Selasa, 05 Januari 2016

Fatwa Syekh Sholih Iben Abdillah Al Fawzan berisi Tanggapan Beliau terhadap Kritikan Asy Syekh Ali Iben Hasan Al Halaby trhadap Fatwa Al Lajnah Ad Da'imah terkait Paham Murji'ah dlm Dua Kitab Asy Syekh Ali Al Halaby

Fatwa Syekh Sholih Iben Abdillah Al Fawzan berisi Tanggapan Beliau terhadap Kritikan Asy Syekh Ali Iben Hasan Al Halaby trhadap Fatwa Al Lajnah Ad Da'imah terkait Paham Murji'ah dlm Dua Kitab Asy Syekh Ali Al Halaby

Ketika Al Lajnah Ad Da'imah mengeluarkan fatwa resmi trkait dua kitab Syekh Al Halaby "At-Tahdzir min Fitnah At Takfir", dan "Shoihatu Nazhir", maka Syekh Ali melakukan kritikan & pembelaan diri. Kemudian muncul lagi seorg dai yg membantah Syekh Al Halaby dlm sebuah kitab berjudul "Rof'ul La'imah", yg ditaqdim (diberi mukaddimah) oleh Syekh Sholih Iben Abdillah Al Fawzan.


Dalam mukaddimah itu, Syekh Sholih Al Fawzan -hafizohulloh- brkata dlm membantah dan menanggapi prnyataan dan sikap Syekh Ali Hasan Al Halaby saat ia membela pemikirannya,
BismillahirRohmanirRohim. Alhamdulillah wash sholatu wassalamu 'ala rosulillah wa 'ala alihi wa shohbihi wa man waalah, wa ba'du:
Sungguh telah menelaah bantahan Syekh Muhammad Iben Salim Ad Dausary atas Syekh Ali Iben Hasan Al Halaby atas sanggahan2nya trhadap fatwa Al Lajnah Ad Da'imah ttg permasalahan irja' (paham Murji'ah).

Aku  (Syekh Al Fawzan) nyatakn :


Pertama: Syekh Muhammad bagus dlm bantahan itu, dimana ia telah seringkali meralat Syekh Ali Iben Hasan Al Halaby berupa perkara yg luput dinukil oleh Al Halaby dr ahlul ilmi (ulama') yg ia bersandar kpd ucapan2 mereka. Adapun usaha untuk menimbulkn keraguan trhadap fatwa Al Lajnah, maka tdk ada tempat baginya. Karna fatwa itu muncul brdasarkn kesepakatan anggota dan (hasil) tanda tangan mereka.

Kedua: Wajib bagi Syekh Ali Hasan dan teman2nya, tatkala mereka menisbahkn diri kpd Salaf dlm masalah iman untuk mencukupkn diri dg sesuatu yg telah ditulis oleh para salaf dalam masalah ini. Di dalamnya ada kecukupan. Tdk ada hajat kpd kitab2 baru yg mengacaukan pemikiran2 dan jadi wadah bantah-membantah dlm perkara besar seperti ini. Fitnah (dlm perkara ini) telah tidur (mati), tidak boleh membangunkannya (menghidupkannya) lg, agar hal itu tdk menjadi jalan masuk (celah) bagi kaum buruk dan perusak diantara ahlussunnah.
Ketiga : Wajib bg Saudara 'Syekh Ali Iben Hasan' bila harus menukil ucapan para ulama agar ia menyempurnakn nukilan dari awal sampai akhirnya. Tdk cukup (baginya) untuk menukil sepotong, dan meninggalkn potongan lain. Krn hal ini akan menyebabkn pemahaman buruk dan menisbahkn kpd seorang berilmu sesuatu yg tdk ia maksudkn.
Sebagai penutup, aku memohon kepada Alloh -untuk smua pihak- ilmu yg bermanfaat dan amal sholih.
Wa shollallohu ala nabiyyina Muhammdin wa alaa aalihi wa shohbih.

Ditulis oleh Sholih Iben Fawzan Iben Abdillah Al Fawzan



0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda