dengan para pengurus lembaga tahfizul Qur'an di Syaruroh, Saudi.

Foto terkini Hani bersama dengan sebagian tokoh politik IM, yakni Ahmad Said Al-Ahmadi dan Nayif Sholih Al Bakry (dari Partai Al Ishlah, notabene Ikhwanul Muslimin. Kini sbg Walikota Aden).

Saya nggak ngerti bagaimana sikap Luqman ba Abduh yang mendiamkan Syekh Hani yg berfoto ria, sementara itu ia menyudutkan dan menyalahkan orang yang berfoto dengan nada yg rada mengejek.

Sementara itu Syekh kaguman mereka Sang Mujahid Hani Burek dengan santainya lolos dr komentar dan kecaman pedas orang-orang Jama'ah Luqmaniyun. Bahkan kini ia diagung-agungkan kaum pencinta MSG (Manhaj Standar Ganda alias Jama'ah Luqmaniyun)

Kami ingatkan Luqman ba Abduh dengan artikel yg pernah ia angkat dalam situs sampahnya berikut ini. Kami ingatkan dg pernyataan Syekh Al-Abbad -hafizhahullah-:
˝Tidak pernah sebelumnya, aku MENGIZINKAN (seorangpun) untuk MENGAMBIL GAMBAR / MEMFOTO diriku
kecuali untuk KARTU IDENTITAS
atau PASPORT
Dan aku TIDAK RELA atas seorangpun
untuk memFOTO diriku,
tidak pula MENYEBARKAN foto-foto diriku.˝

Ucapan Syekh Al-Abbad yg sengaja di-posting oleh Jamaah Luqmaniyun di situs sampah mereka saat mengeritik Syekh Musa Nashr, Ali Hasan dan Akram, yg berfoto di atas sebuah bis menuju suatu tempat. (http://tukpencarialhaq.com/2015/08/08/peringatan-asy-syaikh-abdul-muhsin-bin-hamd-al-abbad-al-badr-%D8%AD%D9%81%D8%B8%D9%87-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87-terkait-mengambil-gambar/ )

Foto itu sengaja mereka posting untuk menunjukkan kpd kita bahwa Syekh Al-Abbad kebiasaannya bukan suka berfoto.

Nah, skarang ada baiknya kami mengajak Luqman ba Abduh dan Bang Purwito (admin situs sampah tsb) untuk membuka kembali file usang kalian yg berisi fatwa Syekh Al Abbad tsb.

Anehnya situs sampah itu saat mencela Ali Hasan dkk, karena berfoto, si admin malah menampilkan foto makhluk hidup tsb, laa hawla walaa quwwata illa billah.


Melarang org dr berfoto, tp malah ta'awun dlm menyebarkannya. Jika alasannya untuk pembuktian, lah kenapa nggak disebutkan aja link dr foto tsb? Jeruk makan jeruk.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda