Selasa, 16 Februari 2016

Tank Keropos 'Manhaj Ilzam' dan Kebatilannya


Tank Keropos 'Manhaj Ilzam' dan Kebatilannya

Salah satu manhaj Luqmaniyun (Jamaah Luqman ba Abduh), mereka suka meng-ilzam (mengharuskn dan menekan) org lain dlm mengambil sikap!! Parahnya lg bila manhaj ilzam ini diterapkan dlm menyikapi seorg salafi-ahlussunnah yg dikenal dg tamassuk-nya (berpegang teguhnya) org itu dg sunnah.

Disinilah perselisihan dan carut marutnya dakwah salafiyah, saat sbagian oknum menggunakan manhaj ilzam dlm menyikapi dai salafy lainnya.

Madhorotnya bg dakwah amat jelas, sebab manhaj ini akan memperluas kerusakan, dan smakin membuat yg lain jauh dr dakwah salaf.


Kita lihat kasus Ust. Abdul Mu'thi yg di-ilzam (dipaksa) oleh oleh Ba Abduh untuk menyikapi Ust. Dzul Akmal Riau –hafizohulloh- dan men-tahdzir, walaupun dlm hal ini yg dipaksa tdk tahu menahu apa sebab dan argumen kuat dlm menyikapi Ust. Dzul Akmal. Kalau pun ada argumen ba Abduh, tp menurut Ust. Abdul Mu'thi, itu adalah argumen lemah. Adakah jalan bg seorg ustadz memaksa dan meng-ilzam ustadz lain? Ba Abduh seharusnya sadar bhw ia bukanlah pimpinan yg memiliki hak memaksa ustadz lain. Sekalipun ba abduh pimpinan bg ustadz Abdul Mu'thi kala itu, maka sama skali ia nggak punya hak meng-ilzam beliau dlm perkara agama tsb.

Manhaj ilzam ini telah mewarnai smua pengikut Luqman ba Abduh secara menasional. Fakta tidak terelakkan, dg adanya gerakan manhaj ilzam ini menjadi jalan bg Luqman ba abduh merobek dakwah salafiyah di Nusantara. Kala keluar fatwa MLM dr Asy Syekh Robi' Iben Hadi Al Madkholy, maka Luqmaniyun yg dimotori oleh Ba Abduh, menggunakan manhaj ilzam, shingga bukan cuman ustadz dzul yg disikapi, tp smua ust2 dan mad'u-nya 'audiens' juga diperlakukan sama, dg dalih manhaj ilzam :
"Siapa yg tdk bersikap, maka kami akan sikapi."

Tank baja keropos 'manhaj ilzam' ini mengarahkan moncongnya kepada setiap pihak, yg terlibat atau tdk, yg tahu masalah dg yg jahil, yg membela dan tidak membela. Laa hawla walaa quwwata illa illah.

Ketika trcium aroma pembelaan masyayikh Yaman bg Ust. Dzul, maka mereka (Luqmaniyun) pun menyusun makar dan mengarahkn manhaj ilzam-nya kpd manusia2 pilihan dr kalangan ulama Yaman yg telah dimuliakan oleh Alloh dlm menyebarkn sunnah. Seakan2 ulama2 yaman itu hrs bertekuk lutut di depan Syekh Robi' dan tidak boleh memiliki mauqif (sikap) lain selaku ulama. Para ulama itu dilucuti hak ijtihadnya oleh Luqman Ba Abduh, cs dan Burekiyun.

Siapa yg tdk ikut mawqif kami, maka ia hrs disikapi!! Itulah manhaj ilzam yg ditunggangi LB (Luqman ba abduh) dlm menjatuhkn smua dai ahlussunnah yg tdk mau ikut kelakuan LB. Secara tidak sadar, ia tlh membangun manhaj Jafar Umar Tholib yg dulu suka meng-ilzam dai lainnya, shingga saat ia salah, lalu ia ditegur oleh dai2 tsb, maka ia tdk lg mau mengambil nasehat mrk. Walaupun dai2 tsb membawa kebenaran yg mrk terima dr ulama2 besar. Tp dasar, ia terus mlangkah dlm kesalahannya dg brmodalkn "fatwa", walaupun dr hati kecilnya ia sadar bhw apa yg ia lakukan adalah bentuk pemberontakn dan radikalisme yg dahulu ia cela pada kaum Khowarij. Akhirnya, ia dan Luqman, Askary, cs jatuh dlm kesalahan fatal manhajy yg dpt mengeluarkn pelakunya dr lingkup ahlussunnah.

Kesalahan demi kesalahan pun menguntit perjalanan dakwah mereka. Walaupun Luqman sdh brlepas diri dari Jafar, namun ia mewarisi byk kelakuan dan manhaj Jafar. Suasana carut marutnya dakwah salafiyah hr ini, mengingatkn kita memory kelam jaman Laskar Jihad yg dimotori oleh Jafar, krn adanya kemiripan. Saking menyeramkannya, mrk mencap sebagian dai kala itu sebagai MUNAFIK, mengancam akan menyerang sebagian pesantren dan oknum yg tdk mau mengikuti fatwa jihad Syekh Robi', padahal yg mau diserang juga punya pegangan berupa fatwa Syekh Iben Utsaimin, Abdul Muhsin Al Abbad, Syekh As Suhaimy, Syekh Ibrohim Ar Ruhaily, dll yg melarang mereka memobilisasi untuk jihad.

Itulah manhaj ilzam yg merusak perjalanan dakwah salafiyah di Indonesia. Banyak org yg dahulunya simpati dg dakwah, akhirnya bingung, pusing, jengkel, dan menjauh dr dai2-nya yg notabene menyebabkn mereka akan smakin menjauhi ilmu dan kebenaran.

Cobalah ba abduh, cs brpikir akan kejadian dan musibah yg melanda dakwah salafiyah saat Laskar Jihad di bawah komando Jafar Umar Tholib. Hilangkn ego dr dirimu untuk menjadi yang tertinggi di kalangan para du'at salafiyin. Dakwah bukanlah pemerintahan yg mengharuskn ada yg trtinggi diantara kita. Sadarilah wahai Luqman bahwa diantara kita –para du'at- tidak memiliki kedudukn dan jabatan layaknya pemerintah atas rakyatnya. Antum dg dai2 lain, walaupun ia shighor (junior), sama posisinya di sisi Allah. Yg membedakan kita hanyalah taqwa yang terbangun di atas ilmu dan keikhlasan.[1]

Jika anda tidak membuang penyakit hubbur riyasah ini, maka nasibmu tidak akan jauh –bahkan mgkn lebih para- daripada nasib Jafar Umar Tholib. Bertobatlh engkau sebelum kehinaan menimpa dirimu. Menangislah sebelum engkau menyesal.

Sebagai penutup risalah akhowiyah ini, kami nukilkn nasehat Fadhilatusy Syekh Al Walid Al Allamah Al Muhaddits (guru dr Syekh Robi'), Abdul Muhsin Iben Hamd Al Abbad Al Badr –hafizohulloh-.

Di dalam nasehat itu, beliau menyoroti "manhaj ilzam" yg trjadi di Saudi dan di negara2 lainnya, berupa adanya hajr (boikot) yg dilakukan oleh ahlussunnah terhadap ahlussunnah lainnya, disebabkan ahlussunnah yg di-hajr tdk mengikutinya dalam menyikapi sebagian masyayekh dan ulama ahlussunnah, misalnya :

Syekh Robi' menyikapi dan men-jarh syekh Al Imam yg terpaksa menandatangi perjanjian dg Hutsi krn diancam dan akan diperangi. Lalu datanglah pihak yg mendukung sikap Syekh Robi' tsb. Pihak ini memiliki sikap ghuluw bhw siapa yg tdk mendukung Syekh Robi' dlm menyikapi ulama sunnah (dlm hal ini Syekh Al Imam), maka ia hrs disikapi, dihajr, di-tahdzir sbagaimana yg dilakukn pada Syekh Al Imam –hafizohulloh-. Akhirnya, smua yg memberi udzur kpd Syekh Al Imam disikapi layaknya ahli bid'ah dan hizbi, walaupun ia adalah seorg ulama dan seorg ahlussunnah. Ya akhi, ini sikap ghuluw!!

Inilah yg diingkari oleh Syekh Al Abbad dalam nasehat singkat beliau di bawah ini :
بئس ما صنع هذا ، هذا عمل سيئ ، يعني قضية تجريح شيخ أو شيخين أو أكثر ، يعني إن وافقته على تجريحه فأنت صاحبه وإن خالفته فلست صاحبه!
هذا الكلام من الفتن ومن البلاء الذي أصيب به بعض الناس الذين أشغلوا أنفسهم بهذا واشتغلوا عن العلم ، واشتغلوا بأمور الناس وملؤوا بطونهم من لحوم الغافلين.

"Sungguh buruk apa yang telah ia lakukan ini. Ini adalah kelakuan buruk, yakni kasus men-jarh seorg syekh atau dua org ataukh lebih. Maksudnya, jika engkau mencocokinya dlm men-jarh syekh tsb, maka engkau adalah temannya. Kalau engkau menyelisihinya, maka engkau bukan temannya.

Pernyataan seperti ini termasuk fitnah (musibah) dan termasuk bala' yang menimpa sebagian org2 yg menyibukkan diri mrk dg hal2 ini dan menyibukkan diri (lalai) dr ilmu. Mereka menyibukkan diri dengan urusan manusia dan memenuhi perut2 mereka dg daging2 org yang lalai (tdk sadar akan hal itu, -pent.)."
Link Audio : http://d.pr/a/1iZ5i

Catatan : andaikan org di-ilzam dlm menyikapi ahli bid'ah yang nyata penyimpangannya, maka bukanlah suatu hal yg mungkar. Hanya saja kenyataan di lapangan menunjukkan bhw Luqmaniyun n jamaahnya meng-ilzam org dlm menyikapi ahlussunnah, yg juga penyimpangannya belum nyata. Kalau pun nyata, yah mbok jangan di-tahdzir dulu, tp berilah nasehat n sisi pandang.

يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ [هود : 88]







[1] Disini kami ingatkn istilah "shighor", krn kini dijadikn jalan untuk memasang pamor, seakan mereka lbh paham drpada junior. Akhirnya, junior cuman bisa membebek di belakang mrk.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda