Rabu, 24 Februari 2016

Bukti Hizbiyah Luqman ba 'Abduh dr Realita Sepak Terjangnya dalam Dunia Dakwah (01)


Bukti Hizbiyah Luqman ba 'Abduh 
dr Realita Sepak Terjangnya dalam Dunia Dakwah (01)

Kini smua tuduhan Luqman, kembali kepada dirinya. Dahulu ia menuduh orang dengan serampangan, kini ia jatuh dalam tuduhan itu sendiri. Sadar atau tidak, ia menelan ludahnya sendiri tanpa malu dan jijik.

Luqman tidaklah hidup sendiri di dunia. Tp banyak org di sekitarnya melihat dan memperhatikan, apakah ucapan dan perbuatannya sejalan, ataukah perbuatannya mendustakan ucapannya yg slama ini menempatkn diri seakan manusia yg tidak punya penyimpangan. Tunggu, jangan tergesa2 bangga diri dan congkak, ya akhi. Allah –Jalla wa Alaa'- ada di depanmu mengawasi tingkah lakumu. Jika engkau menzalimi seorang ulama sunnah atau dai-nya, maka kezaliman itu akan anda rasakan akibatnya di dunia, insya Allah. Sebab, jika dosa kpd org tua saja disegerakan adzabnya bagi anaknya, maka boleh jadi org yg durhaka kepada syekh-nya slaku guru dan org tuanya dalam ilmu, akan disegerakan azabnya.

Agar tdk bertele2, kami ajak membaca sbuah tulisan berikut, demi meyakinkan anda bhw Luqman mutalawwin dalam bersikap!!
Tulisan ini kami nukilkn dr tulisan seorg facebooker yg berinisial "Thalibul Ilmi":


SOROTAN 1
______
Sang Desainer Pamflet Luqman Ba'abduh di Tenggarong (Lihat 2 pamflet tsb)[1], gaya tulisan dan cita rasa seni yg sama. Untuk memastikan siapa yg membuat langsung saja menghubungi No yg tertera di masing-masing pamflet)
______
Menyoroti Corong Dakwah Hizbiyah Luqman Ba'abduh di Tenggarong, Kal-Tim
______
Tentu kita tidak asing dengan qaidah yg dimiliki Luqman Ba'abduh dan pengikutnya, yaitu
"Tidak boleh berteman dengan orang yg mereka anggap menyimpang, seperti: orang-orang yg kenal dakwah dari Rodja dan loyal dengannya yg biasa mereka katakan surury dan juga para MLMM."

Dalil mereka adalah hadits,
المرء علي دين خليله
Kata mereka, "Firanda itu ikhwany, jadi semua asatidzah Rodja adalah ikhwany, dan yg masih nonton atau dengar kajian di Rodja juga ikhwany." Padahal para ulama tidaklah memahami hadits tsb seperti yg mereka pahami, tapi para ulama memberikan rincian. Syaikh Muhammad al-'Utsaimîn rahimahullah berkata, "Jika di dalam pergaulan dengan orang-orang fasik menjadikan sebab datangnya hidayah baginya, maka tidak mengapa berteman dengannya. Engkau bisa undang dia ke rumahmu, kamu datang ke rumahnya atau kamu jalan-jalan bersamanya, dengan syarat tidak mengotori kehormatan dirimu dalam andangan masyarakat. Betapa banyak orang-orang fasik mendapatkan hidayah dengan berteman dengan orang-orang yang baik." [At-Ta'lîquts Tsamîn 'ala Syarhi Ibni al-'Utsaimîn li Hilyati Thalabil 'Ilmi hlm. 24]

Tapi qaidah tsb tidak berlaku untuk seorang desainer, padahal menurut qaidah yg mereka pegang seharusnya desainer tsb sudah dihajr dan di baro' oleh mereka. Bagaimana tidak, ngajinya saja sana sini. Sama Rodja, MLMM juga. Terus, mengapa tidak mereka lakukan hajr?. Karena orang tsb sangat bermamfaat buat mereka, seribu udzur mereka berikan untuk orang tsb.

Sebenarnya menurut informasi yg shahih, luqmaniyun yg fanatik di daerah ini hanya segelintir orang saja, bisa dihitung jari. Cuma dgn adanya orang tsb jumlah jama'ah mereka bertambah lumayan, memang orang tsb memiliki kemampuan dalam merekrut jama'ah.

Jadi, jangan heran jika jama'ah di majelis ustadz yg menjadi corong Luqman Ba'abduh yg ditancapkan ust Asykari di Tenggarong didominasi orang-orang yg menurut mereka orang-orang Rodja (yg jika ust2 Rodja datang ke Tenggarong mereka semua dipastikan banyak yg hadir).

Bahkan salah satu donatur Tabligh Akbar Luqman Ba'abduh di Tenggarong juga orang Rodja (Surury kalau menurut qaidah mereka). Sampai sekarang seorang desainer pamflet, seorang donatur, jama'ah pengajian yg notabene (didominasi) orang-orang Rodja tidak di tahdzir, dihajr, dan dibaro' juga, cocok nih buat luqmaniyun di Tenggarong (kita balikkan qaidah mereka) : "Yg bergabung dengan orang-orang Rodja dan diam (yah menurut ust As-Sewed "Setan Bisu" karena diam atas sebuah penyimpangan), berarti Rodjaiyun, ikhwaniyun, sururiyun." Bahasa kasar mereka, demi kepentingan hawa nafsu "Manhaj Ditendang."
______
Tunggu SOROTAN ke-2
BUKTI HIZBIYAH DAKWAH LUQMAN BA'ABDUH DI SAMARINDA
______





[1] Pamflet yang dimaksudkan oleh si Penulis adalah dua pamflet yg kami tampilkan dalam tulisan ini.

2 Komentar:

Pada 24 Februari 2016 20.17 , Anonymous Anonim mengatakan...

kabar dari teman-teman di purwokerto, salah satu Ustadz "Kibar" Lukmaniyun yang bernama Saeful Bahri Kroya juga ngisi rutin di Masjid Jendral Sudirman. Padahal di situ panitia yang mengundang Ustadz saeful juga mengundang abduloh xaen yang kata Ust. Lukman ba abduh, dia itu HIZBI.
Katanya kalau panitianya bermasalah ga boleh datang ? seperti ketika syeikh Ruzaik ngisi di sumpiuh, katanya orang-orang tidak boleh datang karena panitianya orang-orang bermasalah...
Saya terheran-heran dengan MSG ini ? Manhaj Standar Ganda ...
Ya.. Alloh berilah kami kekokohan d atas agama-Mu...

 
Pada 24 Februari 2016 23.07 , Blogger Pelita Hati mengatakan...

Begitulah mereka menelan ludah sendiri. Mereka lupa bhw informasi sekarang hebat. Saat ini anda ngisi kajian di suatu tempat, saat itu juga terliput di seluruh dunia. Mereka lupa kalau ngisi di Masjid Jendral Soedirman, hadir berbagai kalangan. Nggak sembunyi2 di hutan.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda