Sabtu, 26 Desember 2015

Ambil Kebenaran dari Siapapun, Sekalipun Terasa Pahit (Renungan 01 bagi Luqmaniyun)

Ambil Kebenaran dari Siapapun, Sekalipun Terasa Pahit
(Renungan 01 bagi Luqmaniyun)
Sebuah kaedah yang telah lama dipegang oleh Ahlussunnah sejak jaman shohabat -radhiyallahu anhum- : "Berpihak kepada al haqq dimanapun dan kemanapun ia pergi, serta memegangnya dg kuat sambil berserah diri kepadanya dan mengamalkannya dengan penuh keridhoan."

Kebenaran adalah pegangan setiap muslim, sebab padanya keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan dirinya di sisi Alloh -Azza wa Jalla-. Ia bagaikan perahu Nabi Nuh, siapa yang ikut dan naik ke atasnya, walaupun ia harus jauh dr kampung halaman dan kerabatnya, maka ia akan selamat. Tapi siapa yang tidak mau naik ke atasnya, krn ia amat cinta kampung halaman dan kerabatnya, walaupun ia harus mati, maka inilah hakekat manusia celaka!!


Oleh karna itu, amat penting seorg hamba meminta dan memohon kpd Alloh ta'ala agar diberi ketabahan, kesabaran dan keridhoan dlm menetapi kebenaran dan mengamalkan serta mendakwahnyanya.

Tak pelak bila Alloh dlm doa istikhoroh, mengajari kita agar meminta kebaikan dimanapun ia berada, sebagaimana yang disebutkn dlm sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al Bukhory dari shohabat Jabir -rodhiyallohu 'anhu- bahwa Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- berkata dlm doa istikhoroh-nya:
وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ
"Tetapkanlah kebaikan bagiku dimanapun ia berada, kemudian ridhokanlah aku kpdnya."
Di dalam riwayat Abu Sa'id Al Khudry -rodhiyallohu 'anhu-,
ثم اقدر لي الخير أينما كان لا حول ولا قوة إلا بالله
"Tetapkanlah kebaikan bagiku dimanapun ia berada, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan (pertolongan) Allah." (HR. Iben Hibban dlm Shohihnya, nomor 885 dg sanad hasan)

Al Hafizh Iben Hajar Al Asqolany rohimahulloh brkata,
أَيْ اِجْعَلْنِي بِهِ رَاضِيًا...وَالسِّرّ فِيهِ أَنْ لَا يَبْقَى قَلْبه مُتَعَلِّقًا بِهِ فَلَا يَطْمَئِنّ خَاطِره . وَالرِّضَا سُكُون النَّفْس إِلَى الْقَضَاء .
"Maksudnya, 'Jadikanlah aku ridho kepadanya…Rahasianya, agar hatinya tdk trkatung-katung, shingga pikirannya tdk tenang. Keridhoan adalah tenangnya jiwa kepada ketentuan Allah." (Al Fath, jld. 11/ hlm. 187)

Ridhonya seseorg kpd kebenaran, akan membuatnya tegar dan sabar dlm memegang dan menjaganya. Ia tdk peduli, apakah kebenaran itu akan menyakitkan hati dan perasaannya, ataukah kebenaran itu menyenangkan dirinya.

Ia tak peduli apakah kebenaran itu brsama orang lain ataukah bersamanya. Jika kebenaran itu ada pd org lain, maka ia dengan penuh tawadhu' akan mengambilnya sepenuh hati.

Jika kebenaran pun bersamanya, maka ia pun tdk sombong dan merendahkan org lain. Ia ajak manusia kepadanya dg penuh kasih sayang dan kelembutan.

Jgn seperti sbagian org yg lahiriahnya mengambil kebenaran dr org lain, namun hatinya dongkol kpd si fulan yg menunjukinya kebenaran, shingga kedongkolannya pun tersimpan terus dan akan ia muntahkn. Kedongkolannya bagaikan bom waktu yang menanti detik-detik meledaknya.

Jika anda melihat org lain memegang Al-Qur'an & sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- yang mengandung kebenaran, maka ambillah darinya, sekalipun ia adalah seorg bocah cilik.
Syekhul Islam Iben Taimiyah rohimahulloh,
فإن الهدى يدور مع الرسول حيث دار ويدور مع أصحابه دون أصحاب غيره حيث داروا
"Sesungguhnya petunjuk itu berputar (berkisar) bersama Rasul, kemanapun beliau berputar dan berputar bersama para shohabat beliau, tanpa shohabat orang lain kemanapun mereka berkisar." (Minhajus Sunnah An Nabawiyah, jld. 5/ hlm. 262)

Diantara ciri hamba yg mendapatkan puncak hidayah, hamba itu akan mengambil kebenaran sekalipun dr orang yg ia benci dan menolak kebatilan sekalipun muncul dr org yg paling cintai dan bela slama ini.

Al Allamah Al Hafizh Iben Qoyyim Al Jawziyah rohimahulloh brkata,
فمن هداه الله سبحانه إلى الأخذ بالحق حيث كان ومع من كان ولو كان مع من يبغضه ويعاديه ورد الباطل مع من كان ولو كان مع من يحبه ويواليه فهو ممن هدى لما اختلف فيه من الحق
"Barangsiapa yg Alloh subhanahu berikan petunjuk kpdnya untuk mengambil kebenaran dimanapun ia berada, bersama siapapun, sekalipun bersama org ya ia benci dan musuhi, serta menolak kebatilan bersama siapapun, walaupun (kebatilan) itu bersama org yg ia cintai dan ia dukung, maka ia termasuk org yg diberi hidayah (petunjuk) tentang kebenaran yg diperselisihkan." (Ash Showa'iq Al Mursalah, jld. 2/ hlm. 516)

Berjalannya seorg muslim sunni-salafi di atas kaedah ini, menyelamatkan dirinya dr sikap penentangan dan penyelisihan terhadap Alloh dan Rosul-Nya, sehingga ia tdk ke timur, dan tdk pula ke barat; tidak ada hizbiyah, dan tdk pula ashobiyah. Yg ada hanyalah sunnah nabawiyah dan atsar salafiyah.

Tdk ada kelapangan bagi seorg muslim, kecuali dengan memegang kebenaran, sama saja kebenaran itu mendukung dirinya, ataukah menghujat dirinya.

"Waspadalah engkau –wahai si muslim- dr bermuamalah di atas minhajun nubuwah dengan dasar hawa nafsu, sehingga engkau pun menerima kebenaran yang mendukung dirimu, dan menolaknya jika kebenaran itu menghujat dirimu. Inilah kondisi orang yg mengikuti hawa nafsunya dan murka kpd Tuhan-nya." (Al Ibanah, hlm. 26)

Inilah hakekat salafy sejati. Adapun mereka yg mengaku sbg "salafy sejati" dr kalangan pengikut Luqman ba Abduh wa man ma'ah, maka mereka amat jauh dr kaedah ini, bahkan sering melanggar kaedah ini.

Coba anda lihat, saat Hani Burek duduk bermajelis dg hizbiyun di Syaruroh dan Yemen, maka Luqman,cs (Luqmaniyun) diam dan situs sampahnya pun diam, Tapi kalau selain mereka yg melakukan hal itu, maka mereka akan membantahnya habis-habisan dan merendahkannya dan menyebarkan beritanya ke seantero dunia. Sekarang Hani berbuat semaunya, tp mrk diam seribu bahasa.

Ketika Hani berfoto ria dg para hizbi, maka mereka diam membisu. Tp kalau org lain di luar sekte Luqmaniyun, maka pasti akan ia telanjangi dan sikat habis sampai ke akarnya!! Dasar manhaj standar ganda!!!


Mana kebenaran yg kalian serukan slama ini. Apakah kebenaran itu, apa yg kalian suarakan, walaupun hakekatnya adalah kebatilan. Lalu apakah kebatilan itu, smua apa yang ada pada org lain di luar sekte kalian, skalipun itu adalah kebenaran pd hakekatnya?! Ajibuna bi shidqin.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda