Selasa, 17 Oktober 2017

Ahlus Sunnah diantara Dakwah Luqman ba Abduh, cs. & Dakwah Rodja



Dakwah Salafiyah diantara Kerusakan para Mutasyaddid dan Keteledoran para Mumayyi'

[Ahlus Sunnah diantara Dakwah Luqman ba Abduh, cs. & Dakwah Rodja]

Alhamdulilahi Robbil 'aalamin washalaatu wassalaamu 'ala Rosuulihi Al amin wa alihi washohbihi ajma'iin .

Amma ba'du :
Sungguh da'wah Salafiyah benar - benar mengeluh dari orang yang melampaui batas (ghuluw) padanya serta orang yang melalaikannya (dengan sikap bergampangannya, -pent.).

๐Ÿ”ท Maka orang yang mutasyaddid  (terlampau keras & kasar) adalah orang yang melampaui batas terhadap dakwah ini , yang merusak penampilannya dan tidak mengasihi pemeluknya .

*                      ๐Ÿ”ถ Sedangkan orang mumayyi'  (terlampau lunak dan lembek) adalah orang yang melalaikan dakwah ini , bermudah - mudahan didalam mempraktekkan landasan pokoknya, mengasihi yang menyelisihinya sementara mencela yang berpegang teguh dengannya .


๐Ÿ”ท Mutasyaddid tidak memperhatikan berbagai kemaslahatan serta tidak mengkhawatirkan berbagai mafsadah .
*                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' memperluas lingkup kemaslahatan sehingga membauri yang meyelisihi, sedangkan mempersempit lingkup mafsadah .

๐Ÿ”ท Mutasyaddid memperlakukan yang bersalah dari kalangan Ahli sunnah sebagaimana memperlakukan Ahli bid'ah
*                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' memperlakukan Ahli bid'ah sebagaimana memperlakukan Yang bersalah dari kalangan Ahli Sunnah .

๐Ÿ”ท Mutasyaddid mencela saudaranya sesama Salafiyin dengan alasan berbaur dengan orang - orang yang menyelisihi seorang alim atau sebagian ulama di dalam masalah kekinian yang boleh padanya berijtihad , baik salah atau benar .
*                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' mencela saudaranya sesama Salafiyin dengan alasan diam dari mutasyaddid dan menyamaratakan kesalahan mutasyaddid kepada Salafiyin.

๐Ÿ”ท Mutasyaddid menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan saudaranya sesama Salafiyin (memata-matai, merekam majelis yang khusus, mengharuskan (menekan) yang lemah di dalam menulis taqrir (keputusan dan pengakuan), tidak menerima taubat yang bertaubat walau setelah diinfokan dan dijelaskan )[1]
*                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' menggunakan berbagai cara untuk mengangkat kedudukan orang yang menyelisihi ( tidak menerima nukilan tentang orang yang menyelisihi walau dengan suaranya karena hal itu terkadang di potong, dan jika dengan tulisan, maka ia tidak menyebutkan awalnya dan setelahnya, dan orang yang berupaya di dalam hal itu (dikatakan ) mereka adalah โ€œAHLUL FITANโ€ )

๐Ÿ”ท Mutasyaddid kasar di dalam wataknya dan kasar di dalam ucapan2nya, sekalipun bersama saudaranya Salafiyin .
*                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi', lunak di dalam wataknya bersama orang yang menyelisihi kebenaran, namun kasar didalam ucapan2nya bersama saudaranya Salafiyin .

๐Ÿ”ท Mutasyaddid  tidak mempedulikan sesuatu yang akan terjadi berupa perselisihan serta perpecahan dengan sebabnya .
                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' pura - pura menangis atas apa yang terjadi berupa perselisihan serta perpecahan, dan menyandarkan hal itu kepada salafiyin di dalam seluruh keadaan, sementara ia melupakan bahwa asal perpecahan dan perselisihan adalah dengan sebab orang yang menyelisihi kebenaran tetap berada diatas penyelisihan .

Si mumayyiโ€™ pura - pura menangisi tauhid dan manhaj,  dan bahwa dakwah kepada tauhid serta manhaj diterlantarkan !!

Si mumayyiโ€™ menyeru kepada penyatuan barisan di dalam melawan penyembah kubur , sekuler , liberal dan Ikhwanul muslimin.

Sementara itu, seakan-akan Salafiyin jauh dr hal itu (yakni, jauh dr dakwah tauhid & manhaj, atau si mumayyiโ€™ menyangka bahwa salafiyin tidak punya usaha menyatukan manusia di atas al haq)[2]

Si mumayyiโ€™ tidak menyadari bahwa pembersihan barisan lebih utama daripada penyatuannya.[3]

Padahal penyatuan barisan tidak akan terjadi melainkan setelah pembersihannya .

๐Ÿ”ท Mutasyaddid gembira dengan kesalahan seorang salafy, lalu menyebarkan dan megeksposnya, serta berupaya mengeluarkan perkataan ahlul ilmi (ulama) tentangnya .[4]
                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi' selalu dan selamanya mencela saudara-saudara Salafiyin di suatu kesempatan yang sesuai atau yang tidak sesuai, serta menyifati mereka dengan berbagai sifat yang tidak pantas itu diberikan kepada yang menyelisihi kebenaran, apalagi diberikan kepada salafiyin.

๐Ÿ”ท Mutasyaddid melarang pengajaran ilmu bagi yang ahlinya, kecuali dengan rekomendasi dari ulama, sekalipun disampaikan pelajaran-pelajaran itu kepada orang awan .
                      ๐Ÿ”ถ Mumayyi'  bermudah - mudahan di dalam merekomendasi orang yang menyelisihi kebenaran dan ormas2, sehingga walaupun ormas itu, pada sisi lainnya adalah Ikhwanul Muslimin.[5]
ูˆุฃุฎูŠุฑุงู‹ ูˆู„ูŠุณ ุขุฎุฑุงู‹ ุฅุนู„ู… ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุณู„ููŠ ุฃู† ุงู„ุณู„ููŠุฉ ูˆุณุท ุจูŠู† ุฃูุนุงู„ ุงู„ู…ุชุดุฏุฏูŠู† ูˆุงู„ู…ู…ูŠุนูŠู† ูˆุฃู† ุงู„ู…ุชุดุฏุฏ ุฅุฐุง ุงุฑุชู‚ู‰ ุฏุฑุฌุฉ ุฃุตุจุญ ุญุฏุงุฏูŠุงู‹ ูˆุงู„ู…ู…ูŠุน ุฅุฐุง ู†ุฒู„ ุฏุฑุฌุฉ ุฃุตุจุญ ุญุฒุจูŠุงู‹ ูุงู„ุญุฐุฑ ุงู„ุญุฐุฑ.

๐Ÿ”ท Dan yang terakhir, namun bukan yg paling akhir.
Ketahuilah -wahai salafy- bahwa salafiyah berada pada pertengahan diantara perbuatan2 para mutasyaddid dan para mumayyi' .

Mutasyaddid apabila naik satu tingkatan, maka jadilah ia โ€œhaddaadyโ€,  sedangkan mumayyi' apabila turun satu tingkatan, maka jadilah ia seorang โ€œhizbiโ€, sehingga waspadalah dan waspadalah .
Wallahu ta'aala a'lam wa ahkam

Ditulis oleh :
Abdullah Al ahmad
                      ๐ŸŽ‹ multaqa Ahli Hadits Indonesia - TAS Riau.
Muhammad RizQ
Duri_Riau

Catatan Pelita Sunnah :
1)  Kami haturkan, โ€œJazahumulloh khoironโ€ kepada Syekh Abdulloh Al Ahmad yang dengan ikhlash dan penuh hikmah menyampaikan nasihat beliau yang mendalam dan berharga.

2)  Demikian pula kepada akhuna Muhammad Rizq yg telah bersusah payah menerjemahkan nasihat di atas, semata-mata โ€“insya Allah- krn keikhlasan beliau dan besarnya kecintaan beliau kpd salafiyyin yg slama ini tersobek akibat ulah para mutasyaddidin dan para mumayyiโ€™in. Jazallohu khoiron ala akhina Muhammad Rizq.

3)  Tulisan di atas kami edit ulang sebelum kami terbitkn, karena ada beberapa hal yang perlu dibenahi agar para pembaca dapat mengerti dg mudah. Pengeditan ini tidaklah mengurangi nilai dan jasa akhuna Muhammad Rizq โ€“hafizohulloh-.

4)  Di bawah judul kami tambahkan kalimat berikut :

[Ahlus Sunnah diantara Dakwah Luqman ba Abduh, cs. & Dakwah Rodja]

agar maksud tulisan ini bisa terlihat di alam nyata.

{ูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจู‘ููŠ ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ูŽู†ููŠ ู…ูู†ู’ู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ู‹ุง ุญูŽุณูŽู†ู‹ุง ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูุฑููŠุฏู ุฃูŽู†ู’ ุฃูุฎูŽุงู„ูููŽูƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฅูู†ู’ ุฃูุฑููŠุฏู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูŽูˆู’ูููŠู‚ููŠ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ุชู ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูู†ููŠุจู }
[ู‡ูˆุฏ: 88]

{ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽูˆูŽู„ู‘ูŽูŠู’ุชูู…ู’ ููŽู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑู ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฌู’ุฑููŠูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูู…ูุฑู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ}
[ูŠูˆู†ุณ: 72]





[1] Semua contoh yang diberikan oleh Syaikh Abdullah Al-Ahmad โ€“hafizhahullah- adalah pelanggaran2 yg slama ini dilakoni oleh Luqman ba Abduh, dkk (alias Luqmaniyun)

[2] Menyatukan manusia, bukan hanya sekadar menyatukan mereka, tapi mereka hrs disatukan di atas al haq, yakni di atas manhajus salaf yang terbangun di atas al Kitab & sunnah, ala fahmis salaf sholih.

[3] Yakni, membersihkannya dr para ahli bidโ€™ah dan hizbiyyin yg seringkali menyusup dlm dakwah salafiyyah.

[4] Ini serupa dengan kelakuan Luqman ba Abduh, Askari, dkk yg slama ini melaporkan data-data dusta dan palsu tentang diri akhuna Ust. Dzulqornain kpd Syekh Robiโ€™, sampai keluarlah fatwa Syekh Robiโ€™ โ€“hafizohulloh wa roโ€™aahu min makris suuโ€™- tentang Ust. Dzulqornain; fatwa yg membuat mereka bersorak-ria dlm menjatuhkan seorg salafy, hanya dg modal dusta! Wallohi, semua itu akan dihisab, entah di dunia atau di akhirat.

[5] Ini yang dilakukan dai2 Rodja yang merekomendasikan Ihyaโ€™ut Turots al ikhwany, bahkan membela mereka dengan pembelaan yang luar biasa dlm tulisan2 dan ceramah2nya, lalu muncullah pada garda terdepan para pembela itu : Ust. Abu Nidaโ€™, Abu Qotadah, Firanda, Ahmas Faiz, Aunur Rofiq Ghufron, dll.

1 Komentar:

Pada 18 Oktober 2017 01.10 , Blogger Fadly Unregistered mengatakan...

Jazakallahu Khairan Akhuna

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda