Selasa, 12 Januari 2016

Sikap dan Nasehat Syekh Robi yg Ditinggalkan oleh Hani Burek ("Kita tidak menginginkan kedudukan")


Sikap dan Nasehat Syekh Robi 
yg Ditinggalkan oleh Hani Burek
("Kita tidak menginginkan kedudukan")
Andaikan Hani sibuk membuka kitab-kitab Syekh Robi' dan sibuk mengikuti majelis2 beliau, maka itu lebih berguna baginya dibandingkn ia sibukkan diri tahdzir ahlussunnah sana-sini, sibuk ngisi dauroh disana-sini, sampai masuk lubang hizbi di Syaruroh, dibandingkan ia sibuk melakukan layatan politis ke rumah2 dan kediaman para kaum politikus demokrasi, daripada sibuk melakukan show dan diskusi politis.

Kesibukan Hani belakangan ini, banyak membuatnya lupa dr nasehat2 para ulama kibar, khususnya : nasehat2 Syekh Robi'. Hani Burek amat sibuk dg politik dan tahdzir. Tak pelak bila ia lupa atau mungkin tdk tahu dg kalam2 mutiara Syekh Robi' yg sarat dg ilmu dan wejangan bermanfaat bg jiwa-jiwa yang haus nasehat. Diantara nasehat Syekh Robi' yg dilupakan oleh Hani, cs, kalam mutiara Syekh berikut:

Asy Syekh Robi Iben Hadi Al Madkholy –hafizohulloh- berkata dalam sebuah kitabnya,
((والله يا أولادي، ما نحارب أحداً،
ما نريد سياسةً،
ولا نريد مُلْكَاً،
ولا نريد مناصب،
والله لو عُرِضْنَا على المناصب ما نقبلها،
نُحامي عن هذا الدين،
ونُحامي عن هذا المنهج الصَّحيح النَّابع من كتاب الله ومن سنَّة رسول الله -صلَّى الله عليه وسلَّم-، ونُحارِب الخرافات والبدع، والخرافات السِّياسيَّة، والتُّرَّهات السِّياسيَّة؛
التي ضَيَّعَت شبابَ الأمَّة وأبعدَتهم عن مبدأ الولاء والبراء لله ولأوليائه وعباده الصَّالحين، إلى موالاة أهل الخرافات والبدع بما في ذلك الرَّوافض((


"Demi Alloh, wahai anak2ku. Kita tdk memerangi seorang pun. Kita tdk ingin politik. Kita tdk menginginkan kerajaan. Kita tidak menginginkan kedudukan.
Demi allah, seandainya kita ditawari jabatan, kita tidak akan menerimanya. Kita hanya ingin menjaga agama ini, menjaga manhaj yang shahih, yang bersumber dari Al-Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kita memerangi khurafat dan kebidahan, khurafat politis dan permainan politis yang menyia-nyiakan pemuda umat ini, dan menjauhkan mereka dari dasar al-wala wal- baro karena Allah, wali-wali Allah dan hamba-hamba yang shalih, untuk (kemudian) berloyal kepada ahli khurofat dan bid’ah, termasuk diantaranya rofidhoh."

Kami (Pelita Sunnah) nyatakan bahwa andaikan Hani, cs mendengarkan nasehat2 indah ini, maka ia akan sontak kaget. Sebab trnyata syekh Robi' tdk ingin jabatan. Demikian ulama robbani yg ikhlash dlm menyebarkn ilmu. Andaikan pun jabatan mendatanginya, maka beliau (Syekh Robi) akan tolak. Krn beliau sadar akan pentingnya menyebarkn agama dan ilmu dibandingkan sibuk dg jabatan kenegaraan. Bagaimana lg jika beliau mendengar bhw di Yaman, demokrasi berkuasa dan jadi dasar negara!!

Sumber Artikel : At-Tahdzir minal Fitan, cet al-Miirats an-Nabawi. Hal. 90-91

Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary, dengan sedikit tambahan dr Pelita Sunnah, tanpa merusak makna. Kepada Al-Akh Al Karim Al Ustadz Abu Hafsh kami haturkan "Jazakallohu khoiron."


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda