Rabu, 27 Januari 2016

Benarkah Asy Syekh Robi' Iben Hadi el Madkholy Mendukung Hani jadi Menteri dan Benarkah Ia pernah Menghubungi Beliau


Benarkah Asy Syekh Robi' Iben Hadi el Madkholy
Mendukung Hani jadi Menteri
dan Benarkah Ia pernah Menghubungi Beliau

Sebuah pertanyaan yang muncul : benarkah asy syekh robi' iben hadi el madkholy mendukung hani jadi menteri di Yaman?

Pertanyaan ini muncul belakangan, sejak Hani mengaku dapat dukungan dr Syekh Robi' jadi menteri di Yaman. Kemunculannya dilatarbelakangi oleh ketidakadaan bukti kuat bhw Syekh Robi' mendukungnya berupa audio atau tulisan resmi dr Syekh Robi Iben Hadi. Sebab, Syekh Robi dikenal sikapnya trhadap demokrasi dan hizbiyah dengan sikap tegas, sebagaimana sikap pendahulu beliau, Asy Syekh Aman Al Jamy.

Belakangan ini, pengakuan itu semakin meragukan seiring dengan munculnya sebuah pernyataan yang tersebar di media. Pernyataan ini berupa percakapan telepon antara Asy Syekh Robi' Iben Hadi AL Madkholy dg si Penelpon yg bernama Hamd bin Nashir Al-Atsyuby.
Pernyataan ini mulai tersebar di "dumay" (mulai WA, FB, dan lainnya). Terlepas dr siapa penulisnya, perlu kiranya kami posting agar menjadi bahan pertimbangan bagi kita smua. Berikut pernyataan itu :

كشف شبهة هاني وكذبته على الشيخ ربيع

..اتصلت في هذا اليوم الاحد الرابع عشر من ربيع ثاني عام 1437 ه بشيخنا العلامة ربيع بن هادي المدخلي وقلت له:
ياشيخ هل صحيح ان هاني بن بريك إتصل عليك وإستشارك على الاقدام على الوزارة الديمقراطية.
وقلت له: يقبل ذلك!!!??
اجاب حفظه الله: هاني بن بريك لم يتصل علينا ولم نشير عليه ان يقبل ذلك المنصب.
ولكنه يقول: ان قد استشار بعض العلماء فأشاروا عليه بالاقبال على الوزارة.
اما انا فلن يتصل علي لانه يعلم اننا نحارب الديمقراطية ونحارب الحزبية واهلها وله عبرة في الزنداني وغيره ممن قبل الديمقراطية.
وننصحه بتركها والفرار منها والله المستعان...
كتبه الذي اتصل بالشيخ ربيع
حمد بن ناصرالاثيوبي
وستنزل المكالمة بصوت الشيخ ربيع…..

Menyingkap Syubhat dan Kedustaan Hani atas Syekh Robi'.
Aku telah menelpon -pada hari ini, Ahad, 14 Robi' Tsani, tahun 1437 H- Syekh kami, Al Allamah Robi' Iben Hadi Al Madkholy, dan aku katakan kepada beliau:

"Ya Syekh, apakah benar bahwa Hani telah menghubungi (menelpon) anda meminta saran (musyawarah) kepada anda untuk maju menjadi menteri ala demokrasi?

Aku (penelpon) katakan kepada beliau : Apakah hal ini bisa diterima??!!!

Syekh Robi' –hafizohulloh- menjawab :
Hani Iben Burek belum pernah menghubungi (menelpon) kami, dan kami tidak pernah memberikan isyarat kepadanya untuk menerima jabatan itu.
Akan tetapi ia bilang bahwa ia telah bermusyawarah dg sebagian ulama. Nah, mereka (sebagian ulama) memberikn isyarat kpdnya untuk maju menjadi menteri.
Adapun aku, maka ia belum pernah menghubungiku, krn ia tahu bhw kami memerangi demokrasi, kami memerangi hizbiyah dan pengikutnya.

Ia (Hani) punya ibroh (pelajaran) pada diri Az Zindany dan lainnya dr kalangan org2 yg menerima demokrasi.

Kami nasehatkan kpdnya untuk meninggalkannya dan lari darinya, wallohul Musta'an."

Ditulis oleh orang yang menelpon Syekh Robi' (Hamed bin Nashir Al-Atsyuby)
Percakapan ini akan diungguh dengan audio Syekh Robi'.

-selesai nukilan-

Catatan Pelita Sunnah
Jika berita ini benar, maka di dalamnya terdapat beberapa fawa'id (faedah) :
1.     Jika seseorang mengucapkan dan melakukan sesuatu, maka suatu hari akan muncul hakikatnya.
2.     Hani Iben Buroik telah dusta dalam pengakuannya yg menyatakan bhw ia telah menghubungi Syekh Robi' sebelum ia menerima jabatan menteri tsb.
3.     Sikap tegas Syekh Robi' kpd demokrasi dan hizbiyah yg telah menjadi sistem di banyak negara, termasuk Yaman.
4.     Cukuplah Az Zindany dan lainnya dr kalangan politikus menjadi pelajaran bagi kita, betapa sibuknya ia dengan politik dan tergelincirnya ia dlm hal itu.
5.     Syekh Robi' menasehatkn agar Hani meninggalkan apa yang sedang ia bangun berupa jabatan yang akan menggelincirkn dirinya dlm keburukan.


2 Komentar:

Pada 31 Januari 2016 18.37 , Anonymous Anonim mengatakan...

✋�������� 10 HAK PERSAUDARAAN

�� Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu asy-Syaikh حفظه الله

▶ Hak pertama: Seseorang mencintai saudaranya karena Allah, bukan karena sebuah tujuan duniawi.

▶ Hak kedua: Seseorang memberi bantuan kepada saudaranya dengan harta dan jiwanya.

▶ Hak ketiga: Seseorang menjaga kehormatan saudaranya.

Untuk menunaikan hak ketiga ini, ada beberapa bentuk:

~ Engkau diam, tidak menyebut aibnya.

~ Engkau tidak menanyainya dengan rinci.

~ Engkau menyimpan rahasia-rahasianya.

▶ Hak keempat: Engkau menjauhi sikap buruk sangka terhadapnya.

▶ Hak kelima: Engkau menjauhi perdebatan dengan saudara-saudaramu.

Perdebatan memiliki beberapa sebab:

~ Dia menunjukkan bahwa tidak bisa menerima (sebuah pendapat) karena memiliki sebuah sisi pandang.

~ Dia ingin membela (pendapatnya)

~ Dia tidak waspada dari penyakit-penyakit lisan

▶ Hak keenam: Membantu saudaramu dengan lisan.

Hal ini memiliki beberapa bentuk:

~ Janganlah engkau kikir dengan lisanmu.

~ Engkau berterima kasih atas bantuannya.

~ Engkau memujinya ketika dia tidak ada bersamamu.

 Hak ketujuh: Memaafkan kesalahan/ketergelinciran.

▶ Hak kedelapan: Merasa gembira dengan apa yang Allah limpahkan kepadanya dalam hal ilmu, agama, dan kesalehan.

▶ Hak kesembilan: Ada ta’awun antara dirimu dan saudara-saudaramu, dalam hal kebaikan dan kesalehan

▶ Hak kesepuluh: Ada musyawarah dan rasa kedekatan di antara orang-orang yang memiliki ukhuwah yang khusus.



�� Sumber: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35118

�� Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/10-hak-persaudaraan/
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

 
Pada 31 Januari 2016 18.41 , Anonymous Anonim mengatakan...

✋�������� 10 HAK PERSAUDARAAN

�� Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu asy-Syaikh حفظه الله

▶ Hak pertama: Seseorang mencintai saudaranya karena Allah, bukan karena sebuah tujuan duniawi.

▶ Hak kedua: Seseorang memberi bantuan kepada saudaranya dengan harta dan jiwanya.

▶ Hak ketiga: Seseorang menjaga kehormatan saudaranya.

Untuk menunaikan hak ketiga ini, ada beberapa bentuk:

~ Engkau diam, tidak menyebut aibnya.

~ Engkau tidak menanyainya dengan rinci.

~ Engkau menyimpan rahasia-rahasianya.

▶ Hak keempat: Engkau menjauhi sikap buruk sangka terhadapnya.

▶ Hak kelima: Engkau menjauhi perdebatan dengan saudara-saudaramu.

Perdebatan memiliki beberapa sebab:

~ Dia menunjukkan bahwa tidak bisa menerima (sebuah pendapat) karena memiliki sebuah sisi pandang.

~ Dia ingin membela (pendapatnya)

~ Dia tidak waspada dari penyakit-penyakit lisan

▶ Hak keenam: Membantu saudaramu dengan lisan.

Hal ini memiliki beberapa bentuk:

~ Janganlah engkau kikir dengan lisanmu.

~ Engkau berterima kasih atas bantuannya.

~ Engkau memujinya ketika dia tidak ada bersamamu.

 Hak ketujuh: Memaafkan kesalahan/ketergelinciran.

▶ Hak kedelapan: Merasa gembira dengan apa yang Allah limpahkan kepadanya dalam hal ilmu, agama, dan kesalehan.

▶ Hak kesembilan: Ada ta’awun antara dirimu dan saudara-saudaramu, dalam hal kebaikan dan kesalehan

▶ Hak kesepuluh: Ada musyawarah dan rasa kedekatan di antara orang-orang yang memiliki ukhuwah yang khusus.



�� Sumber: http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35118

�� Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net/10-hak-persaudaraan/
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

▫▫▫▫▫▫▫▫▫▫

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda