Selasa, 26 Januari 2016

Kasus Buku TK AISM, Teguran Pertama dari Allah bagi Ayif Syafruddin, cs.

Hasil gambar untuk AISM Nurani Mustain

Kasus Buku TK AISM, Teguran Pertama dari Allah 
bagi Ayif Syafruddin, cs.[1]
......................
Teguran Keras dari Allah
agar Jamaah Luqmaniyun Mau sadar
dan Bertobat dengan Melihat Fakta
dan Kenyataan yang Akan Kami Utarakan
......
.........

Beberapa hari lalu, Ayif Syafruddin, cs. mendapatkan teguran pertama dr Alloh -Tabaroka wa Ta'ala-, bagaikan tamparan keras yang membuatnya pusing dan stres. Bagaimana tidak buku yg slama ini menjadi kebanggaannya dan pemasukan finansial bagi keluarganya, kini dirundung musibah berupa fitnah yang berakhir dengan pemberedelan dan pelarangan buku AISM yang menjadi bahan pelajaran di TK asuhan Ayif dan istrinya (Nuraini Musta'in) selaku penulis buku itu. (http://m.metrotvnews.com/read/2016/01/21/472671)

Ini merupakan buah dosa Ayif, cs. yang diisyaratkan oleh Rasulullah -Shollallohu alaihi wasallam- dlm sebuah sabdanya,
يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لَا تُؤْذُوا المُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ المُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
"Wahai orang yang masuk Islam dengan lisannya, sedangkan iman belum merasuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelek-jelekannya dan jangan pula mencari-cari kekurangan mereka. Karena barang siapa mencari-cari kekurangan saudaranya (orang Islam), maka Allah akan mencari-cari kekurangannya. Barang siapa yang Allah cari kekurangannya, maka Allah akan permalukan dia, walau dia sedang berada di tengah-tengah tempat tinggalnya. (HR. At-Tirmizi no.2032 dan yang lainnya. Syekh Albani menerangkan bahwa hadits ini hasan-shahih)


Inilah dosa yang slama ini dipikul oleh Ayif, cs., dimana ia dan jamaahnya (baca : Luqmaniyun) menyebarkn fitnah dan kedustaan atas salafiyyin, trkhusus saudara2 mereka dr kalangan du'at dan asatidzah, seperti : Ust. Naim, Jauhari, Abu Ahmad, dan Dzulqornain Al Makasary –hafizohumullohu jami'an-.

Belakangan mereka menyalakan api permusuhan dengan para ulama yaman yang dulu adalah guru2 Luqman ba Abduh, Ayif Syafruddin, cs. Namun kini kehormatan mereka diinjak2 tanpa alasan yg haq. Setiap ulama yaman dan asatidzah tsb dicarikan kesalahan yg mereka anggap sbg legitimasi dlm menjatuhkn kehormatan dan kedudukan mereka. Sungguh biadab kelakuan Ayif, cs.

Tapi ketahuilah bahwa siapa yang memusuhi ulama2 ahlus sunnah dan para asatidzah tsb, maka yakinlah cepat atau lambat Allah akan binasakan mereka dr arah yang tiada mereka sangka2.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ
"Siapapun yg memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku umumkan peperangan kepadanya." (HR. Al Bukhory no. 6502)
Al Allamah Asy Syekh Abdul Muhsin Al Abbad –hafizohulloh- brkata:
وهو يدلُّ على خطورة معاداة أولياء الله، وأنَّه من الكبائر.
"Dia (hadits di atas) menunjukkan ttg bahaya memusuhi wali-wali Alloh dan bahwasanya hal itu trmasuk dosa besar." (Fath Al Qowi Al Matin, halaman 114)

Para ulama dan asatidzah yg ditahdzir dan dicari2 kesalahannya oleh Ayif, dkk tanpa alasan yang syar'i –insya Allah- mereka adalah orang2 brtaqwa dan beriman.

Ayif, cs. pasti masih ingat bagaimana gesitnya mrk membuat laporan2 dusta ttg sekolah dan kurikulum al Madinah, maka kini mrk juga difitnah oleh manusia atas perbuatannya slama. Ana ingatkn kpd Ayif, cs. agar bertaqwa kpd Alloh dan berhenti mencari2 aib dan kesalahan org, apalagi ia ahlussunnah, apalagi ia adalah ulama sunnah dan dai sunnah. Sebab anda –wahai Ayif- akan brhadapan dengan Alloh. Yakin suatu hr Alloh akan binasakan kalian smua.

Jika kalian wahai para asatidzah Luqmaniyun tdk berhenti dr perbuatan buruk sprt itu, maka Alloh akan terus membongkar aib kalian, walau pun bersembunyi dan menuntup rapat aib kalian, maka suatu hr nanti kalian jatuh dlm kehancuran dan kebinasaan yg tiada taranya. Masih ingatkh kalian dengan peristiwa di Ambon, saat kalian melakukan bbrp fitnah dan kezoliman yg cuma Alloh sj yg tahu kadar dan kengeriannya. Ketahuilah bahwa dosa tetap dosa, akan memberikn pengaruh buruk kpd jasad, harta, keluarga, hewan, kendaraan dan negeri kalian!!

Kasus AISM yang diangkat oleh GP ANSOR, itu hanyalah teguran pertama bagi kalian, agar kalian memeriksa kelakuan dan tindak-tanduk kalian, agar kalian muhasabah diri (jiwa & raga) atas kelakuan slama yg begitu angkuh seakan tak ada Tuhan yang menghisab perbuatan2 kalian.

Jika kalian dituduh sebagai "Kaum Radikal" yang mengajarkn radikalisme, jangan serta merta kalian menepis hal itu dr dari kalian, tapi brkacalah ke belakang dan ke depan, apa yg telah, sedang atau akan kalian lakukan, apakah hal itu adalah perbuatan yg betul2 bersih sikap radikalisme?

Radikalisme adalah paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dng cara kekerasan atau drastis (KBBI)

Jika kita menghubungkan definisi ini dengan perbuatan kalian, maka kalian telah jatuh dalam radikalisme manhaj. Kekerasan-demi kekerasan telah menjadi menjadi ritme perjalanan dakwah yg kalian usung. Jangankan ahli bid'ah disikat dan ditahdzir habis-habisan, ahlus sunnah pun kalian sikat dan habisi tanpa ampun. Bahkan org yg tidak tahu-menahu, juga disikat dan ditahdzir, tanpa kaedah dan faedah bagi dakwah salafiyah. Kaedah2 dan dhowabith (aturan) dlm hajr dan tahdzir serta vonis tidak lagi brlaku di sisi kalian. Siapa yang tidak sejalan dengan anda menurut hawa nafsu anda, maka bersiaplah menjadi musuh. Ini merupakan bentuk tathorruf 'radikalisme manhaj'.

Jika ada yg menuduh anda sbg radikalis, maka ini adalah teguran agar kalian periksa diri, mawas diri, dan segera bertobat kpd Alloh.

Radikalisme Manhaj yg slama ini kalian lakoni telah menelan banyak korban dan kerugian dalam dakwah yang akan kalian pertanggungjawabkn di hadapan Alloh. Tidak ada perkampungan yg kalian masuki, melainkn dakwah salafiyah kalian rusak dan ukhuwah imaniyah-islamiyah kalian porakporandakan, sampai para dai dan mad'u menangis kepiluan. Tiada tempat mengadu bg mereka, melainkn kpd Sang Maha Kuasa, Alloh –Jalla wa Alaa-

Tank Radikalisme Manhaj yg kalian jalankn slama ini bukan hanya merusak dan mengacaukan dakwah salafiyah di Nusantara yg trcinta ini, bahkan kalian ikut melakukan perusakan dakwah di kalangan ahlus sunnah di negeri seberang, bahkan di kalangan ulama dan masyayekh di Yaman. Peristiwa pemulangan para tholabah (santri) Fuyusy menjadi saksi abadi dalam sejarah dakwah salafiyah yg tercoreng oleh ulah radikalisme kalian yg mengadu antara para tholabah dengan gurunya yang mulia Asy Syekh Al Faqih AbdurRohman Al Adeny –hafizohulloh-. Makar-makar radikalisme manhaj yg kalian geluti terus meniupkn api permusuhan, bukan cuma kpd Syekh Al Adeny, bahkan menjalar bagaikan kobaran api kpd masyayekh ahlus sunnah lainnya di Yaman dan Saudi. Sungguh ini merupakan sikap tathorruf 'radikalisme' yang belum pernah disaksikan oleh dakwah salafiyah sepanjang sejarah. Tapi cukuplah Alloh sbg saksi!!

Cobalah anda menengok ke belakang saat trjadi "Jihad Ambon". Sekian banyak sikap radikalisme yg kalian munculkn membuat kening dan dahi kaum beriman berkerut. Api fitnah demi api fitnah kalian kobarkan sampai kalian mengeyampingkn aqidah dan manhaj ahlussunnah hanya demi mengikuti seorang Jafar Umar Tholib yg kini kalian tidak ampuni dan kalian salahkn 100%, padahal kalian juga menjadi bahan bakar dan penyemangat Jafar umar Tholib!! Salah satu sebab trbesar Jafar trsesat, krn ulah kalian yg dianggap lebih berilmu dan penasihat oleh Jafar.

Di saat kalian akan menyalakan api jihad di Ambon, tanpa komando pemerintah NKRI, kalian pasti masih ingat dengan nasehat para ulama kibar (semisal : Syekh Utsaimin, Syekh Abbad, dll), dimana mrk melarang kalian melakukan jihad dengan cara memobilisasi massa tanpa ada izin dr pemerintah!!

Di saat itu kalian hanya mengambil fatwa ulama yg membolehkannya (seperti Syekh Robi), agar menjadi dalih bg kalian bhw kesalahan praktek jihad yg kalian jalankan –setelah itu- bukanlah ide dan kesalahan kalian, tp itu adalah fatwa Syekh Robi'. Sungguh ini merupakan qillatul adab (kurang ajar) kpd Syekh Robi.

Bukankah kalian telah brtahun2 belajar aqidah salaf bhw jihad hrs brsama pemerintah muslim!! Hatta yg memerintah adalah kafir, maka tdk serta-merta kalian boleh mengumandangkan jihad. Harus ada kajian dan telaah dr para ulama.

Di saat kalian mengambil fatwa Syekh Robi', padahal kala itu ada ulama kibar yg melarangnya, maka ini adalah fakta yang tak terelakkan bhw kalian menyalahi dan mendustakan slogan kalian "Kembali kepada Ulama Kibar". Aku tahu bahwa itu hanyalah hawa nafsu kalian.

At-Tathorruf Al Manhajy 'Radikalisme Manhaj' di Bumi Ambon telah mengubur segala keindahan dakwah salafiyah.
-         Dakwah salafiyah yg dikenal sibuk dg ilmu, kala itu smua majelis ilmu di luar ambon, dapat dikatakan lumpuh total.
-         Dakwah salafiyah yg dulu dikenal sbg golongan yg amat kuat dalam menaati pemerintah muslim, kala itu luntur dan sirna dengan menyalahi keputusan pemerintah yg melarang mobilisasi massa untuk jihad di Ambon.
-         Dakwah salafiyah yang dikenal dengan sifat kelemahlembutannya, nyaris hilang sifat itu dengan berbagai macam penyiksaan dalam sekolah2 kriminal yg kalian tegakkan tanpa haq, serta melakukan teror kpd kaum muslimin.
-         Dakwah salafiyah dikenal jauh dr cinta dunia dan kepemimpinan, kala itu Jafar dan lainnya yg haus kepemimpinan, kalian dorong dan berikn hasratnya walaupun kalian melanggar.
-         Dakwah salafiyah dikenal dengan jauhnya mrk dr bai'at dan hizbiyah, namun kalian –wahai Ayif, cs.- malah membai'at Jafar dan membangun hizbiyah jadidah atas nama "Dakwah Salafiyah", jahlan wa buhtanan.
-         Dakwah salafiyah dan pengikutnya masyhur dengan enggannya mrk berdemo. Tapi apalah yg dikata saat kalian berkumpul demo di Senayan, Jakarta?!
-         Dakwah Salafiyah menetapkan hukuman hadd dan qishosh kembali kpd pemerintah, namun kalian malah merajam, membunuh dan menyiksa jiwa2 yg tdk berdosa. Kalian dengan bengisnya menzolimi mrk atas nama agama!! Radikalisme apalagi yg lebih sadis daripada semua ini?
-         Dakwah salafiyah dikenal dengan bersihnya mereka dari politik kotor, namun kalian berpolitik kala itu bak org jahil.
-         Dakwah salafiyah amat jauh dan tidk berani menvonis org lain sebagai munafik dengan tergesa2 tanpa memperhatikan syarat2 vonis atau penghalang2nya, dan tanpa hujjah yg nyata. Kala itu seorg ustadz menjatuhkn vonis munafik bg Ust. Arifin Badri. Disini kami tdk membelanya, namun kami brbicara sesuai realita, agar anda smakin yakin akan adanya "Radikalisme Manhaj" pada diri Luqmaniyun.

Bubarnya Laskar Jihad (LJ), panduan Luqmaniyun telah menyimpan banyak kenangan pahit yg akan dirasakan dan membayangi perjalanan dakwah salafiyah pada masa depan. Bagaimana tdk, para hizbiyun bertepuk tangan dg penuh kegembiraan, karena apa yg slama ini dilakukan oleh kaum hizbi, juga dilakukan oleh Luqmaniyun yg mengaku "salafy" atau "ahlussunnah". Smua ini menghapus simpati, kepercayaan, dan rasa bangga dr hati manusia terhadap dakwah salafiyah. Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Ketika Laskar Jihad bubar dengan kesan dan kenangannya, maka smua itu tidak serta-merta menghapus kebiasaan "Radikalisme Manhaj" yg mrk usung slama itu. Hal ini mereka terus usung, sebagaimana di zaman pemerintahan Jafar Umar Tholib sampai hari ini.

Disini mengingatkan kita bhw berpindahnya seseorang kepada kondisi dan lingkungan baru, bukanlah jaminan bahwa mereka sdh steril dr penyakit lama, walaupun sdh lama diobati terkadang penyakit lama akan akut. Ini adalah perumpamaan bagi kelakuan Luqman ba Abduh, Ayif, dkk.

Jadi, suatu hal yg mengherankn jika Luqman yg dahulu mengaku sdh jatuh dlm aqidah dan manhaj Khowarij, kini (belum lama dr masa sembuhnya), tiba2 dijadikan pionir dakwah salafiyah, yg didengarkn ucapan dan perintahnya oleh para ustadz yang di bawah "pemerintahan" orde baru Luqman. Smua ustadz yg tidak patuh mengikuti Luqman, hrs disikat sampai ia berhenti dakwah dan jadi pekerja kuli, bahkan sampai mati sekalian!!

Disinilah rahasianya As Sewed, Askary dan lainnya tdk berani ngomong ttg penyimpangan Luqman ba Abduh, krn kapan ia ngomong, maka pasti ia akan di-tahdzir dan disikapi oleh Luqman, cs. sampai babak belur dan jadi tukang becak.

Informen dr makasar yg dekat dg Ust. Dzul menyebutkn bhw Askary dan As Sewed pernah berkasus dg Luqman, sampai –katanya sih- Askary itu mau diusir dr Ibnul Qoyyim (eh, radikalisme lagi tuh!). Walaupun akhirnya Askary dpt posisi lg krn ia yg pertama menyebarkn fatwa MLM yg diusung oleh Hani, tanpa ada audio, lalu dipercaya begitu sj. Masak eh fatwa nggak ada pertanyaannya. Lucu kan?

Tidak luput as sewed juga tahu siapa itu Luqman ba Abduh. Saat ia ke Makasar, sempat curhat kpd Ust. Dzul ttg keluhannya trhdp Luqman. Bahkan yg paling stress mau menuntut Luqman dalam Pertemuan Bandung adalah si Ustadz Kibar ini.[2] Ketika ia brbalik 180 derajat memihak Luqman, tahulah aku bhw org ini hatinya Allah balikkan brsama org2 merugi dalam mendukung "Radikalisme Manhaj" yg diusung oleh Luqmaniyun, yg dimotori oleh politis ulung "Luqman ba Abduh".

Cerita dan berita ttg Radikalisme Manhaj yg dilakoni oleh Luqmaniyun dengan kepemimpinan Luqman ba Abduh, jika ingin diungkap satu persatu, maka trlalu banyak. Tak luput disini kami ingatkan dg kisah Ustadz Abdul Mu'thi al Medany yg menjadi korban "Radikalisme Manhaj" di Pesantren Al-Anshor, Jogja.

Ustadz Abdul Mu'thi –hafizhohulloh- berkata dlm menggambarkn kpd kita sikap radikalisme manhaj dr Luqman ba Abduh, cs. :

"Kembali kepada masalah islah, sesudah upaya islah yang kami dan ustadz Ali Basuki prakarsai itu gagal, ustadz Luqman Baabduh dan ustadz-ustadz yang bersamanya memaksa kami untuk berbicara dan mengeluarkan tahdzir terhadap ustadz Dzul Akmal dan Muhammad Wildan. Dimulai dengan ustadz Usamah Mahri yang menelpon dan mendesak kami untuk berbicara tentang ustadz Dzul Akmal ke hadapan publik. Kemudian berikutnya ustadz Luqman sendiri yang menelpon dan juga mendesak kami untuk melakukan itu. Bahkan dia mengancam dengan kalimat “Kalau kamu tidak mau bicara, jangan salahkan kami, bila ada ustadz yang berbicara (tahdzir) tentang kamu”.

Radikalisme manhaj nyata dlm ilustrasi di atas. Dengan memaksa dan mengancam, Usamah mendesak agar men-tahdzir seorg ahlussunnah. Ini yg kami katakan brkali2 bahwa sistem komando hizbiyah di kalangan Luqmaniyun yg mengaku sbg "Salafy Sejati" adalah prkara yg tdk dapat dipungkiri.

Percaya tidak? Kalau Luqmaniyun semasa LJ pernah menyiksa seorang Ustadz sampai lumpuh dg alasan yg tidak bisa diterima dlm syariat. Ini adalah radikalisme terlaknat!!

Sebuah situs melansir berita masyhur ini :

"Mereka melaksanakan hukum rajam, menutup dan memberantas tempat-tempat mesum, serta menyiksa sebagian ikhwah Salafiyin yang tidak mau melaksanakan perintah Luqman Ba’abduh untuk melakukan aksi bunuh diri ke wilayah musuh, sampai sebagian mereka meninggal dunia dalam penyiksaan itu."

Penulis situs itu brkata untuk membuktikan bahwa pemikiran Khowarij masih bercokol dlm benak Luqman :

"Ada beberapa bukti atas hal itu sebagai berikut:
1. Perintah Luqman untuk membunuh para tentara pemerintah di Ambon.
2. Luqman memerintahkan untuk membunuh para preman yang melindungi tempat-tempat mesum yang berada di wilayah kaum muslimin.
3. Perintah-perintah Luqman untuk menyiksa beberapa personil Salafiyin yang terlibat dalam jihad, yang hal itu bisa membuat mereka terbunuh atau cacat."

Adakah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- atau para sahabat yang menjadi panglima kemudian menyiksa pasukannya. Jika ada yg salah, mereka nasehati, bukan mereka siksa sampai lumpuh. Adakah para sahabat membunuhi kaum muslimin tanpa alasan syar'i?!

Ini smua adalah bukti2 radikalisme manhaj yg dilakukan dan dipraktekkan oleh jamaah Ayif Syafruddin (jamaah Luqmaniyun), pimpinan Luqman ba Abduh. Semoga suatu saat ada yang menggugat dan menghukum mereka atas kejahatan perang dan radikalisme manhaj yang mereka lakukan. Kaum ini telah merusak dan mencoreng dakwah salafiah di dunia, dan trkhusus di Indonesia.

Saudara2ku yang seiman, barangkali kalian brtanya kepadaku : "Bukankah mereka berhenti dr Laskar Jihad dan bertobat?! Lalu mengapa anda mengungkap masa lalu?"

Kami jawab :

a.       Laskar Jihad (LJ) memang telah tiada, tapi praktek dan kebiasaan radikalisme dan sistem komando hizbiyah masih tertanam kuat di kalangan Luqmaniyun, sebagaimana di masa LJ.
b.       Adapun masalah tobatnya, maka kami belum pernah mendengarkan tobatnya mereka dari kesalahan semasa LJ.[3] Sekian banyak pelanggaran manhajiah, kriminal dan lainnya belum pernah kami dengar jamaah Luqman ba Abduh menyatakan tobat darinya. Anggaplah bertobat, tapi masih ada dosa yg brkaitan dg hak manusia berupa hukuman qishosh dan lainnya. Tobat bukan hanya meninggalkan maksiat, menyesalinya, dan berusaha tidak mengulanginya. Tapi jika ia berkaitan dengan hak manusia berupa harta, darah, kehormatan, dll., maka ini harus dikembalikan dan ditunaikan oleh mereka yg melakukan dosa dan kejahatan ini. Oleh karena itu, suatu hal yg lucu bagi ana, jika Luqman bertobat dr sesuatu yg masih memiliki ihtimal (kemungkinan)[4], lalu melalaikan dan melupakan yang tidak memiliki ihtimal dan lebih besar (baca : pelanggaran2 dan kejahatan2 di Ambon). Ini adalah sikap waro' yang dingin, rada mirip sikap kaum Khowarij yang bertanya ttg membunuh nyamuk, namun mereka lupa bertanya ttg hukum menumpahkan darah para sahabat dan kaum muslimin!!
c.       Kesalahan2 mrk juga sudah trlanjur tersebar dan banyak yang tahu.
d.       Tahunya umat akan perbuatan mrk akan menjadi ibroh bagi mrk agar jangan mengikuti langkahnya, sebagaimana Sholih bin Hay yg melakukan sebuah penyimpangan juga diabadikan kesalahannya, biar umat jauh dr pemikirannya.[5]

Saudara2ku kaum muslimin ahlussunnah, inilah catatan kelam dari at tathorruf al manhajy (Radikalisme Manhaj) yang dilakoni oleh Jamaah Luqmaniyun. Suatu saat, insya Allah akan kami sambung pada kesempatan lain dan dalam momen lain. Hasbunalloh wa ni'mal wakil.

يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِنْ عِنْدِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنْتُمْ لَهَا كَارِهُونَ  [هود : 28]
"Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika Aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya Aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?" (Suroh : Huud, ayat 28)

يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ [هود : 88]
"Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika Aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya Aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah Aku menyalahi perintah-Nya)? dan Aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang Aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama Aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah Aku bertawakkal dan Hanya kepada-Nya-lah Aku kembali." (Suroh Huud, ayat 88)










[1] Awalnya berjudul : Pelajaran Berharga dan Teguran dr Allah bagi Ayif Syafruddin Terkait Kasus Buku TK AISM. Namun kami ubah setelah tulisan ini selesai, krn sesuatu dan lain hal.
[2] Istilah ustadz kibar, salah satu trik Luqmaniyun dalam memengaruhi kaum muslimin, seakan Luqman, As Sewed, Askary, dll adalah kibar. Ana khawatir ini malah kibr (kesombongan). Apa sih artinya "kibar" (besar), jika ia jauh dr al haq.
[3] Ada pernyataan dr As Sewed, tp amat umum, tdk rinci.
[4] Misalnya rujuknya Luqman ba Abduh dr penggunakan kata "maha". Dia rujuk dr situ, agar kelihatan kek gimane gitu, biar kelihatan waro' dan super hati2.
Padahal dalam menumpahkan darah, ia nggak punya waro' dan tidak pernah tobat dg sebenar2nya tobat.
Terkait masalah "maha" dalam KBBI dijelaskan bahwa ia memiliki dua ihtimal (kemungkinan) makna : (1) amat, sangat dan teramat. (2) besar. Jadi, penggunaan kata ini tergantung kata setelahnya. Jika kata setelahnya adalah Alloh, maka makna MAHA adalah "teramat". Tapi jika setelahnya adalah makhluk, maka maknanya adalah "besar".
[5] https://www.youtube.com/watch?v=zxNcTqh4Lhs via akun FB Abu Fariha (Jamaah Luqmaniyun) https://www.facebook.com/rahmat.ibnurosyid?pnref=story (postingan tertanggal : 26 Jan 2016 M)

2 Komentar:

Pada 26 Januari 2016 15.05 , Anonymous Anonim mengatakan...

Maaf, pembahasan ini akan menjadi lebih baik jika lebih fokus kepada masalah pembredelan ijin buku aism dan beberapa kekeliruan yang ada di dalamnya....

 
Pada 26 Januari 2016 18.42 , Anonymous Anonim mengatakan...

Radikalisme Manhaj dalam istilah lain Haddadiyah. Mereka (Luqmaniyun) seringkali berusaha menjatuhkan kehormatan (baca: membid'ahan dan menghizbikan)ulama atau da'i sunnah hanya krn tergelincir dalam kesalahan.Setiap teks hadits atau ayat atau atsar tentang tahdzir dan boikot trhadap ahlul bid'ah langsung digunakan untuk mentabdi' ulama sunnah yang tergelincir. Ini mirip kelakuan Khawarij, dimana setiap kali bertemu ayat2 tentang orang kafir, Khawarij langsung menggunakan ayat itu u mengkafirkan kaum muslimin yang berbuat dosa... Wallahul musta'an. Ada sedikit pencerahan di dalam menyikapi kesalahan pr ulama di link: https://tulisansulaifi.wordpress.com/2016/01/17/dosa-terhadap-ilmu-dan-ulama/
A'adzanallaahu wa iyyaakum minal ghuluw fil manhaj..

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda