Kamis, 03 Desember 2015

Hani bin Buroik Men-tahdzir dari Ucapan Tarohhum atas Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushobiy -rohimahulloh-


Hani bin Buroik Men-tahdzir dari Ucapan Tarohhum 
atas Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushoby 
-rohimahulloh-

Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Wushobiy - rohimahulloh - adalah salah seorang murid senior Syekh Muqbil Al-Wadi'iy -rahimahullah- yang amat dimuliakan di kalangan tholabatul ilmi (penuntut ilmu) di Yaman dan selainnya. Beliau telah menghabiskan umurnya menyebarkan sunnah dengan lisan dan tulisannya. Jasanya dalam menyebarkan sunnah amat besar.

Hanya sayang jasa itu dikubur sedalam-dalamnya oleh kaum yang kita kenal dengan "Haddadiyyah", yang dipelopori di zaman ini oleh seorang yang bernama "Hani bin Buroik", dengan berlindung di belakang ulama sunnah agar ia aman dr kritikan. Di Indonesia, misinya diteruskan dan dilanjutkan oleh Luqman ba Abduh –hadahulloh ila sawa'is sabil-. Hanya Alloh –ta'ala- yg mengetahui kerusakan yang ditimbulkan oleh kedua orang ini dalam memecah belah salafiyin-ahlussunnah dan meletakkan kaedah-kaedah bid'ah dengan penerapan yang cukup aneh.

Salah satu kaedah bid'ah mereka, "mengharamkan at-tarohhum atas ahli bid'ah secara muthlah, sehingga tidak ada bedanya antara orang Syi'ah-Rofidhoh, Qodariyah, Jahmiyah dengan seorang ulama yang terjerumus dalam suatu bid'ah."

At-tarohhum adalah mengucapkan kalimat doa "rohimahulloh" (semoga Alloh merahmatimu).


Ketika Syekh Al Wushobi -rahimahullah- meninggal, maka sebagian orang enggan dan men-tahdzir dr mengucapkan tarohhum atas Syekh Al Wushoby - rohimahulloh -, karena besarnya kebencian mereka kpd ulama sunnah yang satu ini. Diantara pembenci itu adalah Hani bin Buroik dan di Indonesia Ust. Sarbini Al Makasary.

Munculnya sikap arogansi seperti ini dr mereka ini, membuat ahlus sunnah sedunia merasa bersedih dengan sikap ghuluw dan berlebihan seperti ini.

Sebuah situs yang dibina para thullabul ilmi di Yaman, mengeluarkan sebuah tulisan ringkas seputar permasalahan ini, saat mereka dikagetkan oleh sikap (mauqif) Hani bin Burek yang men-tahdzir manusia dr ber-tarohhum atas Syekh Al Wushoby -rohimahulloh-. Berikut kami rilis buat para pembaca agar semua kalangan mengetahui ghuluw-nya mereka dan jauhnya mrk dr tuntunan para salaf :

Berikut nukilannya:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله وأشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمداً عبده ورسوله أما بعد :


ففي سابقة خطيرة من نوعها خرج علينا هاني بن بريك بإحدى الطوام الجديدة وهي أنه
يُحذر من الترحم على الشيخ محمد بن عبدالوهاب الوصابي - رحمه الله - ؟؟!!

إستمع للشيخ العلامة صالح السحيمي - حفظه الله - وهو ينقل هذا عن هاني بن بريك ويُسميه باسمه :
http://cdn.top4top.co/d_3d35c42b881.mp3


قال الشيخ العلامة : محمد بن هادي المدخلي في تعزيته بوفاة العلامة الوصابي : ( الشيخ الوصابي سلفي وقد أفضى إلى ما قدم رحمه الله وما أخطأ فيه علينا فأنا مسامحه وأسأل الله أن يغفر له ).


فالسًلفي صار لايُترحم عليه عند هاني بن بريك !!!

نعوذ بالله من منهج الحدادية الغلاة
قال الشيخ العلامة ربيع بن هادي المدخلي في رسالته القيمة ( منهج الحدادية ) وهو يذكر أبرز صفاتهم :
( 4-
تحريم الترحم على أهل البدع بإطلاق لا فرق بين رافضي وقدري وجهمي وبين عالم وقع في بدعة )

فإذا كان هؤلاء الحدادية لايترحمون على أهل البدع أو من وقع في بدعه , فإن هاني بن بريك قد فاقهم في هذا فصار لايترحم على عالم من العلماء السلفيين الذين لم يتلطخ ببدعة مطلقا ً !!


وإنه ليتمللك العجب من هذه الشدة المفرطة من الأخ هاني بن بريك تُجاه علماء أهل السنة والجماعة السلفيين! في الوقت الذي تراه ليناً هيناً مع أهل البدع والأهواء ! كما بين ذلك الأخ الفاضل حسام العدني في رسالته ( البراهين الجلية على أخطاء هاني بن بريك العقدية والمنهجية ) في الإنتقاد السابع الذي عنون له بـــ (مجالسة أهل البدع ، والثناء عليهم.)
على هذا الرابط:
viewtopic.php?f=2&t=227



فأدعوا المنصفين من طلاب العلم إلى التأمل في هذه الطوام التي أتى ومازال يأتي بها هاني بن بريك الذي يتدرع ويتمترس خلف تزكيات بعض أهل العلم له ويأخذوا على يديه حتى يتوب إلى الله منها وإلا فلن يضرإلا نفسه

والله ولي التوفيق


وكتب :
عبدالملك الإبي
عمّان - الأردن
ليلة الأربعاء : 20 - صفر - 1437هـــ

Bismillahir Rohmanir Rohim.
Alhamdulillah wa asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rosuluh. Amma ba'ad :

Di dalam preseden jenis yang berbahaya, keluarlah di hadapan kita Hani bin Buroik dengan membawa bencana baru, yaitu Hani men-tahdzir dr ber-tarohhum atas Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Wushoby -rahimahullah-.

Simaklah Asy Syekh Al Allamah Sholih As-Suhaimy -hafizohulloh-, beliau menukil hal ini dr Hani bin Buroik dan menyebut namanya
http://cdn.top4top.co/d_3d35c42b881.mp3

Asy Syekh Al Allamah Muhammad bin Hadi Al Madkholy dlm kalimat belasungkawanya atas kematian Al Allamah Al Wushoby : "Syekh Al Wushoby adalah seorang salafy. Sungguh beliau telah menuju kepada (amalan-amalan) yang telah beliau persembahkan. Semoga Allah merahmatinya. Apapun yang beliau berbuat keliru padanya atas kami, maka kami telah memaafkannya. Aku memohon kepada Allah agar Dia mengampuninya."

Maka seorg salafy sudah tidak didoakan rahmat lagi baginya di sisi Hani bin Buroik. Kami berlindung kepada Allah dari manhaj Haddadiyah Ghulat (ekstrim).

Asy Syekh Al Allamah Robi' Iben Hadi Al Madkholy brkata dlm sebuah risalahnya yang mulia "Manhaj Haddadiyah", sedang beliau menyebutkan sifat-sifat mereka yg paling menonjol :
"4- Mengharamkan ber-tarohhum atas ahli bid'ah secara muthlaq, tanpa ada perbedaan antara org Rofidhoh, Qodariyah, Jahmiyah dengan seorg ulama yg terjerumus dlm suatu bid'ah."

Jika para Haddadiyah itu tidak ber-tarohhum atas ahli bid'ah atau org yang terjerumus dlm suatu bid'ah, maka sungguh Hani bin Buroik telah melebihi mereka dlm perkara ini. Maka ia (hani) tidak mau ber-tarohhum atas seorg ulama dr kalangan ualama salafiyin yang tdk berlumuran dengan suatu bid'ah secara muthlaq!!

Sungguh rasa heran akan merasukimu karena adanya sikap keras yg berlebihan dr saudara Hani bin Buroik di hadapn para ulama ahlussunnah wal jama'ah salafiyin, sementara di waktu (yang sama), anda melihati Hani berlemah lembut bersama para ahli bid'ah wa ahwaa', sebagaimana yang telah diterangkan oleh Saudara yg mulia, Hisam Al-Adni dlm sebuah risalahnya 'Al Baroohinul Jaliyyah ala Akhtho' Hani bin Buroik Al-Aqodiyah wal Manhajiyah', pada sanggahan ke-7 yg diberi judul "Mujalasah Ahlil Bida' wa Ats Tsanaa' alaihim," via link ini:

Maka aku mengajak orang-orang yg bersikap adil dr kalangan para pencari ilmu untuk merenungi bencana-bencana tersebut yang akan datang dan akan terus dibawa oleh Hani bin Buroik yg berlindung dan bersembunyi di balik tazkiyah (rekomendasi) sebagian ahlul ilmi untuknya dan hendaknya mereka (para ahlul ilmi) menangkap kedua tangannya sampai Hani mau bertobat kepada Allah dr bencana-bencana itu. Jika tidak, maka Hani tdklah membahayakn, kecuali dirinya.

Wallahu Waliyyut tawfiq.

Ditulis oleh Abdul Malik Al-Ibbi
Amman, Yordania
Malam Rabu, 20 Shofar 1437 H."

[Sekian nukilan dr situs : http://salfi.net/bb/viewtopic.php?f=2&t=233 ]

Komentar dr Pelita Sunnah:
Dr penjelasan ringkas, namun berfaedah ini, kita dpt memetik beberapa buah faedah dan ilmu:
1.     Hani Buroik memiliki sepak terjang yang sdh diketahui oleh para ulama Yaman melalui bencana-bencana dan fitnah yg slama ini ia nyalakan dlm melawan ahlussunnah.
2.     Bahkan sepak terjangnya yg buruk telah diketahui oleh ulama di luar Yaman, seperti Syekh As Suhaimy. Mereka telah paham segala kerusakan yg dilakukan oleh org ini dlm menghancurkan ukhuwah salafiyah dan dakwahnya.
3.     Syekh Muhammad bin Hadi al Madkholy -hafizhahullah- msh menganggap Syekh Al Wushoby sebagai salafy-ahlussunnah.
4.     Syekh Muhammad bin Hadi mengakui jasa-jasa Syekh Al Wushoby dlm menyebarkan dakwah salaf.
5.     Salah satu manhaj ahlus sunnah, bolehnya mendoakan rahmat bg sebagian ahli bid'ah, apalagi seorg yg jatuh dlm kekeliruan dr kalangan ahlus sunnah –semisal Syekh Al Wushoby-. Itu pun kalau kita anggap beliau jatuh dlm kekeliruan. Namun smua itu membutuhkn bukti. Saat ada bukti, bukan langsung menghukum. Namun seseorg hrs memperhatikan kaedah dan syarat-syarat dlm menghukumi seseorg sebagai manusia menyimpang atau sebagai ahli bid'ah. Nggak gampang lho?!
6.     Hani bin Buroik jatuh dlm manhaj Haddadiyah yg ekstrim sebagai bukti jauhnya ia dr jalan salaf.
7.     Tidak smua org yg jatuh dlm bid'ah dihukumi sbg ahli bid'ah.
8.     Di dalam menghukumi dan menyikapi org ada tingkatan dan perbedaannya. Beda cara menyikapi ahli bid'ah yang jatuh dlm bid'ah dengan ahlus sunnah yg jatuh dlm bid'ah.
9.     Hani bin Buroik mutalawwin (plinplan) dlm bersikap. Jika ia berhadapan dg ahlussunnah, maka sikap kerasnya kpd mereka akan muncul secara berlebihan. Tp jika bermajelis dan bertemu dg hizbiyun, maka wajahnya bersinar secerah matahari di siang bolong. Lantas siapa yg mutalawwin slama ini?!
10. Dengan melihat sepak terjang Hani Buroik slama ini, hendaknya menjadi pelajaran brharga bg kita bhw trkadang di tengah dakwah, ada manusia-manusia perusak yang berkedok sbg golongan mushlihin 'yg melakukan perbaikan', namun hakikatnya ia adalah perusak dakwah!! Maka waspadalah kalian dan ketahuilah bhw tdk smua yg mengaku demikian, lalu kita pun membenarkannya!!
11. Dalam melancarkan perusakan yg dilakukannya, Hani berlindung di belakang sebagian ahlul ilmi, demi mendapatkn tempat di hati org2 lugu dan bodoh di kalangan salafiyin.




0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda