Senin, 13 Februari 2017

Kedustaan Purwito (Corong Luqman ba Abduh) atas Nama Ust. Dzulqornain terkait Dauroh Syaikh Abdur Rozzaq Al-Abbad -hafizohullah-



Kedustaan Purwito (Corong Luqman ba Abduh) atas Nama Ust. Dzulqornain terkait Dauroh Syaikh Abdur Rozzaq Al-Abbad -hafizohullah- 



Sebuah manhaj batil yg senantiasa dipijaki oleh Purwito (Corong Luqman ba Abduh) : "Semua yang kita dengar, boleh disampaikan, tanpa harus mengecek kebenarannya."


Manhaj ini menyelisihi manhaj Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang mengajarkan kpd kita kehati-hatian dalam menyampaikan berita. 

Sebab, jika kita gegabah dlm menyampaikan smua apa yg kita dengar atau lihat, maka pasti suatu saat kita akan jatuh dalam KEDUSTAAN, seperti apa yg menimpa Purwito alias Abdul Ghofur Al-Malanji (alangkah malangnya nasibmu), dalam kasus penyebaran pamflet tabligh Akbar Syekh Abdur Rozzaq. 

Dimana Purwito menyebarkan pamflet  dusta yang mencatut nama & logo Pesantren As Sunnah Baji Rupa-Makasar dan Radio An Nashihah. Akhirnya, Purwito dusta, krn menyebarkan kedustaan.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
« كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ »
"Cukuplah seorang itu (dikatakan) berdusta, ia menceritakan semua yg ia dengar." (HR. Muslim dlm shohihnya)

Kita lihat kedustaan Purwito saat berceloteh :
"Perhatikanlah bukti pamflet di bawah ini wahai saudaraku sekalian rahimakumullah, telah nyata bergabungnya kekuatan Baji-rupaDzulqarnain bersama penyokong utama dakwah Mubtadi’ Ali Hasan Al-Halabi dkk. di Indonesia diumumkan kepada dunia. Sesuatu yang selama ini diingkarinya dengan keras. Allahul musta’an." http://tukpencarialhaq.com/2017/01/23/mengerikan-naudzubillah-dzulqarnain-nekat-menjadikan-allah-taala-sebaik-baik-saksi-bahwa-dirinya-adalah-pendusta/

Purwito kembangkan kedustaannya dalam artikel lainnya dlm situsnya yg mengaitkan Ust. Dzul dg Al Halaby. Padahal sama skali tak ada hubungannya dg Ali Al Halaby, hanya dikait2kan dan dipaksakan, shingga terkesan beliau punya hubungan dg al Halaby. Laa haula walaa quwwata illa billah. Ini adalah kedustaan yg terselubung dlm menjatuhkn org lain.
http://tukpencarialhaq.com/2017/01/23/mengerikan-naudzubillah-dzulqarnain-nekat-menjadikan-allah-taala-sebaik-baik-saksi-bahwa-dirinya-adalah-pendusta/#more-14309 )

Sikap gegabahnya membuat membuat dirinya jatuh dalam kedustaan yg slama ini ia sematkn kpd org lain. 


Andaikan ia mau bertanya saja kpd ust. Dzul, maka pasti ia tdk akan menorehkan kedustaan di atas kedustaan2nya yg begitu byk dlm situsnya.

Usut punya usut, akhirnya kami dapat kabar dr org yg dekat dg ust. Dzul menyampaikan bhw ust. Dzul marah saat beliau melihat ada pamflet Pesantren As Sunnah dlm selebaran tabligh akbar Syekh Abdur Rozzaq yg akan diadakan di makasar, 25 Feb 2017, seperti berikut :



Akhirnya, panitia dikonfirmasi oleh org yang diberi amanah oleh ust. Dzul agar menghapus logo pesantren As Sunnah dan Radio An Nashihah.

Setelah konfirmasi, karena kemarahan dr ust. Dzul, akhirnya PANPEL TABLIGH AKBAR tsb mengubahnya. Maka lahirlah pamflet kedua berikut ini :




Kesimpulan :

1.        Purwito telah berdusta atas nama saudaranya (Ust. Dzulqornain -hafizhahullah- ), dan kedustaan ini tentunya wajib baginya untuk diralat dan bertobat. Selanjutnya, semua yg diucapkannya hrs hati2, krn orangnya gegabah. JANGAN LANGSUNG DIPERCAYA. DAN kita terima tobat kedustaannya, setelah kita awasi ucapannya slama setahun.

2.        Ust. Dzul tdk pernah menjalin kerjasama dg Rodja dalam kegiatan apapun, dan tdk pernah mengizinkan logo pesantren as sunnah untuk digunakan dalam kegiatan org Rodja, dlm bentuk apapun.


3.        Pesantren As Sunnah dan Radio An Nashihah tdk punya keterlibatan dg Tabligh Akbar Syekh Abdur Rozzaq, 25 Febr 2017, di Al-Markaz Al Islamy, Makassar.

4.  Tidak smua ucapan Purwito benar. bahkan beberapa kali kami temukan kedustaannya.

1 Komentar:

Pada 29 Oktober 2017 15.10 , Blogger Fadly Unregistered mengatakan...

Jazakallahu_KHairan

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda