Selasa, 22 Maret 2016

Jawaban Telak Nan Lurus atas Pembelaan Afifuddin As Sidawy bagi Hani Burek terkait Tersebarnya Foto2 Selfie Hani di Dumay

Jawaban Telak Nan Lurus atas Pembelaan Afifuddin As Sidawy bagi Hani Burek terkait Tersebarnya Foto2 Selfie Hani di Dumay

Sebuah kebiasaan Luqman, cs. alias Luqmaniyun, suka menjatuhkan org dg suatu perkara yang mungkin saja di dalamnya perlu nasehat dan diskusi. Namun pada akhirnya mereka juga (bahkan tokoh panutannya) jatuh dlm perkara yg mereka ingkari.

Diantara bentuk kezoliman mrk, dlm prkara semisal itu, mereka memberlakukan MSG (Manhaj Standar Ganda), artinya : kalau org lain jatuh dlm urusan tsb tadi, maka tdk ada udzur sedikit pun baginya. Taaaapi kalau mrk yg jatuh dlm hal itu, maka mereka datangkan udzur untuk dirinya.
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ  [البقرة : 44]
"Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kalian melupakan diri dari (kewajiban) kalian sendiri, padahal kalian membaca Al Kitab? Maka tidaklah kalian berpikir?" (Suroh Al Baqoroh, ayat 44)


Pernah ana ingat Syekh Utsman, Ust. Dzul, Teuku Wisnu, dll diundang oleh pemerintah Aceh untuk memberikan dakwah & pencerahan bg umat. Di sela2 acara itu, terjadi sbagaimana biasanya kegiatan dokumentasi berupa foto dan mgk juga shooting.

Para Luqmaniyun di dumay ribut, dan menyebarkn berita yg menyudutkan Syekh dan Ust. Dzul dg sebab foto tsb. Ini juga sama halnya saat trjadi audiensi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dg Panitia Kajian dan Tabligh Akbar Bela Negara, yg juga dihadiri oleh Ust. Dzul. Di sela2 audiensi, pihak wartawan memotret Ust. Dzul dan para hadirin. Ini jg dijadikn bahan menyudutkn dan menyalahkan beliau, tanpa udzur bhw itu adalah aturan dlm kunjungan di kantor pemerintahan yg tdk mgk kita hindari. Kapan kita menolak, bisa jadi kita diusir. Tp udzur seperti ini, nggak berlaku bagi slain Luqmaniyun. (Yang Penting Bukan Luqmaniyun)

Di saat kita balikkan kritikan dan celaan mrk ttg masalah foto ini, ketika Syekh Hani berfoto selfie dg para hizbi di Syaruroh, saat berkobarnya jihad (dan Hani bagian dr pasukan yg berfoto), dan terakhir berfoto selfie lg, tanpa paksaan dan darurot, seperti yg trlihat jelas (bahkan Hani dg santainya siap di foto).

Nah, disini kita lihat, jujurkah para Luqmaniyun mengeritik Syekh Hani Burek saat berfoto selfie?

Sayang, seribu sayang kritikan mrk sedikit pun tdk ada, bahkan pembelaan mrk datang bagi sang teladan, yg sdh nyata2 ridho di-foto selfie, dg senyum ceria 'Senyum Pepsodent'.

Foto-foto selfie Syekh Hani (yg tersebar saat mengunjungi org2 sakit di sebagian kota), membuat Luqmaniyun panas telinganya dg kritikan. Yah, kalo nggak mau dicubit, ya jgn nyubit dunk!!

Salah satu pihak  yg merasa terusik dg kritikan pedas para netizen, seorang pakar burung dr Sidayu, Gresik, bernama Al Ustadz Al Fadhil Al Kabir Afifuddin As Sidawy –hadaahulloh-.

Keterusikan ini, bukan hanya menimpa sang Ustadz, tp juga para pengikutnya yg menanti2 arahan ustadz kibar dr kalangan Luqmaniyun, dan insya Allah kali ini kami akan sanggah dg jawaban melegakan hati para pencari kebenaran dr kalangan ahlussunnah.

Berikut nash pembelaan Afifuddin trkait foto2 selfie Syekh Hani yg trsebar belakangan, beserta sanggahannya :

Jawaban atas celaan beredarnya foto Syaikh Hani bin Buraik Hafidzhohullah (Menteri Negara Yaman)
✍ Oleh: Al Ustadz Muhammad Afifuddin Hafidzohullah
Foto foto tersebut adalah saat beliau sebagai menteri, menjenguk korban luka di Yordan, Sudan (tentara koalisi). Sesuatu yg tidak terelakkan pada seorang pejabat negara zaman sekarang walau masyaikh saudi sekalipun.
Mumayyi'un menghujat beliau dg itu dan menghujat kita "kenapa tidak mentahdzir beliau"

Sanggahan :
Sebelum kami menyanggah ucapan ini, kami akan jelaskan bahwa dlm sanggahan ini kami menerapkan kaedah yg dipijaki oleh Luqmaniyun yg tdk memberikan udzur kpd lawannya. Agar mrk tahu kebatilan sikap mrk dan curangnya mrk dlm bersikap, serta pahitnya manhaj batil mrk!!!

Maka kami katakan dlm menyanggah ucapan di atas.
a.     Demikian judul pembelaan Afif bg Hani
b.    Foto yg katanya muncul saat Hani sdh jadi menteri. Lah, apa bedanya foto saat sdh jadi menteri dengan sebelumnya?! Namanya foto di sisi kalian haram, tanpa mau melihat ada udzur atau tdk!!
c.     Sdh tahu pejabat akan jatuh dlm hal itu, masih sj ia jatuhkn dirinya dlm hal itu.
d.    Kok masyayekh Saudi diikut2kn? Masyayekh Saudi nggak sama manhaj kalian. Ana tahu bhw masyayekh Saudi saat2 tertentu mrk tdk menyalahkan org yg berfoto dlm kondisi terdesak dan darurot, baik yg melakukannya ahli bid'ah, atau pun seorg salafy. Kalau kalian, jika yg berfoto adalah ahli bid'ah atau hizbi, oh dijadikan bagian album dan catatan kesalahan yg dibawa terbang kesana-kemari. Ya, akhi adillah dlm ber-mawqif (bersikap)!!
e.     Kalau ada yg memberi saran : "kenapa tidak mentahdzir beliau". Apakah ini adalah hujatan? Ya akhi, ini bukan hujatan!! Sedikitpun bukan hujatan. Ini ungkapan berlebihan!! Kalo Ust. Afif bukan Kamus KBBI, maka ust. Afif akan dapati bahwa menghujat artinya : mencela, menghina, dan memfitnah. Nah pertanyaannya, siapa yg mencela, siapa yg mencela, dan siapa yg memfitnah. Wong org bertanya sj kok dibilang menghujat. Wong org bertanya disertai bukti2 foto tanpa editan, kok dibilang memfitnah?!!

Setelah membawakan judul, sekaligus udzur pembukaan, skarang Afifuddin memberi jawaban rinci yg akan kita mentahkan secara rinci juga, agar tampak bg kalian kelemahan hujjah Afif, cs alias Luqmaniyun.

Kata Afif :
Jawabnya:
1
. Tahdzir thd mereka (al mumayyi'un) bukan semata krn foto, harap jangan terlena namun banyak hal urusan manhajiyyah.

Sanggahan :
a.     Jika tahdzir Luqmaniyun kpd person mumayyi' –menurut istilah Afif-, bukan semata krn foto. Ini merupakan pernyataan yg mengandung konsekuensi bahwa jika person itu adalah ahlussunnah (yg tdk memiliki kekeliruan manhajiah), bukan hizbi mumayyi', maka ia tdk perlu di-tahdzir dan tdk perlu diingkari. Rincian ini dr mana ya Ustadz?
Kaedah ini batil krn mengantarkan kpd sikap ketidkadilan dlm menilai dan mengingkari seseorg, sebab bila ia ahlussunnah –menurut kaedah Afif ini-, ya diamkan aja dan beri ia udzur. Tp kalo hizbi berfoto atau bermaksiat terang2an, maka nggak perlu diingkari. Sikap curang, terkena firman Alloh -Ta'ala-:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ  [المائدة : 8]
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Suroh Al Maa'idah, ayat 8)
b.    Lantas siapa yg kalian cap "mumayyi'" atau "hizbi", apakah ahlussunnah, semacam akhuna Ust. Dzulqornain, Ust. Abdul Barr, Ust. Muhammad Naim, Ust. Jauhary, Ust. Kholiful Hadi, bla..bla.bla….
Hati2 ya Ust. dlm menghukumi ahlussunnah sbg hizbi. Nanti kamu akan dituntut di Hari Kiamat. Di dunia saja kamu tak mampu mendatangkan bukti hizbiyah-nya para asatidzah tsb, kecuali perkara2 yg dipaksakan, yg kalian juga jatuh di dalamnya, bahkan lebih parah lagi.
Anggaplah –wahai Afif- kamu mampu mendatangkan bukti2 hal (tapi ana tdk yakin), namun pernahkah kamu mengingatkan dan menasihati para asatidzah ahlussunnah yg kamu tahdzir tsb? Pertanyaan kedua yg sulit kamu jawab, wahai Ustadz. Sayangilah dirimu dan ingat mulutmu harimaumu!! Bila kamu curang, maka kecuranganmu tiada lolos darimu. Semua yg keluar dr mulutmu akan menjadi bahan ujian bagimu.
Sebuah hakekat yang kamu tampakkan dan kamu balut dg ucapan indah berupa kebatilan, insya Alloh, cepat atau lambat akan tersingkap, sebagaimana yg dinyatakan oleh seorang penyair :
من تزيى بغير زيه                                فضحته شواهد الامتحان
"Siapapun yang berpakaian dengan selain pakaiannya,
                 maka ia akan dipermalukan oleh bukti2 ujian."
Di dalam suatu riwayat, Ahmad bin Yusuf -rahimahullah- berkata:
مَنْ تَحَلَّى بِغَيْرِ مَا هُوَ فِيهِ ... فَضَحَتْهُ شَوَاهِدُ الامْتِحَانِ
"Siapapun yg berhias dengan selain apa yg ada padanya,
                 maka ia akan dipermalukan oleh bukti2 ujian."
(Al Mujaalasah wa Jawaahirul Ilmi, 6/115, karya Ad Dinawary)

Wahai Afif, kalo kamu menampakkan, mendukung dan memperjuangkan kebatilan manhaj Luqman ba Abdu, suatu hari nanti borok2mu akan Alloh bongkar, melalui hujjah2 dan argumen yg akan menerangkan kebatilan kalian slama ini. Bertobatlah engkau sebelum engkau dihinakan oleh Alloh, sebagaimana Alloh hinakan Jafar Umar Tholib krn sebab kebatilan manhaj ilzam-nya dan penyimpangan2 lainnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Kata Afif :

"2. Foto foto yg mereka sebar tentang Syaikh Hani selalu diposting singkat tdk dijelaskan kronologinya, -ini bentuk makar-."

Sanggahan :
a.     Saya pikir ini dusta atas saudaranya. Mana ada yang posting tanpa penjelasan. Antum –wahai Afif- masih ingat Dauroh Syaruroh yg diisi oleh Hani Burek di sarang hizbi. Ketika kami dan lainnya menyebut atau memposting foto-foto tsb dlm situs kami, maka kami iringi dengan penjelasan panjang lebar, sampai antum panas telinganya!! Mau bukti, silakan buka situs kesayangan ini : http://pelita-sunnah.blogspot.co.id/2014/12/mengenal-latar-belakang-kehidupan-hani.html atau http://pelita-sunnah.blogspot.co.id/2015/12/pesan-pesan-kemesraan-hani-bin-buroik.html
b.    Demikian pula saat bertemu dg sebagian politikus dan konon kabarnya ditawari jadi gubernur (menurut Purwito, walaupun yg betul ditawari jd bupati atau walikota). Lihat keterangan panjangnya disini : http://pelita-sunnah.blogspot.co.id/2015/09/berita-ngawur-tentang-hani-bin-buroik.html

Wahai Ust., berpikirlah sebelum berucap, sebab ucapanmu akan tercatat di dlm benak banyak org dan akan diabadikn oleh mrk. Jika ucapanmu menyelisihi realita, maka antum akan kehilangan rasa percaya di sisi umat.

Nggak usah memitnah org demikian. Lihat kelakuan kalian. Sibukkan didik tuh murid2 n pengikutmu yg suka posting2 di facebook tanpa arah. Kadang pun mrk sekedar posting tanpa komentar panjang, hanya colekan dan ejekan semata, bukan nasehat!! Mau buktinya : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=189096941464753&set=pcb.189097191464728&type=3&theater

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 

Afif brkata :

"3. Pernahkah beliau difoto dg wanita? sebagaimana yg terjadi pada mereka?

Sanggahan :
a.     Apakah anda wahai Afif hanya mengingkarinya saat Hani berfoto dg wanita? Apakah foto diharamkan hanya krn ada gambar wanitanya?
b.    Jika hari ini Hani belum terfoto bersama wanita, maka tunggulah saatnya kalian akan melihatnya berfoto bersama wanita, insya Alloh. Sebab, jabatan sosial sebagai menteri dlm bingkai demokrasi yg menyamakan hak antara wanita dg pria, mau tdk mau, maka ia banyak bersinggungan dan ber-ikhtilath dg kaum wanita. Apalagi di Kabinet Terbaru Yaman, ada menteri wanita yg bernama Nahal Naji Al-Awliqy. Tunggu saja tanggal mainnya!!
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Kata Afif :

4⃣. Pernahkah difoto dg tokoh-tokoh hizbiyyin yg masyhur dg hizbiyyahnya tanpa udzur sebagaimana mereka?

Sanggahan :
a.     Kami heran dg Afif. Apakah Afif nggak melek dan melihat alam luar, shingga ia nggak tahu bahwa Hani berkumpul dan bermajelis dg para hizbiyin di Syaruroh.
b.     Apakah Syekh Hani kalian permasalahkan bila berfoto dg para dedengkot hizbiyin, tp bila hanya berfoto ria dg para pengurus lembaga hizbiyah, ya nggak apa2? Lantas apa batasan kemasyhurannya : masyhur di sisi Afif, atau masyhur di sisi masyarakat Syaruroh?
c.      Ustadz Dzul saat ke Malaysia, nggak duduk atau ceramah bareng dg hizbi masyhur. Tapi saat Luqman ba Abduh kesana, eh malah ngisi di Mediu, Malaysia, dengan pengawalan Ust. Abdul Bari (Aktifis Partai hizbi UMNO). Di saat Luqman sdh tahu ttg Mediu. Ust. Dzul dikritik, sdg Luqman lolos dan diberi seribu udzur. Dasar MSG sial.

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 

Kata Afif :

5. Pernahkah beliau memberi statement tamyi' setelah foto dg mereka yg dianggap hizbiyyin semisal: indahnya persatuan... atau memuji tokoh-tokoh hizbiyyin tsb? sebagaimana yg mereka lakukan.

Sanggahan :
a.     Cukuplah sebuah tamyii' bagi Hani, saat ia bergampangan duduk bersama hizbi, bahkan ngisi dauroh di markaz mrk!
b.    Cukuplah tamyii' baginya saat masuk dlm kabinet demokrasi yg penuh pelanggaran syariat dan ikhtilath!!

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Kata Afif –hadaahulloh- :
6. Mereka lakukan hal ini thd beliau dlm rangka untuk menutupi, membela penyimpangan2 syekh2 mrk, makar yg sangat kejam.
Seharusnya mereka ingkari dg dahsyat penyimpangan al ma'bary yg jauh2 lebih mengerikan drpd "penyimpangan" yg mereka tuduhkan thd syaikh hany.

Sanggahan :
a.     Salafiyin mengingatkan kalian ttg selfie-nya Hani dlm berfoto, bukan menutupi sbuah kesalahan, tp membuka mata kalian yg slama ini tertutup oleh ta'ashshub kalian kpd manhaj batil kalian.
b.    Penyimpangan syekh2? Palingan kembali ke masalah Watsiqoh (perjanjian) yg ditandatangani oleh Syekh Al Imam Al Ma'bary dlm kondisi darurot? Memang salah?! Belajar sono ttg qowa'id fiqhiyah, biar paham bhw disana ada kondisi seseorg boleh melakukan sesuatu haram saat ia berhadapan dg kondisi darurot!!!
c.      Apa yang dituduhkan sebagian pihak, bukanlah sekedar tuduhan kosong, bahkan ia adalah bukti dan fakta nyata. Mau buktinya : http://salfi.net/bb/viewtopic.php?f=2&t=227 atau http://pelita-sunnah.blogspot.co.id/2015/12/pesan-pesan-kemesraan-hani-bin-buroik.html
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Kata Afif :

"7. Ketika udzur2 diatas tdk ada pada Syaikh Hany (anggaplah) dan masyaikh lainnya menyatakannya sebagai sebuah kesalahan atau penyimpangan maka salafiyyin tdk akan segan mengingkarinya".

Sanggahan :
a.     Kami pun bisa berucap demikian. Ucapan ini akan kami balik :
"Ketika udzur2 diatas tdk ada pada Syaikh Al Imam Al Ma'bary (anggaplah), dan masyaikh lainnya menyatakannya sebagai sebuah kesalahan atau penyimpangan, maka salafiyyin tdk akan segan mengingkarinya".
Alhamdulillah, para masyayekh Yaman (termasuk : Syekh Al Imam Al Ma'bary) telah mengingkari isi watsiqoh tsb yg batil. Cuman mrk (ulama Yaman) tdk menyalahkan sikap Al Imam saat menandatangani, krn terpaksa dan sdh didesak oleh kaum Hutsi, dan senjata sdh terarah kpd mrk!! Itulah jalan yg tepat agar musibah tdk menimpa para thullab n kaum muslimin sbagaimana yg menimpa masyarakat Dammaj yg dihancurkan oleh Hutsi.
b.    Ucapan Afif ini adalah ucapan politis untuk menggambarkan kpd kita bhw ia bukan kaum fanatis. Tapi jauh panggang dr api. Hani sdh nyata2 salah : berfoto dan bermajelis dg hizbi, eh masih dibela!! Ini sikap fanatik kalian?!
c.      Sekarang Afif berusaha jantan, berani mau ingkari Hani. Sebelum anda –wahai Afif- melakukan pengingkaran, ana perlu nasehatkan ke antum agar dlm menasehati org hrs diiringi adab, dan jgn sembrono sbagaimana yg slama ini antum jalani.
<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 

Kata Afif:
"Ingat baik2..!! kalau seandainya hal tsb terjadi (laaqaddarahullah) dan salafiyyin mengeluarkan bantahan2 maka antum akan dapati mumayyi"in akan mengatakan: ini adalah korban berikutnya dr jama'ah tahdzir...
Itulah jahatnya peperangan yg mereak lancarkan pada salafiyyin dan ulamanya...
💫 WA Thullab Al Bayyinah 💫"

Sanggahan :

a.     Afif ini kayak dukun ya. Belum terjadi, kok udah tahu? Para salaf dahulu nggak suka menjawab perkara2 yg belum trjadi.
b.    Kalo yg ngomong : "Ini adalah korban berikutnya dr jama'ah tahdzir...", apa memang salah?
Kalo yg ngomong gitu, mestinya dijadikan bahan koreksi dirilah. Krn kalam seperti ini, menunjukkan bhw kalian slama ini menzolimi org ya akhi. Krn slama ini manhaj batil kalian telah memakan banyak korban dr kalangan asatidzah, bahkan ulama (seperti : para ulama Yaman, dll). Itulah jahatnya peperangan yg Luqmaniyun lancarkan pada salafiyyin dan ulamanya. Jika mereka membenci seseorg, maka org itu tdk diberi udzur dan tdk diberi ampun, sampai ia mau "bertekuk lutut" di hadapan Luqman ba Abduh. Ulama Yaman saja, mrk berani labrak. Laa hawla walaa quwwata illa billah.

يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
[هود / 88]




2 Komentar:

Pada 22 Maret 2016 23.56 , Blogger Faiq Sulaifi mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 
Pada 23 Maret 2016 00.02 , Blogger Faiq Sulaifi mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda