Jumat, 19 Mei 2017

Jawaban Indah yang Membungkam Usamah Mahri Terkait Tanggapan Miringnya trhadap Fatwa Tujuh Ulama Yaman yg Lurus



Jawaban Indah yang Membungkam Usamah Mahri Terkait Tanggapan Miringnya trhadap Fatwa Tujuh Ulama Yaman yg Lurus

Usamah Mahri adalah seorg ustadz yg menjadi kaki tangan Luqman ba'Abduh. Konon kabarnya, ia adalah dalang utama di balik situs fitnah yg slama ini merusak dakwah salafiah, itulah situs tukpencarialhaq.com. Maklum adminnya org Malang, dan Usamah jg org Malang. #GakKaget

Ketika munculnya fatwa tujuh syekh dr Yaman yg menjelaskn jati diri Hani Buroik dlm tahdzir para syekh tsb yg dirilis scara resmi di situs olamayemen, maka kemunculannya mengagetkn byk pihak, khususnya Luqman ba'Abduh, cs. yg slama ini msh membangga2-an ulama Yaman. Namun saat ulama Yaman sdh tdk menguntungkn hawa nafsu mrk, maka mrk membuangnya bagaikan sampah tak brguna!! Laa hawla wala quwata illaa billaah.

Kemunculan fatwa ini membuat Usamah Mahri kebakaran kumis dan berang tanpa kendali dlm membantah fatwa resmi tsb. Saking berangnya tanpa karuan, ia pun memberikan jawaban ngawur dlm menanggapi fatwa lurus tsb, hanya demi membela org yg slama ini mrk anggap sbg penyambung lidah dr syekh Robi' yg menguntungkn posisi Luqmaniyun. Jadi Syekh Hani mrk anggap sbg penyambung lidah (hadeuuuh…emangnya syekh Robi' nggak punya murid slain Hani. Status Hani slaku murid pun perlu dicek).

Krn jawaban Usamah ngawur dan tanpa kendali, maka menjawabnya pun gampang dan enak, insya Allah.

Agar tdk berpanjang lebar, skrg anda ikuti sanggahan dan kritikan kami berikut atas Ust Usamah Mahri Malang dg model dialog.

Usamah pernah ditanya dg pertanyaan :
"Ada berita mengatakan seluruh ulama yaman mentahdzir syaikh Hani bin Buraik. Apa benar berita tersebut ?
(Ustadz Usamah menjawab, red) “Benar”.
Terus apa sikap kita bagaimana ? Mohon penjelasannya."

Jawaban Usamah:
"Ya jangan dianggap ! Selesai !
Anggap angin berlalu. Baarakallahu fik.
Banyak catatan tentunya di dalam tulisan tersebut.
Yang pertama, mungkin yang kita tahu dari para ulama kita dan masyayikh kibar — syaikh Rabi’, syaikh Ubaid — mereka ridha terhadap syaikh Hani hafizhahullah.
Mereka memuji dan memberi tazkiyah padanya. Itu yang kita tahu dari mereka. Wal barakah ma a akabiirikum. Ingat itu ! Di sini — ketika ada fitnah — amalkan.
Barakah ada bersama para ulama besar kita.
Yang lebih lama dan jauh lebih lama mendahului dalam dakwah, lebih hikmah, lebih ilmu dan seterusnya. Barakah bersama mereka. Jaga ! Itu pertama."

Tanggapan:
1.     Masak tahdzir ulama Yaman nggak dianggap. Bahkan dianggap seperti angin berlalu saja. Anggapan ini jelas nggak adil dan ia batil, sebab : para masyayikh tsb telah mengenal Hani Buroik sebelumnya dan Hani adalah ahlul balad (penduduk Yaman). Kedua: mereka telah melihat sepak terjang Hani dr Yaman, Saudi dan Indonesia. Jika fatwa mrk dlm men-tahdzir Hani, nah apa sisi salahnya. Jika pun salah, maka itu adalah ijtihad yg dibalasi dg satu pahala, dan tdk menjatuhkn makanah (kedudukan) mrk.
2.     Menurut Usamah Mahri bhw di dalam fatwa tsb byk catatan. Dia jelaskn bhw Syekh Robi' dan Syekh Ubaid meridhoi Hani. Anggaplah keduanya meridhoi Hani, tp apakah smua tashorruf (sepak terjang) dr Hani diridhoi oleh kedua syekh tsb? Sebagai contoh, Hani ngisi dauroh dan ceramah di Al Jam'iyah Al Khoiriyah li Tahfizhil Qur'an Al Karim di Kota Syaruroh yg jg diisi oleh kaum hizbiyin yg slama di-tahdzir oleh para masyayikh sunnah. Apakah Syekh Robi dan Ubaid meridhoi perbuatan ini. Kedua : Syekh Hani berfoto ria dlm acara Jam'iyah tsb, apakah Syekh Robi' dan Syekh Ubaid meridhoi hal itu? Ketika Syekh Hani ceramah dlm menghasung para syabab (pemuda) untuk berjihad melawan Hutsi yg didukung oleh kekuatan besar dlm dan luar negeri, shingga pemerintah Yaman pun marah? Apakah prnh dua syekh tsb memerintahkn untuk melawan pemerintah yaman yg muslim?
3.     Sisi lain, bhw para masyayikh Yaman yg berjumlah 7 org memberikan jarh mufassar, sementara ada ta'dil dr Syekh Robi atau syekh Ubaid, mana yg didahulukan menurut qaidah? Apalagi yg menjarh adalah senegara dg Hani Buroik.
4.     Jadi tazkiyah dr dua org Syekh tsb nggak ada manfaatnya bg Hani.
5.     Adapun masalah ini ulama kibar atau shighor, maka itu bukan barometer kebenaran, ia hanyalah indikasi atau penguat bg suatu pendapat yg sifatnya zhonni. Krn itu, byk skali permasalahan yg di dalamnya trdapat khilaf di kalangan ulama, namun di dalamnya ulama shighor justru berada di atas kebenaran, sementara itu ulama kibar (pinjam istilah Luqmaniyun) justru keliru dlm pendapatnya. Tolok ukur sebuah kebenaran adalah tetap kembali kpd Al Kitab, Sunnah ala fahmis salaf yg didukung qowaid syar'iyah yg tersarikan dr Al Kitab dan Sunnah. Jika tolok ukurnya kibar atau shighor, maka pasti ulama tidak mengambil pendapat Imam Syafi'I –misalnya- di saat ia menyelisihi gurunya yg kibar (senior) kala itu, yakni Imam Malik, walaupun nyata2 Imam Malik menyelisihi dalil dan qowaid syar'iyah. Demikian pula org nggak akan ngambil pendapat Ahmad bin Hambal di saat ia menyelisihi gurunya (Imam Syafi'i), padahal si murid –misalnya- di dukung oleh dalil dan qowaid ilmiah.
6.     Jadi slogan kibar atau shigor (junior) nggak usah dipertajamlah dan slalu dielu-elukan bagaikan dalil yg memutuskn sgala perkara! Tdk ada yg mengingkari bahwa perkara kibar memang adalah sebuah qorinah yg kadang menjadi penguat (tp ini kadang), tp bukan berarti ia adalah barometer atau tolok ukur benar tdknya seseorg!

Usamah Mahri brkata:
"Yang kedua, bahwa mereka yang mengeluarkan bayan ini terhadap tahdzir — mentahdzir syaikh Hani — gharib amruhum.
Ajib ! Aneh ! Aneh dari banyak sisi sudah.
Yang pertama, mereka orang yang getol dan sekian kali dan selalu mendengung – dengungkan kalimat “Sibukkan dengan ilmu. Kalian sibukkan dengan ilmu. Gak usah membantah, gak usah sibukkan dengan membantah, gak usah sibuk dengan mentahdzir. (Sibukkan, red) ilmu, ilmu, ilmu, ilmu”.
Begitu. Suara mereka ! Muhammad al Imam di markiznya, Abdurrahman al Adani di markiznya dan yang lain.

Tanggapan:
1.     Masyayikh Yaman nggak ghorib amruhum. Nggak aneh urusan mereka. Ghorib (aneh) adalah perkara yg nisbi sifatnya. Ghorib (aneh) terjadi krn kebodohan kita trhadap sesuatu. Lihatlah manusia di awal Islam dan jg di akhir zaman merasa dan menganggap Islam itu aneh. Nah, apakah krn keanehan Islam kita jadikn hal itu sbg indikasi yg menunjukkan bhw Islam batil? Yah nggaklah. Nah, demikian halnya dg tahdzir masyayikh Yaman dianggap aneh oleh Usamah, hanya semata2 krn ia nggak paham dan jahil ttg kalam para ulama. Insya Allah, ana akan buktikan ttg kejahilannya.
2.     Bukti kejahilannya, ia menganggap para ulama Yaman melarang tahdzir secara muthlaq. Justru tuduhan Usamah inilah yg ghorib (aneh)! Para ulama Yaman dr dulu sampai hari ini msh slalu memberikn tahdzir dr kebatilan dan pelakunya, mulai dr kalangan hizbiyun, takfiriyun, shufiyun, munafiqin, kuffar dan kaum musyrikin dg brbagai modelnya. Bukti bg hal ini kalian bs lihat dlm tulisan "Waqofaat ma'a Al Hudzifi wa Hani Buroik fi qodhihima fi Ulama Ahlis As Sunnah fil Yaman".
3.     Ulama Yaman melarang murid2nya menyibukkan diri dg tahdzir-mentadzir atau menjarh, jangan dipahami bhw mereka melarangnya secara muthlaq. Mereka melarang demikian agar para thullab (murid) fokus belajar dan menuntut ilmu dan tdk dipaling dg suatu perkara yg bukan saatnya mereka menyibukkan diri dengannya. Jika sudah saatnya (yakni, usai belajar), dan ilmu sdh mapan, maka jelaslah para ulama tsb tdk akan melarang. Buktinya mrk sendiri yg melakukan tahdzir dlm tulisan2 dan ceramah mrk. Jika perkara ini tdk dipahami demikian, maka kita akan menuduh scara batil bhw para ulama Yaman telah mengingkari bab tahdzir dan jarh, padahal tdklah demikian.

Usamah Mahri brkata lg:
"Thayyib.
Sekarang siapa yang mentahdzir ?!
Katanya sibukkan dengan ilmu ? Kalian kenapa tidak sibukkan diri kalian dengan ilmu ?
Kenapa kalian mentahdzir ?!
Terapkan kaidah kalian sendiri pada diri kalian !
Apakah kemudian seperti yang bahasa sering mereka katakan “MSG” — Manhaj Standart Ganda —, untuk orang lain ada manhaj tersendiri, untuk diri mereka ada manhaj tersendiri. Gak boleh bagi orang mentahdzir, boleh bagi mereka untuk mentahdzir ?! Eisy hadzal kalam ?! (Manhaj) semacam apa seperti ini ?! Gharib ! Thayyib.

Tanggapan :
1.     Ini bukti kejahilan Usamah Mahri. Ia mengira para masyayikh Yaman mengingkari tahdzir scara muthlaq, shingga ketika para masyayikh tsb melakukan tahdzir, maka ia pun menghukumi mrk telah melakukan tanaqudh (kontradiksi) dan menyangka para ulama telah menerapkn MSG (Manhaj Standar Ganda). Yah nggak lah ya akhi. Sangkaan itu dipicu oleh kesalahpahaman Usamah sj! Para ulama nggak mgk ber-MSG kayak kalian slama ini!
2.     Usamah dlm ucapan2nya nggak sopan dan tdk mejaga tata krama. Seakan ia berbicara dg temannya sj. Ana kira Syekh Robi' dan Syekh Ubaid nggak ngajarin kita demikian.

Ustadz Usamah Mahri Malang brkata:
Yang kedua,
DI MASA HAJURI TUJUH TAHUN KURANG LEBIH, — Yahya Al Hajuri dan Hajawirah yang bersamanya, memporak-porandakan dan merusak dakwah habis – habisan, dan tidak ada markiz yang selamat dari lisannya termasuk tujuh penandatangan —
GAK ADA YANG SELAMAT SATU PUN DARI HAJURI ! Semuanya kena ! Bil baathil, dengan bathil bahkan !
Dicela, dimaki mereka semua ! TIDAK SATU PUN — APALAGI BERTUJUH SEMACAM INI — MENGELUARKAN PENJELASAN TAHDZIR TERHADAP HAJURI — YANG MERUSAK, MEMPORAK-PORANDAKAN DAKWAH, MEMECAH BELAH DAN SETERUSNYA — ! (Leh), kenapa ?!
Tujuh tahun ! Bukan tujuh hari, bukan tujuh minggu, bukan tujuh bulan.
KAN TANDA TANYA BESAR. ADA APA INI ?! Orang punya akal — baarakallahu fiik —.
KAMU BUKAN SAPI, KERBAU YANG DITUSUK HIDUNGNYA KEMUDIAN BISA DISERET KE SANA KEMARI ! KAMU PUNYA AKAL, (MAKA, red) BERFIKIR ! KENAPA SEMUA INI ?!

Tanggapan :
1.     Setiap org diantara kita –apalagi yg prnh di Yaman- tahulah kebatilan manhaj Syekh Yahya Al Hajury dan pengikutnya, serta mafasadah (kerusakan) mrk, sampai kalian pun menggelarinya dg Haddadiyah (padahal Luqmaniyun jg Haddadiyah).
2.     Lah kenapa para masyayikh Yaman men-tahdzir Hani bin Buroik secara serentak? Ini kejahilan kedua dikepala Al Ustadz Al Allamah Al Faqih Usamah Mahri Al Malanji. Jawabnya: Krn kerusakan Hani Buroik besar dan dampaknya besar dan cepat. Musibahnya besar krn ia menghasung para pemuda membangkang dan melawan pemerintah yg melarang mrk untuk mengadakan jihad. Sebab akan timbul pertumpahan darah yg luar biasa! Musibah dan kerusakannya cepat memberikan pengaruh bg marokiz dakwah salafiah dan dakwah itu sendiri. Jika tdk ada tahdzir, maka manusia Yaman akan menghukumi para masyayikh tsb sama sikapnya dg Hani Buroik. Selain itu, para pemuda akan terseret dlm fitnah Hani jika tdk ada fatwa bersama, apalagi Hani mengklaim bhw dirinya berada di atas fatwa ulama kibar.
3.     Sisi lain, kalau para masyayikh Yaman bersepakat membuat tahdzir bg Hani Buroik, dan di masa Al Hajury, emangnya kenapa? Kok lho yg pusing. Biar lho kagak pusing, baik sangka aja lah bhw para masyayikh tsb sibuk dg byk urusan atau ada udzur2 lain yg kita nggak tau. Ihtimal2 (kemungkinan) lainnya byk. Intinya bhw seorg thullab semacam Usamah Mahri amat tdk layak curiga dan suu'uzh zhon dg para ulama yg dahulu ia puji dan elu2-kan.
4.     Usamah bilang: "Tidak satu pun — apalagi bertujuh semacam ini — mengeluarkan penjelasan tahdzir terhadap hajuri…" Ini ucapan yg berlebihan. Masak satu pun nggak ada yg mengeluarkn pernyataan tahdzir? Syekh Abdur Rohman Al Adny pernah mengeluarkan dua (bahkan mgk lebih dr itu) pernyataan tahdzir trhadap al Hajury. (nih baca di link ini: http://www.alathary.net/vb2/archive/index.php/t-13191.html)
5.     Para masyayikh Yaman adalah org2 yg berakal. Kalau nggak berakal, ngapain bang Luqman ba'Abduh waman ma'ah mengirim santri atau membiarkn dr dulu para ikhwahuntuk belajar kpd para ulama Yaman. Nah, dg akal apakah anda berpikir wahai Usamah Mahri, cs.
6.     Ana nggak ngerti sampai hr ini, kenapa Usamah Mahri amat taat kpd Luqman ba'Abduh bagaikan SAPI, KERBAU YANG DITUSUK HIDUNGNYA KEMUDIAN BISA DISERET KE SANA KEMARI ! KAMU PUNYA AKAL, (MAKA, red) BERFIKIR ! KENAPA SEMUA INI ?!
Sdh nyata2 Luqman salah menyelisihi dan menghina ulama Yaman, msh sj Usamah bela mati2-an. Kenapa semua ini?!

Usamah selanjutnya brkata:
"Ini tentang mereka sekilas — cuplikan tentang mereka —.
Belum lagi — seperti yang syaikh Ali Hudzaifi hafizhahullah sebutkan —, memang cara mereka menyelesaikan masalah dari dulu kita gak kaget. Ya semacam itu ! Aneh ! Gak paham kita ! Dan para ulama pun gak paham dengan cara mereka ini !
Dari masa fitnahnya Abul Hasan al Ma’riby, Yahya al Hajuri, begitu (cara menyelesaikan masalahnya, red). Ini mereka."

Tanggapan:
1.     Alhamdulillah, ulama Yaman menyelesaikan masalah dg penuh hikmah, ta'anni (hati2), dan penuh pertimbangan. Mereka bukanlah kaum jahil yg brsikap secara serampangan, tanpa hikmah, bahkan tergesa2, frontal dan seringkali tanpa perhitungan antara maslahat dan madhorot. Ulama Yaman kalian kenal, Usamah kenal siapa mereka. Bukankah di masa2 fitnah Al Hajuri kalian menjadi pembela2nya. Kalian menjadi saksi bhw para ulama Yaman di atas al Haqq. Jika mrk batil, berarti kalian juga batil.
2.     Di masa fitnahnya Al Ma'ribiy, siapa yg memberikn nasehat kpd thullab agar berhati2 dr Al Ma'riby? Jawabnya: ulama Yaman dan lainnya. (Bahkan Syekh Muhammad bin Abdil Wahab membantah dua kubu : Al Hajury dan Abul Hasan Al Ma'riby (http://www.youtube.com/watch?v=MdJM0LRxs28 )
3.     Disini Usamah mengakui bhw ia nggak paham. Lha kalo nggak paham, kenapa bicara? Ghorib amruhu! Inilah Usamah!
 
Usamah kembali menampakkan kejahilannya saat brkata:
"Di masa Abul Hasan pun sama ! Muhammad al imam mengatakan “Abul Hasan bagiku adalah Imam ! Dan aku tidak rela siapa pun yang mengkritik dia.”
Begitu pula Al Bura’i (sikapnya seperti al Imam, red)."

Tanggapan :
1.     Jika ucapan Syekh AL Imam demikian, maka kita hrs pahami dg baik tanpa berburuk sangka bhw beliau ngucapkn demikian di awal kali muncul fitnah. Namun setelah itu beliau tahu sisi kebatilan dan penyimpangan Abul Hasan, makanya beliau balik mengingkari Abul Hasan. Bahkan ulama Yaman di awal fitnah Abul Hasan telah mengadakan pertemuan di Al Hudaidah dan menghasilkn sebuah kesimpulan untuk menjauhi Abul Hasan Al Ma'riby. (baca selengkapnya di : "Waqofaat ma'a Al Hudzaify…" hlm. 15)
2.     Ucapan Syekh Al Imam (jika memang benar itu ucapan beliau), maka hal itu sama dg pernyataan kita dahulu : "Jafar Umar Thalib adalah salafy dan ahlussunnah". Nah, skrg siapa yg nyangka kalo ia tersesat dr manhaj salaf?

Usamah Mahri terus dlm fitnahnya brkata:
"Bahkan ketika malzamah — tulisan — syaikh Rabi’ telah keluar membantah Abul Hasan.
Al Bura’i mengatakan, “Itu tulisan fitnah !”, dan dia larang untuk disebarluaskan. Ini Bura’i.
Bukan hal baru kalau sekarang kemudian syaikh Hani ditahdzir oleh mereka. Jangan kaget !
Diharapkan, diinginkan mereka menjadi baik, bertobat, malah dikagetkan orang dengan omongan – omongan baru yang mengundang tanda tanya besar.

Tanggapan :
1.     Dari mana Usamah mengambil dan menukil ucapan Syekh Al Buro'i demikian, sementara itu beliau brkata:
)) إن أهل السنة ينقسمون فيك قسمين: قسم يتركك لأنك مبتدع و قسم يتركك لأنك تريد أن تسير بانفرادك، فمن جاء معك, وإلا لم تبال به))
"Sesungguhnya Ahlussunnah terbagi dua karenamu: sekelompok meninggalkanmu krn kamu adalah mubtadi' dan sekelompok lg meninggalkanmu krn kamu pengen berjalan sendiri. Siapa yg datang bersamamu, (maka itulah temanmu, -pent.). Tapi kalau tdk, maka kamu nggak peduli padanya." (Baca: Waqofaat ma'a Al Hudzaify, hlm: 14)
2.     Anggap ucapan itu benar nisbahnya kpd Syekh Al Buro'i, maka itu hanyalah kesalahan yg tdk mengeluarkn beliau dr ahlussunnah. Boleh jd itu diawal fitnah, dimana para masyayikh msh brhati2 berbicara ttg Abul Hasan, krn sesuatu dan lain hal. Tapi kita tuntut Usamah dr mana ia dgr? Benar tdk ucapan Syekh Al Buro'i?
Subhanalloh, Usamah amat sombong, ia mengira dirinya nggak bersalah, lalu ulama Yamanlah yg salah, shingga ia menuntut mrk bertobat. Ya akhi Usamah, bukankah slama ini (sebelum fitnah ini) antum amat memuliakan para ualama Yaman, bahkan membela mereka dg pembelaan yg tdk pernah dilakukan siapapun? Lalu setan apa yg membutakan mata hatimu shingga menganggap manusia2 trbaik negeri Yaman sbg org2 yg menyimpang dan dituntut tobat? Wahai Usamah, kamulah yg hrs bertobat krn telah melecehkn para ulama Yaman demi membela seorg fattan (tukang fitnah) brnama Hani Buroik, yg telah memecah-belah dakwah salafiah di dunia! Kamulah yg hrs brtobat dr membela Luqman ba'Abduh yg slama ini byk melakukan kedustaan kpd Syekh Robi' dan Syekh Ubaid demi menjatuhkan para asatidzah –trkhusus ust Dzulqornain-. Wahai Usamah, bertobatlah dr membisiki Abdul Ghofur Al Malanji dg brbagai macam syubhat yg ia tuliskan dlm situs fitnahnya! Sebelum kebaikanmu diambil, lalu ditimpakan keburukan manusia kpdmu!! Bertobatlah antum dr menyakiti para asatidzah dan ulama2 Yaman!! Sebelum mereka melaknat antum ya akhi. Antum nggak takut dg doa org yg dizolimi?! Tunggu saja dlm waktu dekat akibat perbuatanmu yg jahat!

Usamah Mahri brkata:
Muhammad al Imam mengatakan, “Tidak ada jihad kecuali bersama Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam.
Kalau ada Nabi dan beliau katakan “perangi sekelompok dari muslimin ini”, maka kita akan perang, akan berjihad. Gak ada Nabi berkata begitu ya kita gak akan perang. Gak ada perang kalau gak ada Rasul berkata demikian.”
Dan ini seperti syaikh Ubaid sebutkan — dan antum telah baca bantahannya — kesesatan besar !
Celaan maknanya kepada sekian banyak ummat — Aimmah —.
Thayyib, Abu Bakar ketika memerangi murtaddin, memerangi kelompok – kelompok ini, gak ada Rasul di jamannya. (Kalau begitu, red) Salah Abu Bakar ?!
Apa Rasul hidup di saat itu kemudian mengatakan “Abu Bakar, perangi mereka ini”.
Para sahabat memerangi Khawarij. Dan sepakat Aimmah, bughat — para pemberontak dan Khawarij — Muslim !
 قطاع الطريق
(Quththa’uth thariiq) muslim ! Tidak dikafirkan.
Pembegal, perampok, diperangi !
Pemerintah harus memerangi mereka karena mengganggu.
Thayyib (Kalau begitu, red) salah ?! Karena Rasul gak hidup dan mengatakan “Perang, jihadlah bersama mereka !” Dan yang lain – lain sudah.

Tanggapan:
1.     Satu lg kejahilan Usamah, ia menuduh Syekh Al Imam mengingkari jihad, kcuali brsama Nabi Shollallohu alaihi wa sallam. Syekh Al Imam nggak pernah bilang gitu kok.
2.     Biar nggak salah paham lg, baca nih klarifikasi Syekh Al Imam ttg tuduhan Usamah ini (yg ia adopsi dr Al Hudzaify). Sialakan baca disini: http://pelita-sunnah.blogspot.com/2014/11/klarifikasi-syekh-al-imam-seputar.html

Usamah berkata lg:
"Ini Muhammad al Imam.
Dan sampai saat ini kalau dia memanggil Abdul Majid az- Zindani, dia sebutkan “Fadhilatus Syaikh al Walid”, orang tua — yakni bapaknya —, “Bapak kita dalam dakwah kita”, — mereka (al Imam dan yang bersamanya, red) maksudnya.
PADAHAL AZ ZINDANI TERMASUK YANG MENYERU KEPADA PERSAMAAN AGAMA.
Ainal wala, ainal baro ?!
Ainal bughdh fillaah ?!
Mana kebencian karena Allah ?!
Masakiin !

Tanggapan :
1.     Satu lg antum catat kebodohan Usamah, ia mempermasalahkn Syekh Al Imam krn menyifati Az Zindani dg "Fadhilatusy Syekh Al Walid". Ya akhi, ungkapan seperti ini nggak usah dibesar2kn. Lagian juga kalau trjadi, apakah hal itu mengeluarkn beliau dr lingkup ahlussunnah?! Yah nggaklah!!
2.     Kalau gara2 itu beliau dikeluarkn dr ahlussunnah, yah berarti guru beliau, yakni Syekh Muqbil juga keluar dong dr ahlussunnah, krn jg prnh menyifati seorg tokoh Ikhwan Al Muslimin dg "Al Walid Al Qodhi Yahya Al Fasil"
3.     Dari sisi mahmal-nya, maka hal ini pun bukan masalah besar akhi! Lebih para lg apa yg antum lakukan ya akhi Usamah yg telah menggelari Jafar Umar Thalib sang pemberontak dg gelar "Panglima Tertinggi Laskar Jihad". Adakah panglima selain panglima yg diangkat oleh negara?! Antum hrs tobat dr ucapan2 sprt ini. Jgn sibuk mengorek Syekh Al Imam, sdg diri antum penuh aib ya akhi Usamah!

Terakhir, Usamah mengotori mulutnya dg ucapannya berikut ini:
"Wuih, LEBIH MISKIN LAGI YANG MENGANGGAP INI SENJATA.
MISKIIIIINNN !!
SENJATA TUMPUL, BERKARAT, DIANGGAP “OH INI SENJATA AMPUH INI, MAKANYA, INI, ITU.
TULISAN TAHDZIR DARI ULAMA YAMAN KEPADA HANI BIN BURAIK. BEGINI BEGITU”.
Mereka bangga – banggakan oleh sono.
YA TERLALU SUCI MAJELIS KITA UNTUK MENYEBUT NAMANYA. SAYANG.
WALHASIL MEREKA SEPERTI ITU."

Tanggapan:
1.     Wuih, Usamah Mahri "hebat" sekali dlm mencela.
2.     Fatwa ulama dianggap senjata tumpul berkarat. Subhanalloh, ini adalah perendahan. Jika fatwa mereka demikian krn tdk cocok hawa nafsumu, maka ucapanmu bagaikan ucapan org yg sekarat. Miskiiiin hadzar rojul. Semisal Hani Buroik ia bela, nyata2 bukan ulama! Nyata Hani adalah fattan dan pemecah belah dakwah, ia rela makan racun (baca: daging ulama)!
3.     Bayangkan sikap kurang ajar si Usamah ini, ia anggap majelisnya suci dan para masyayikh itu bagaikan sesuatu yg najis. Subhanalloh, sebuah kesombongan yg akan tumbang pd saatnya. Walhasil, usamah seperti itulah!

Demikianlah tulisan ringkas berupa jawaban indah buat usamah Mahri (tangan kanan Luqman ba'Abduh di Kota Malang). Tampak bg anda betapa besarnya makar org ini dlm membenci, merendahkn dan menjatuhkn para ulama sunnah di Yaman! Aamalahullohu bimaa yastahiqqu!!! Amiin.

Sumber artikel yg kami tanggapi:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda