Senin, 07 Maret 2016

Luqman ba 'Abduh, Fathul Bari, dan Dai Rodja, Setali Tiga Uang

Hasil gambar untuk setali tiga uang

Luqman ba 'Abduh, Fathul Bari, 
dan Dai Rodja, Setali Tiga Uang

Baru2 ini kita dikagetkn dg sebuah berita yang merilis sebuah realita yang kini berkembang di kalangan dai2 Rodja berupa adanya sikap brgampangan dlm bermuamalah dg berbagai macam jenis manusia. Terakhir, trjadi kedekatan antara dai Rodja dg seorg tokoh politik Malaysia dari Partai UMNO yg brnama Ust. Fathul Bari.

Lihat bukti2nya disini berupa foto2 yg diposting oleh Ambo Coppa (pengikut Luqman) yg kini berani memposting gambar makhluk hidup. [https://www.facebook.com/photo.php?fbid=189096941464753&set=pcb.189097191464728&type=3&theater]


Ust. Fathul Bari ini pula yang pernah mengundang Ust. Luqman ba Abduh ke Malaysia untuk mengisi kajian dan dauroh disana slama beberapa waktu.

Dari sini tampak kesamaan antara Luqman ba Abduh dan dai Rodja. Sama dlm bergampangan dlm muamalah dg org partai. Cuma bedanya Luqman lihai dlm mengelak.

Kata pengikut Luqman, "Memang dulu Ust. Luqman ngisi dauroh di Malaysia dan bareng Fathul Bari, krn Luqman kagak tau ttg Fathul Bari!"

Ini syubhat dlm mengelak demi menyelamatkn diri dr kritikan.

Kami jawab syubhat itu dr bbrp sisi:
a.       Sy pikir Luqman yg ahli melacak bagaikan intel dan spionase yg dpt mencari data2 rahasia, dimanapun data itu tersembunyi. Kalau ia berangkat ksana tanpa ada pengetahuan ttg Fathul Bari slaku aktifis UMNO, kayaknya stengah percaya deh ane.
b.       Yah, tp anggap aje nggak tahu gitu. Tp ada sisi lain yg susah dihindari oleh Luqman, dimana ia mengisi MEDIU yg menurut Luqman dan bala tentaranya merupakan lembaga bermasalah yang harus di-tahdzir.

Dalam sebuah blog milik Luqman ba Abduh, cs., dirilis sebuah berita:
"Penulis hanya berandai-andai, apakah lantaran Ridhwan akrab dengan Aris Munandar – da’i LBI Al Atsary-, lantas atasannya di Wahdah Islamiyyah, Zaitun diundang khusus oleh rektor MEDIU – Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi – pada hari tes wawancara masuk Pesantren Virtual Al-Madinah Internasional / Al-Madinah International University (MEDIU) ? Ataukah lantaran Ridwan Hamidi, ketua Wahdah Islamiyyah cabang Jogjakarta – alumnus Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah ini – pada waktu tes wawancara masuk Universitas Islam Madinah, pengujinya Dr. Muhammad ibn Khalifah Al Tamimy, sehingga Wahdah Islamiyyah Makassar dipercaya untuk cabang Makassar ?[17]
Walhasil, terjadilah pertemuan tersebut. Hizbiyyun ikhwaniyyun Wahdah Islamiyyah makin menggurita bertepuk dada, Turotsi-pun tak kalah bangganya. Kenapa? Fakta telah berbicara, mereka “berdua” bernasib sama, bergandeng tangan menerima “rejeki nomplok” dari rektor MEDIU, Prof. Dr. Muhammad Khalifah At-Tamimi dengan Pesantren Virtual Al-Madinah Internasionalnya / Al-Madinah International University (MEDIU). Akankah kita iri melihatnya? Tentu tidak wahai saudara-saudara. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un."
Demikian pernyataan dlm http://tukpencarialhaq.wordpress.com/.../turatsi-wadah.../ di bawah judul : "TUROTSI DAN WAHDAH IKHWANIYYAH BERGANDENGAN TANGAN?"

Pernyataan itu di-posting pada tanggal 08 Februari 2008 M. Sekarang kita lihat bagaimana sikap Luqman ba Abduh yang menyalahi tahdziran di atas. Perhatikan gambar pamflet di bawah yg bertanggal 21 April 2011 M.


Dari sini anda dapat mengetahui bhw Luqman bergampangan mengisi di suatu lembaga yg ia tahdzir sendiri dan juga menunjukkan bhw ia adalah tokoh mutalawwin. (Makanya jgn nuduh org, sebelum ngaca!!)

Dari realita itu, kita dpt melihat lihainya Luqman dlm menjalin kerjasama dg Fathul Bari dan pihak MEDIU sampai daurohnya sukses diadakan di MEDIU.

Itulah "SETALI TIGA UANG".

Krn itu, suatu hal yg membuat kita tersenyum, dan membuat yg lain malu; para Luqmaniyun sibuk mengeritik Rodja dg kedatangan Fathul bari dan berjumpa dg Ust. Hakim Abdat, sementara pimpinan mereka brnama Luqman ba Abduh justru brmain di balik layar yg kini berusaha di tutup-tutupi dg syubhat keji yang berusaha lari dr kenyataan pahit tsb sbg balasan atas dosa mrk kpd para du'at sunnah yg mrk tahdzir tanpa aturan.

Ana khawatir, Luqman ini adalah salafy imitasi. Sebab, mengapa ia begitu berani ke Malaysia dg undangan Fathul Bari, dan kedua berani ngisi di lembaga hizbi (menurutnya) yg brnama "MEDIU".

Hal seperti ini pernah disinyalir oleh Syekh Robi bhw ia adalah ikhwani brbaju salafy.

Kemudian beliau ingatkan kita ttg makar2 hizbi brbaju salafy dalam sebuah nasehatnya, saat Asy-Syaikh Robi' bin Hadi Al-Madkhaly hafizhahullah berkata :

🏻 ''Dan salafy imitasi itu akan ditampakkan (kepalsuannya) oleh fitnah-fitnah. Akan tersingkap hakikatnya, akan tersingkap kepalsuannya. Maka jadilah kalian saksi-saksi untuk Allah di muka bumi, walaupun atas diri kalian, atau orang tua kalian atau kerabat kalian.''

📚 Sumber: Nafahaat Al-Huda wal-iman min majalis Al-Quran. (128) || Disadur dari chanel Asy-Syaikh Fawaz Al-Madkhali hafizhahullah

 Alih Bahasa : Ustadz Abu Hafs Umar al Atsary

---------------
السلـفـــي الـمـزيـــــف !!!!
قــالـــ الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :
والسلفي المزيف تظهره الفتن
وتكشف حقيقته
وتكشف زيفه
فكونوا شهداء لّله ولو على أنفسكم أو الوالدين أو الأقربين .
-------------------
المصدر :- نفحات الهدى والإيمان من مجالس القرآن (128)


 WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

























0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda