Rabu, 01 Maret 2017

Udzur Syekh Robi' bagi Syekh Al Imam



Udzur Syekh Robi' bagi Syekh Al Imam

Sebelum Syekh Al Imam menandatangani WATSIQOH dg Hutsy, krn diancam Hutsy, maka Syekh Robi' sdh memberikn petunjuk kpd kita smua trmasuk : Syekh Al Imam- bhw dlm kondisi darurat boleh melakukan atau mengucapkn kekufuran, dg syarat iman tetap kokoh di hati.

Berikut bbrp nukilan dr Al Walid Syekh Robi' hafizohulloh ttg masalah ini  yg kami nukilkn dr corat-coret seorg ikhwah di Yemen :

Syekh Robi' -hafizohulloh- brkata,


الأول: قال الشيخ ربيع المدخلي -حفظه الله-: "الشاهد أن المؤمن المستضعف المُكرَه يسقط عنه أصلٌ عظيمٌ ألاَ وهو إظهار التوحيد وإظهار العداوة والبغض للكفر والكافرين ويكفيه أن يكون قلبُه مطمئناً بالإيمان وأن يكون مبغضاً للكفر، كل ذلك رحمة من ربِّ العالمين الذي علمنا أن ندعوه فنقول : { رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ } (البقرة:286)" أهـ .
المصدر: "سماحة الشريعة الإسلامية ص6".

"Intinya bahwa seorg mukmin yg lemah lg dipaksa, gugur darinya prinsip yg agung, yaitu (prinsip) menampakkan tauhid, menampakkan permusuhan, serta kebencian kepada kekafiran dan org2 kafir. Cukuplah baginya bhw hatinya tenang dlm keimanan dan ia (tetap) membenci kekafiran.
Semua itu adalah rahmat dari Pemilik alam semesta, Yang mengetahui bahwa berdoa kepada-Nya sambil berkata,
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (البقرة:286)
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Suroh Al Baqoroh : 286)".

-SELESAI DARI KITAB Samahatusy Syari'atil Islamiyyah, hlm. 6-

Syekh Robi' -hafizohulloh- brkata,
الثاني: وقال أيضاً –حفظه الله-: "وقوله تعالى: { إِلاَّ أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً } أي : من خاف في بعض البلدان والأوقات من شرِّهم فله أن يتقيهم بظاهره لا بباطنه ونيته ،كما قال البخاري عن أبي الدرداء -رضي الله عنه- أنه قال:(إنا لنكشر في وجوه أقوام وقلوبنا تلعنهم). وقال الثوري قال ابن عباس:( ليس التقية بالعمل وإنما التقية باللسان ) ] تفسير القرآن العظيم (1/ 365 ) . 

وفي هذه الآية تحريم موالاة الكفار وتكفير من يُواليهم باطناً وظاهراً إلا من خاف في بعض البلدان أو الأوقات من شرهم فله أن يتقيهم بظاهره لا بباطنه ونيته ومعنى ذلك : أنه يحل له إذا خافهم أن يظهر لهم ما يعصم به دمه من التقية باللسان وما تحصل به التقية .
وقال العلامة السعدي في كتابه (تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان: ص/128) عند تفسير هذه الآية : ( أي تخافوهم على أنفسكم فيحل لكم أن تفعلوا ما تعصمون دماءكم من التقية باللِّسان وإظهار ما به تحصل التقية ). ومثل هذا لا يمكنه أن يظهر كثيراً من أعمال الإسلام ومن إظهار عداوة الكفر والكافرين ومثل الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر والله لا يؤاخذه بترك هذه الواجبات والأصول." أهـ.
المصدر "المصدر السابق ص7".

إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً  [آل عمران : 28]
"Firman-Nya -Ta'ala- : "kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka." (Suroh Ali 'Imron : ayat 28),
Yakni : Barangsiapa yg takut di sebagian negeri dan waktu trhadap keburukan mereka, maka boleh baginya untuk memelihara diri dengan lahiriahnya, bukan dengan batin dan niatnya, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Bukhory dr Abud Darda' -rodhiallohu 'anhu- bhw brkata : "Sungguh kami trsenyum dihadapan suatu kaum, sdg hati kami melaknat mrk."

Ats Tsaury brkata : Ibnu Abbas brkata :
"Bukanlah melindungi diri dg prbuatan, hanyalah dg lisan." Tafsir Al Qur'an Al 'Azim (1/365)

Di dalam ayat ini trdapat pengharaman loyal kpd kaum kafir dan pengafiran trhadap org yg berloyal kpd mrk scara lahir n batin, kcuali org yg takut pd sbagian negeri atau waktu dr keburukan mrk, maka boleh baginya untuk memelihara diri dg lahiriahnya, bukan dg batin & niatnya.

Makna hal itu : bahwa halal baginya bila takut kpd mrk- untuk menampakkan kpd mrk sesuatu yg bisa melindungi darahnya berupa penjagaan diri dg lisan dan apa saja yg bisa melahirkn penjagaan.

Al Allamah As Si'dy brkata dlm kitabnya Taisir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir Kalam Al Mannan, hlm. 128, saat menafsirkan ayat ini :
"Artinya : kalian takut kpd mrk atas diri kalian, shingga halal bg kalian untk melakukn sesuatu yg melindungi darah2 kalian berupa perlindungan dg lisan dan penampakan sesuatu yg bisa melahirkan perlindungan."
Org seperti ini tdk mgk baginya untuk menampakkan kebanyakn dr amalan2 Islam, penampakan prmusuhan kpd kekafiran dan org2 kafir, seperti juga amar ma'ruf dan nahi munkar.
Demi Allah, org ini tdk akan dhukum krn meninggalkan kewajiban2 dan prinsip2 ini."

-SELESAI DARI KITAB Samahatusy Syari'atil Islamiyyah, hlm. 7-


الثالث: وقال الشيخ ربيع المدخلي –حفظه الله- في بيان قوله تعالى:(لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ ) (آل عمران:28

قال الشيخ ربيع حفظه الله: "فكان ذلك رخصة لكل من احتاج إلى ذلك من المسلمين بالنص والإجماع ولو أظهر الولاء للكفار" أهـ

المصدر: (بيان سماحة الإسلام وما فيه من الرحمة ص2).
Syekh Robi' Al Madkholy hafizohulloh- brkata dlm menjelaskan firman Allah -Ta'ala- :
(لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ ) (آل عمران:28)
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali Karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan Hanya kepada Allah kembali (mu)".

Syekh Robi hafizohulloh brkata:
"Hal itu menjadi rukhshoh bg setiap org yg butuh kpdnya dr kalangan kaum muslimin brdasar nash dan ijma', walau ia menampakkan loyalitas (wala') kpd org2 kafir."

-SELESAI DARI KITAB Samahatusy Syari'atil Islamiyyah, hlm. 2-

Abu Muhammad Imad Ro'fat Ahmad.






0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda